<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UAS Sebut Penangkapan Tokoh FPI Pekanbaru Melukai Rasa Keadilan</title><description>Sejumlah tokoh agama Islam, termasuk Ustadz Abdul Somad (UAS) mengeluarkan sikap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/340/2324037/uas-sebut-penangkapan-tokoh-fpi-pekanbaru-melukai-rasa-keadilan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/08/340/2324037/uas-sebut-penangkapan-tokoh-fpi-pekanbaru-melukai-rasa-keadilan"/><item><title>UAS Sebut Penangkapan Tokoh FPI Pekanbaru Melukai Rasa Keadilan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/340/2324037/uas-sebut-penangkapan-tokoh-fpi-pekanbaru-melukai-rasa-keadilan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/08/340/2324037/uas-sebut-penangkapan-tokoh-fpi-pekanbaru-melukai-rasa-keadilan</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/340/2324037/uas-sebut-penangkapan-tokoh-fpi-pekanbaru-melukai-rasa-keadilan-yGl2wPYf0n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ustadz Abdul Somad (UAS). (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/340/2324037/uas-sebut-penangkapan-tokoh-fpi-pekanbaru-melukai-rasa-keadilan-yGl2wPYf0n.jpg</image><title>Ustadz Abdul Somad (UAS). (Foto: Okezone.com)</title></images><description>PEKANBARU - Sejumlah tokoh agama Islam, termasuk Ustadz Abdul Somad (UAS) mengeluarkan sikap atas penangkapan sejumlah tokoh Front Pembela Islam (FPI) di Pekanbaru, Riau oleh polisi beberapa waktu lalu.
Sikap itu setelah UAS bersama sejumlah tokoh agama di Riau melakukan pertemuan di salah Masjid di Pekanbaru. UAS juga menyatakan sikapnya atas kondisi kekinian termasuk masalah Habib Rizieq.
&quot;Sikap UAS dan tokoh agama terkait banyak hal juga diwujudkan dengan tanda tangan bersama,&quot; kata Tatang Yudiansyah, yang sering mendampingi UAS, Selasa (8/12/2020).
Dalam peranyataan tertulis yang diterima, UAS dan tokoh lainnya menyoroti penangakapan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru, Muhammad Al Husni Thamrin bersama anggotanya Muhammad Nur Fajril oleh Polresta Pekanbaru.
Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembubaran paksa deklarasi Ormas di halaman kantor Gubernur Riau. Ormas tersebut deklarasi menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Riau.
Dalam pertanyaan disebutkan, pertama bahwa berdasarkan Syariat Islam, adat istiadat budaya Melayu dan perundang-undangan, tidak ada alasan untuk menolak kedatangan Habib Rizieq ke Riau.
Baca juga: UAS Soroti Penembakan 6 Laskar FPI: Komnas HAM Harus Mengusut Tuntas!
Kedua, mengecam pencatutan namaa tokoh dan organisasi dalam aksi penolakan Habib Rizieq di Riau pada 23 November 2020. Aksi tersebut dinilai telah menimbulkan kegaduhan dan adu domba antarelemen masyarakat.
Ketiga, penahanan dua anggota FPI itu dianggap melukai rasa keadilan. &quot;Penegakan hukum terasa sangat tumpul ke atas dan amat tajam ke bawah,&quot; tulis pernyataan tersebut.
Keempat, UAS dan yang lainnya menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengokohkan persatuan, meluruskan barisan dan selalu berada dalam satu komando ulama.&quot;Kelima, kami menyerukan kepada pemerintah dan aparat hukum untuk  senantiasa melakukan pendekatan yang persuasif, merangkul, mengedepankan  prinsip kekeluargaan, menghindari stigmatisasi dan kriminalisasi  terhadap ulama dan aktivis,&quot; tutup pertanyaan tersebut.
Tokoh agama di Riau juga menyikapi atas adanya pihak pihak yang  membawa bawa dan mencatut nama tokoh dan organisasi ke masyarakat di  Riau untuk menolak kehadiran Habib Rizieq ke Riau. Menurutnya sikap yang  mencatut itu sebagai bentuk pecah belah di tengah masyarakat.
Sebagai daerah yang terkenal dengan Budaya Melayu yang selalu  'welcome' seharusnya tidak ada alasan menolak tamu yang datang, termasuk  terhadap Habib Rizieq Shihab ke Riau.</description><content:encoded>PEKANBARU - Sejumlah tokoh agama Islam, termasuk Ustadz Abdul Somad (UAS) mengeluarkan sikap atas penangkapan sejumlah tokoh Front Pembela Islam (FPI) di Pekanbaru, Riau oleh polisi beberapa waktu lalu.
Sikap itu setelah UAS bersama sejumlah tokoh agama di Riau melakukan pertemuan di salah Masjid di Pekanbaru. UAS juga menyatakan sikapnya atas kondisi kekinian termasuk masalah Habib Rizieq.
&quot;Sikap UAS dan tokoh agama terkait banyak hal juga diwujudkan dengan tanda tangan bersama,&quot; kata Tatang Yudiansyah, yang sering mendampingi UAS, Selasa (8/12/2020).
Dalam peranyataan tertulis yang diterima, UAS dan tokoh lainnya menyoroti penangakapan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru, Muhammad Al Husni Thamrin bersama anggotanya Muhammad Nur Fajril oleh Polresta Pekanbaru.
Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembubaran paksa deklarasi Ormas di halaman kantor Gubernur Riau. Ormas tersebut deklarasi menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Riau.
Dalam pertanyaan disebutkan, pertama bahwa berdasarkan Syariat Islam, adat istiadat budaya Melayu dan perundang-undangan, tidak ada alasan untuk menolak kedatangan Habib Rizieq ke Riau.
Baca juga: UAS Soroti Penembakan 6 Laskar FPI: Komnas HAM Harus Mengusut Tuntas!
Kedua, mengecam pencatutan namaa tokoh dan organisasi dalam aksi penolakan Habib Rizieq di Riau pada 23 November 2020. Aksi tersebut dinilai telah menimbulkan kegaduhan dan adu domba antarelemen masyarakat.
Ketiga, penahanan dua anggota FPI itu dianggap melukai rasa keadilan. &quot;Penegakan hukum terasa sangat tumpul ke atas dan amat tajam ke bawah,&quot; tulis pernyataan tersebut.
Keempat, UAS dan yang lainnya menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengokohkan persatuan, meluruskan barisan dan selalu berada dalam satu komando ulama.&quot;Kelima, kami menyerukan kepada pemerintah dan aparat hukum untuk  senantiasa melakukan pendekatan yang persuasif, merangkul, mengedepankan  prinsip kekeluargaan, menghindari stigmatisasi dan kriminalisasi  terhadap ulama dan aktivis,&quot; tutup pertanyaan tersebut.
Tokoh agama di Riau juga menyikapi atas adanya pihak pihak yang  membawa bawa dan mencatut nama tokoh dan organisasi ke masyarakat di  Riau untuk menolak kehadiran Habib Rizieq ke Riau. Menurutnya sikap yang  mencatut itu sebagai bentuk pecah belah di tengah masyarakat.
Sebagai daerah yang terkenal dengan Budaya Melayu yang selalu  'welcome' seharusnya tidak ada alasan menolak tamu yang datang, termasuk  terhadap Habib Rizieq Shihab ke Riau.</content:encoded></item></channel></rss>
