<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laskar FPI Disebut Serang Polisi Duluan, Fadli Zon: Narasi Klasik</title><description>Fadli Zon meragukan keterangan polisi soal kasus penembakan terhadap 6 Laskar FPI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323968/laskar-fpi-disebut-serang-polisi-duluan-fadli-zon-narasi-klasik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323968/laskar-fpi-disebut-serang-polisi-duluan-fadli-zon-narasi-klasik"/><item><title>Laskar FPI Disebut Serang Polisi Duluan, Fadli Zon: Narasi Klasik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323968/laskar-fpi-disebut-serang-polisi-duluan-fadli-zon-narasi-klasik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/08/337/2323968/laskar-fpi-disebut-serang-polisi-duluan-fadli-zon-narasi-klasik</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Media</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/337/2323968/laskar-fpi-disebut-serang-polisi-duluan-fadli-zon-narasi-klasik-tivOlgTOmD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fadli Zon. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/337/2323968/laskar-fpi-disebut-serang-polisi-duluan-fadli-zon-narasi-klasik-tivOlgTOmD.jpg</image><title>Fadli Zon. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Anggota DPR Fadli Zon menilai kebijakan aparat begitu ekstrem terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Padahal, dugaan kasus yang mesti dihadapi Habib Rizieq adalah pelanggaran protokol kesehatan. Lalu, dari hal ini berkembang menjadi tindakan yang berakibat tewasnya 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).
&quot;Kenapa tiba-tiba kebijakan aparat begitu ekstrem terhadap HRS yang menurut saya tidak melakukan sebuah pelanggaran berat, ini pelanggaran ringan soal protokol kesehatan dan sudah dibayar kontan,&quot; ucap Fadli diskusi daring Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL), Selasa (8/12/2020).
Fadli juga menyayangkan aparat menarasikan kasus ini seolah-olah terjadi tembak-menembak, hingga akhirnya menewaskan 6 Laskar FPI. Menurut dia, narasi tersebut tidak bisa diterima begitu saja karena saat ini rakyat sudah cerdas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC8xLzEyNTcwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketika narasi tembak-menembak yang diusung polisi dibantah oleh FPI, lanjut Fadli Zon, maka otomatis rakyat akan bisa memilih mana yang lebih masuk akal dan dipercaya.
Baca juga: Lanjutan Pemanggilan Habib Rizieq, Polisi : Tunggu Hasil Gelar Perkara 
&quot;Saya lebih percaya oleh narasi yang dikemukakan FPI dan Munarman, karena itu jauh lebih masuk akal, sedangkan narasi polisi sangat mudah untuk dibantah apalagi kemudian menggunakan pistol, sajam, dan lain-lain, itu adalah bisa saja cara-cara klasik intelijen di masa lalu,&quot; tandas Fadli.Sebagaimana diketahui, enam orang laskar pengawal Imam Besar Front  Pembela Islam (FPI) meninggal dunia setelah ditembak aparat. FPI menilai  tindakan ini merupakan pelanggaran HAM berat karenanya akan ditempuh  upaya hukum agar kasus ini tidak lolos.
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengatakan penembakan terhadap enam  orang tersebut terpaksa dilakukan karena mereka mencoba membahayakan  nyawa petugas di lapangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota DPR Fadli Zon menilai kebijakan aparat begitu ekstrem terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Padahal, dugaan kasus yang mesti dihadapi Habib Rizieq adalah pelanggaran protokol kesehatan. Lalu, dari hal ini berkembang menjadi tindakan yang berakibat tewasnya 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).
&quot;Kenapa tiba-tiba kebijakan aparat begitu ekstrem terhadap HRS yang menurut saya tidak melakukan sebuah pelanggaran berat, ini pelanggaran ringan soal protokol kesehatan dan sudah dibayar kontan,&quot; ucap Fadli diskusi daring Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL), Selasa (8/12/2020).
Fadli juga menyayangkan aparat menarasikan kasus ini seolah-olah terjadi tembak-menembak, hingga akhirnya menewaskan 6 Laskar FPI. Menurut dia, narasi tersebut tidak bisa diterima begitu saja karena saat ini rakyat sudah cerdas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC8xLzEyNTcwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketika narasi tembak-menembak yang diusung polisi dibantah oleh FPI, lanjut Fadli Zon, maka otomatis rakyat akan bisa memilih mana yang lebih masuk akal dan dipercaya.
Baca juga: Lanjutan Pemanggilan Habib Rizieq, Polisi : Tunggu Hasil Gelar Perkara 
&quot;Saya lebih percaya oleh narasi yang dikemukakan FPI dan Munarman, karena itu jauh lebih masuk akal, sedangkan narasi polisi sangat mudah untuk dibantah apalagi kemudian menggunakan pistol, sajam, dan lain-lain, itu adalah bisa saja cara-cara klasik intelijen di masa lalu,&quot; tandas Fadli.Sebagaimana diketahui, enam orang laskar pengawal Imam Besar Front  Pembela Islam (FPI) meninggal dunia setelah ditembak aparat. FPI menilai  tindakan ini merupakan pelanggaran HAM berat karenanya akan ditempuh  upaya hukum agar kasus ini tidak lolos.
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengatakan penembakan terhadap enam  orang tersebut terpaksa dilakukan karena mereka mencoba membahayakan  nyawa petugas di lapangan.</content:encoded></item></channel></rss>
