<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Bantah Persulit Keluarga Ambil Jenazah 6 Laskar FPI</title><description>Ini jawaban Polri soal belum dipulangkannya jenazah 6 Laskar FPI ke keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323878/polri-bantah-persulit-keluarga-ambil-jenazah-6-laskar-fpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323878/polri-bantah-persulit-keluarga-ambil-jenazah-6-laskar-fpi"/><item><title>Polri Bantah Persulit Keluarga Ambil Jenazah 6 Laskar FPI</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323878/polri-bantah-persulit-keluarga-ambil-jenazah-6-laskar-fpi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323878/polri-bantah-persulit-keluarga-ambil-jenazah-6-laskar-fpi</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Media</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/337/2323878/polri-bantah-persulit-keluarga-ambil-jenazah-6-laskar-fpi-ELoHK7d9VG.png" expression="full" type="image/jpeg">Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/337/2323878/polri-bantah-persulit-keluarga-ambil-jenazah-6-laskar-fpi-ELoHK7d9VG.png</image><title>Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, pihaknya saat ini masih proses identifikasi 6 jenazah Laskar Front Pembela Islam (FPI). Proses autopsi sedang berlangsung di RS Polri Kramat Jati.
&amp;ldquo;Saat ini masih proses identitfikasi 6 jenazah, autopsi sedang berlangsung, kalau sudah selesai identifikasi akan kita kembalikan ke keluarga,&amp;rdquo; kata Awi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (8/12/2020).
Awi membantah pihaknya mempersulit keluarga mengambil jenazah 6 laskar tersebut. Alasan belum diserahkan tak lain karena autopsi masih berlangsung.
&amp;ldquo;Kalau dipersulit itu tidak ada, karena masih proses identifikasi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC8xLzEyNTcwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hanya saja, Awi tak bisa berjanji kapan proses autopsi selesai dilakukan. Dia meminta pihak keluarga dan masyarakat bersabar menunggu.
&amp;ldquo;Kita tunggu saja, kan jenazahnya juga banyak ada 6, berproses ada 6, tunggu saja,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga: Beda Keterangan Polisi dan FPI, Cak Nun: Kita Rakyat Harus Percaya yang Mana?
Sekadar diketahui, berdasarkan keterangan polisi, peristiwa penyerangan pendukung Rizieq terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.
Saat itu petugas sedang mengecek informasi mengenai adanya pengerahan massa terkait pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.Mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut  Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua  kendaraan pendukung Rizieq.
Bahkan, ketika kejadian itu pihak yang diduga pendukung Rizieq  menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke  arah aparat kepolisian.
Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil  tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Rizieq meninggal dunia,  sementara 4 lainnya melarikan diri.
Namun, keterangan polisi lantas dibantah pihak FPI. Mereka menyatakan  bahwa Laskar FPI tak dibekali senjata. Kejadian tersebut dianggap  sebagai pelanggaran HAM dan mereka meminta dibentuk tim pencari fakta  independen.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, pihaknya saat ini masih proses identifikasi 6 jenazah Laskar Front Pembela Islam (FPI). Proses autopsi sedang berlangsung di RS Polri Kramat Jati.
&amp;ldquo;Saat ini masih proses identitfikasi 6 jenazah, autopsi sedang berlangsung, kalau sudah selesai identifikasi akan kita kembalikan ke keluarga,&amp;rdquo; kata Awi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (8/12/2020).
Awi membantah pihaknya mempersulit keluarga mengambil jenazah 6 laskar tersebut. Alasan belum diserahkan tak lain karena autopsi masih berlangsung.
&amp;ldquo;Kalau dipersulit itu tidak ada, karena masih proses identifikasi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC8xLzEyNTcwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hanya saja, Awi tak bisa berjanji kapan proses autopsi selesai dilakukan. Dia meminta pihak keluarga dan masyarakat bersabar menunggu.
&amp;ldquo;Kita tunggu saja, kan jenazahnya juga banyak ada 6, berproses ada 6, tunggu saja,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga: Beda Keterangan Polisi dan FPI, Cak Nun: Kita Rakyat Harus Percaya yang Mana?
Sekadar diketahui, berdasarkan keterangan polisi, peristiwa penyerangan pendukung Rizieq terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.
Saat itu petugas sedang mengecek informasi mengenai adanya pengerahan massa terkait pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.Mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut  Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua  kendaraan pendukung Rizieq.
Bahkan, ketika kejadian itu pihak yang diduga pendukung Rizieq  menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke  arah aparat kepolisian.
Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil  tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Rizieq meninggal dunia,  sementara 4 lainnya melarikan diri.
Namun, keterangan polisi lantas dibantah pihak FPI. Mereka menyatakan  bahwa Laskar FPI tak dibekali senjata. Kejadian tersebut dianggap  sebagai pelanggaran HAM dan mereka meminta dibentuk tim pencari fakta  independen.</content:encoded></item></channel></rss>
