<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghitungan Baru, Ketinggian Gunung Everest Bertambah Hampir 1 Meter </title><description>China dan Nepal sepakat Gunung Everest memiliki ketinggian 8.848,86 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/09/18/2324032/penghitungan-baru-ketinggian-gunung-everest-bertambah-hampir-1-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/09/18/2324032/penghitungan-baru-ketinggian-gunung-everest-bertambah-hampir-1-meter"/><item><title>Penghitungan Baru, Ketinggian Gunung Everest Bertambah Hampir 1 Meter </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/09/18/2324032/penghitungan-baru-ketinggian-gunung-everest-bertambah-hampir-1-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/09/18/2324032/penghitungan-baru-ketinggian-gunung-everest-bertambah-hampir-1-meter</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2020 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/18/2324032/penghitungan-baru-ketinggian-gunung-everest-bertambah-hampir-1-meter-XpAAqaxAJS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/18/2324032/penghitungan-baru-ketinggian-gunung-everest-bertambah-hampir-1-meter-XpAAqaxAJS.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>KATHMANDU - Ketinggian gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, bertambah 0,86 meter dari yang sebelumnya dihitung secara resmi. Pertambahan tinggi Gunung Everest itu diumumkan bersama oleh China dan Nepal.
Kedua negara tersebut telah setuju bahwa ketinggian Gunung Everest yang baru adaah 8.848,86 meter. Sebelumnya, kedua negara itu telah berbeda pendapat mengenai apakah ketinggian Everest menyertakan lapisan salju di atasnya.
BACA JUGA: Doug Scott, Penakluk Gunung Everest Pertama Meninggal Dunia
Pihak berwenang China mengatakan sebelumnya Gunung Everest harus diukur hingga ketinggian bebatuannya, sementara pihak berwenang Nepal berpendapat bahwa salju di puncak harus dimasukkan dalam pengukuran.
Pengukuran resmi China sebelumnya menyebut ketinggian Gunung Everest di 8.844,43 meter, empat meter lebih rendah dari penghitungan Nepal.
Everest berdiri di perbatasan antara China dan Nepal dan pendaki gunung mendaki dari kedua sisi.
Pejabat di kementerian luar negeri dan departemen survei Nepal mengatakan bahwa surveyor dari kedua negara telah berkoordinasi untuk menyetujui ketinggian baru.
Kesepakatan untuk bersama-sama mengumumkan pengukuran baru titik tertinggi di bumi itu dibuat selama kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Ibu Kota Nepal, Kathmandu tahun lalu.
BACA JUGA: Korban Tewas Gempa Nepal Bisa Capai 10.000 Orang
Beberapa ahli geologi menyatakan gempa bumi besar Nepal pada 2015 mungkin berdampak pada ketinggian Gunung Everest. Gempa berkekuatan M 7,8 itu menewaskan hampir 9.000 orang di Nepal, dan menyebabkan longsoran salju yang mengubur bagian dari base camp di Everest, menyebabkan setidaknya 18 pendaki tewas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8yNS8xLzcyOTk2LzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Diwartakan BBC, pengukuran terbaru dilakukan dengan menggunakan rata-rata ketinggian permukaan laut sebagai dasarnya. Nepal menggunakan permukaan Teluk Bengala sebagai patokan, sementara China menggunakan permukaan Laut Kuning di Provinsi Shandong sebagai patokan.
Surveyor dari kedua sisi juga menggunakan rumus trigonometri untuk  menghitung ketinggian puncak. Rumus yang mereka gunakan menghitung  tinggi segitiga dengan mengalikan alasnya dengan sudutnya.
Terlepas dari semua pekerjaan tersebut, seseorang masih harus berada di puncak gunung untuk menyelesaikan pengukuran.
Surveyor Nepal naik ke puncak Everest tahun lalu, sementara surveyor  China naik pada Mei 2020, menjadi satu-satunya tim yang mencapai puncak  tahun ini, setelah Nepal menangguhkan semua ekspedisi selama pandemi  virus corona dan China melarang pelancong asing.
Kali ini para surveyor China menggunakan sistem satelit navigasi  BeiDou China, yang diyakini akan menyaingi Global Positioning System  atau GPS milik Amerika Serikat (AS). Sedangkan surveyor Nepal  menggunakan GPS untuk melakukan kalkulasi.
&quot;Kami memproses data ini menggunakan metodologi yang diterima secara  internasional untuk menentukan ketinggian Gunung Everest,&quot; kata Juru  Bicara Departemen Survey Nepal, Damodar Dhakal.
</description><content:encoded>KATHMANDU - Ketinggian gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, bertambah 0,86 meter dari yang sebelumnya dihitung secara resmi. Pertambahan tinggi Gunung Everest itu diumumkan bersama oleh China dan Nepal.
Kedua negara tersebut telah setuju bahwa ketinggian Gunung Everest yang baru adaah 8.848,86 meter. Sebelumnya, kedua negara itu telah berbeda pendapat mengenai apakah ketinggian Everest menyertakan lapisan salju di atasnya.
BACA JUGA: Doug Scott, Penakluk Gunung Everest Pertama Meninggal Dunia
Pihak berwenang China mengatakan sebelumnya Gunung Everest harus diukur hingga ketinggian bebatuannya, sementara pihak berwenang Nepal berpendapat bahwa salju di puncak harus dimasukkan dalam pengukuran.
Pengukuran resmi China sebelumnya menyebut ketinggian Gunung Everest di 8.844,43 meter, empat meter lebih rendah dari penghitungan Nepal.
Everest berdiri di perbatasan antara China dan Nepal dan pendaki gunung mendaki dari kedua sisi.
Pejabat di kementerian luar negeri dan departemen survei Nepal mengatakan bahwa surveyor dari kedua negara telah berkoordinasi untuk menyetujui ketinggian baru.
Kesepakatan untuk bersama-sama mengumumkan pengukuran baru titik tertinggi di bumi itu dibuat selama kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Ibu Kota Nepal, Kathmandu tahun lalu.
BACA JUGA: Korban Tewas Gempa Nepal Bisa Capai 10.000 Orang
Beberapa ahli geologi menyatakan gempa bumi besar Nepal pada 2015 mungkin berdampak pada ketinggian Gunung Everest. Gempa berkekuatan M 7,8 itu menewaskan hampir 9.000 orang di Nepal, dan menyebabkan longsoran salju yang mengubur bagian dari base camp di Everest, menyebabkan setidaknya 18 pendaki tewas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8yNS8xLzcyOTk2LzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Diwartakan BBC, pengukuran terbaru dilakukan dengan menggunakan rata-rata ketinggian permukaan laut sebagai dasarnya. Nepal menggunakan permukaan Teluk Bengala sebagai patokan, sementara China menggunakan permukaan Laut Kuning di Provinsi Shandong sebagai patokan.
Surveyor dari kedua sisi juga menggunakan rumus trigonometri untuk  menghitung ketinggian puncak. Rumus yang mereka gunakan menghitung  tinggi segitiga dengan mengalikan alasnya dengan sudutnya.
Terlepas dari semua pekerjaan tersebut, seseorang masih harus berada di puncak gunung untuk menyelesaikan pengukuran.
Surveyor Nepal naik ke puncak Everest tahun lalu, sementara surveyor  China naik pada Mei 2020, menjadi satu-satunya tim yang mencapai puncak  tahun ini, setelah Nepal menangguhkan semua ekspedisi selama pandemi  virus corona dan China melarang pelancong asing.
Kali ini para surveyor China menggunakan sistem satelit navigasi  BeiDou China, yang diyakini akan menyaingi Global Positioning System  atau GPS milik Amerika Serikat (AS). Sedangkan surveyor Nepal  menggunakan GPS untuk melakukan kalkulasi.
&quot;Kami memproses data ini menggunakan metodologi yang diterima secara  internasional untuk menentukan ketinggian Gunung Everest,&quot; kata Juru  Bicara Departemen Survey Nepal, Damodar Dhakal.
</content:encoded></item></channel></rss>
