<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 6 Laskar FPI Ditembak Mati Polisi, Fadli Zon Minta Komnas HAM Bergerak Cepat   </title><description>Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon meminta kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323542/6-laskar-fpi-ditembak-mati-polisi-fadli-zon-minta-komnas-ham-bergerak-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323542/6-laskar-fpi-ditembak-mati-polisi-fadli-zon-minta-komnas-ham-bergerak-cepat"/><item><title> 6 Laskar FPI Ditembak Mati Polisi, Fadli Zon Minta Komnas HAM Bergerak Cepat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323542/6-laskar-fpi-ditembak-mati-polisi-fadli-zon-minta-komnas-ham-bergerak-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323542/6-laskar-fpi-ditembak-mati-polisi-fadli-zon-minta-komnas-ham-bergerak-cepat</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/337/2323542/6-laskar-fpi-ditembak-mati-polisi-fadli-zon-minta-komnas-ham-bergerak-cepat-1yBZqCjRTK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Politisi Gerindra, Fadli Zon (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/337/2323542/6-laskar-fpi-ditembak-mati-polisi-fadli-zon-minta-komnas-ham-bergerak-cepat-1yBZqCjRTK.jpg</image><title>Politisi Gerindra, Fadli Zon (foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon meminta kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk bergerak cepat, terkait penembakan yang menyebabkan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) tewas.

&quot;Komnas HAM harus bergerak cepat. Sy yakin 6 org anggota FPI telah dibantai dg keji. Ini jelas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) paling brutal. Usut pelaku2 aparat yg terlibat,&quot; tulis Fadli Zon di akun twitternya, Selasa (8/12/2020).
Baca juga:
6 Laskar FPI Tewas Ditembak Polisi, HNW: Allah Tidak Tidur&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Muhammadiyah Minta Polisi Terbuka soal Penembakan 6 Anggota Laskar FPI&amp;nbsp;
Ia pun menduga jika enam anggota Laskar FPI telah dibunuh dan dibantai. Fadli meminta untuk menangkap pelaku penembakan tersebut.

&quot;Dari baca berita n keterangan yg ada, sy menduga bahwa 6 anggota laskar  FPI ini dibunuh n dibantai. Usut siapa pelakunya. Atasannya harus dicopot n bertanggung jawab,&quot; tuturnya.

Dalam sejarah operasi intelijen, kata dia, modus semacam ini sangat klise dan klasik. Bukan operasi kekinian.

&quot;Cek aja senpi, proyektil, bekas tembak, sidik jari, uji balistik dll. Benar2 brutal pelaku pembantaian ini,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, Tim Polda Metro Jaya terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak mati enam simpatisan HRS karena tim dari kepolisian mendapat serangan terlebih dahulu.

Tindakan tegas tersebut dilakukan oleh anggota tim dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Anggota yang sedang melakukan pengintaian terhadap keberadaan Habib Rizieq tiba-tiba dipepet oleh sebuah kendaraan yang ditumpangi 10 orang yang melakukan pengawalan terhadap HRS.

&quot;Anggota yang sedang melakukan pengintaian secara tiba-tiba langsung dipepet,&amp;rdquo; ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin 7 Desember 2020.

Setelah dipepet, anggota yang berjumlah enam orang tidak hanya dipepet melainkan diserang juga dengan tembakan dan juga dengan senjata tajam. Mendapat perlakuan seperti itu, petugas kemudian langsung membalas tembakan.

&amp;ldquo;Dari 10 orang yang menyerang, enam dinyatakan tewas, sedangkan empat lainnya berhasil melarikan diri,&amp;rdquo; ucapnya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita dua senjata api jenis revolver, satu bilah samurai, satu buah besi pemukul dan 10 butir peluru aktif.
</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon meminta kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk bergerak cepat, terkait penembakan yang menyebabkan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) tewas.

&quot;Komnas HAM harus bergerak cepat. Sy yakin 6 org anggota FPI telah dibantai dg keji. Ini jelas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) paling brutal. Usut pelaku2 aparat yg terlibat,&quot; tulis Fadli Zon di akun twitternya, Selasa (8/12/2020).
Baca juga:
6 Laskar FPI Tewas Ditembak Polisi, HNW: Allah Tidak Tidur&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Muhammadiyah Minta Polisi Terbuka soal Penembakan 6 Anggota Laskar FPI&amp;nbsp;
Ia pun menduga jika enam anggota Laskar FPI telah dibunuh dan dibantai. Fadli meminta untuk menangkap pelaku penembakan tersebut.

&quot;Dari baca berita n keterangan yg ada, sy menduga bahwa 6 anggota laskar  FPI ini dibunuh n dibantai. Usut siapa pelakunya. Atasannya harus dicopot n bertanggung jawab,&quot; tuturnya.

Dalam sejarah operasi intelijen, kata dia, modus semacam ini sangat klise dan klasik. Bukan operasi kekinian.

&quot;Cek aja senpi, proyektil, bekas tembak, sidik jari, uji balistik dll. Benar2 brutal pelaku pembantaian ini,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, Tim Polda Metro Jaya terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak mati enam simpatisan HRS karena tim dari kepolisian mendapat serangan terlebih dahulu.

Tindakan tegas tersebut dilakukan oleh anggota tim dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Anggota yang sedang melakukan pengintaian terhadap keberadaan Habib Rizieq tiba-tiba dipepet oleh sebuah kendaraan yang ditumpangi 10 orang yang melakukan pengawalan terhadap HRS.

&quot;Anggota yang sedang melakukan pengintaian secara tiba-tiba langsung dipepet,&amp;rdquo; ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin 7 Desember 2020.

Setelah dipepet, anggota yang berjumlah enam orang tidak hanya dipepet melainkan diserang juga dengan tembakan dan juga dengan senjata tajam. Mendapat perlakuan seperti itu, petugas kemudian langsung membalas tembakan.

&amp;ldquo;Dari 10 orang yang menyerang, enam dinyatakan tewas, sedangkan empat lainnya berhasil melarikan diri,&amp;rdquo; ucapnya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita dua senjata api jenis revolver, satu bilah samurai, satu buah besi pemukul dan 10 butir peluru aktif.
</content:encoded></item></channel></rss>
