<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 6 Laskar FPI Ditembak Mati, LP3ES Ingatkan Kasus Kekerasan Aktivis Tanpa Pengadilan   </title><description>Wijayanto angkat bicara mengenai kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di rezim Joko Widodo-Ma'ruf Amin.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/09/337/2324817/6-laskar-fpi-ditembak-mati-lp3es-ingatkan-kasus-kekerasan-aktivis-tanpa-pengadilan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/09/337/2324817/6-laskar-fpi-ditembak-mati-lp3es-ingatkan-kasus-kekerasan-aktivis-tanpa-pengadilan"/><item><title> 6 Laskar FPI Ditembak Mati, LP3ES Ingatkan Kasus Kekerasan Aktivis Tanpa Pengadilan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/09/337/2324817/6-laskar-fpi-ditembak-mati-lp3es-ingatkan-kasus-kekerasan-aktivis-tanpa-pengadilan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/09/337/2324817/6-laskar-fpi-ditembak-mati-lp3es-ingatkan-kasus-kekerasan-aktivis-tanpa-pengadilan</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2020 22:20 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Media</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/09/337/2324817/6-anggota-fpi-ditembak-mati-lp3es-ingatkan-kasus-kekerasan-aktivis-tanpa-pengadilan-hvevmzQGtZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/09/337/2324817/6-anggota-fpi-ditembak-mati-lp3es-ingatkan-kasus-kekerasan-aktivis-tanpa-pengadilan-hvevmzQGtZ.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Direktur For Center Media and Democracy LP3ES, Wijayanto angkat bicara mengenai kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di rezim Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya, rezim tersebut tidak memiliki fokus urusan HAM.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;6 Laskar FPI Ditembak Mati, Habib Rizieq Minta Pendukungnya Bersabar&amp;nbsp;
Wijayanto pun sangat menyayangkan karena mengutamakan pembangunan infrastruktur dibanding memikirkan hak dasar manusia.
Baca juga:&amp;nbsp;Viral, Habib Rizieq Hadiri Pemakaman Laskar FPI di Ponpes Megamendung&amp;nbsp;
Kata dia, beberapa peristiwa pelanggaran HAM dianggap hal biasa. Bahkan tanpa adanya proses dan kepastian hukum. Oleh sebab itu, ia memprediksi pada tahun-tahun mendatang kondisi HAM di Indonesia akan jauh lebih buruk lagi.
&quot;Saya menyampaikan satu pesan bahwa saya khawatir, kondisinya akan lebih buruk lagi pada masa mendatang di tahun 2021, karena tak ada lagi oposisi yang bersuara mengkritisi pemerintah,&quot; ungkap Wijaya dalam webinar LP3ES bertajuk 'Evaluasi Akhir Tahun Isu HAM Era Jokowi dan Kekerasan Negara', Rabu (9/12/2020).
Ia juga prihatin atas peristiwa penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin 7 Desember 2020 kemarin.


Menurutnya, hal tersebut mengingatkan kepada kasus-kasus HAM terdahulu yang tidak jelas proses hukumnya.
&quot;Kasus terbaru meningggalnya 6 orang tanpa pengadilan, tentu saja mengingatkan kita kembali pada kasus kekerasan pada para aktivis tanpa pengadilan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur For Center Media and Democracy LP3ES, Wijayanto angkat bicara mengenai kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di rezim Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya, rezim tersebut tidak memiliki fokus urusan HAM.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;6 Laskar FPI Ditembak Mati, Habib Rizieq Minta Pendukungnya Bersabar&amp;nbsp;
Wijayanto pun sangat menyayangkan karena mengutamakan pembangunan infrastruktur dibanding memikirkan hak dasar manusia.
Baca juga:&amp;nbsp;Viral, Habib Rizieq Hadiri Pemakaman Laskar FPI di Ponpes Megamendung&amp;nbsp;
Kata dia, beberapa peristiwa pelanggaran HAM dianggap hal biasa. Bahkan tanpa adanya proses dan kepastian hukum. Oleh sebab itu, ia memprediksi pada tahun-tahun mendatang kondisi HAM di Indonesia akan jauh lebih buruk lagi.
&quot;Saya menyampaikan satu pesan bahwa saya khawatir, kondisinya akan lebih buruk lagi pada masa mendatang di tahun 2021, karena tak ada lagi oposisi yang bersuara mengkritisi pemerintah,&quot; ungkap Wijaya dalam webinar LP3ES bertajuk 'Evaluasi Akhir Tahun Isu HAM Era Jokowi dan Kekerasan Negara', Rabu (9/12/2020).
Ia juga prihatin atas peristiwa penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin 7 Desember 2020 kemarin.


Menurutnya, hal tersebut mengingatkan kepada kasus-kasus HAM terdahulu yang tidak jelas proses hukumnya.
&quot;Kasus terbaru meningggalnya 6 orang tanpa pengadilan, tentu saja mengingatkan kita kembali pada kasus kekerasan pada para aktivis tanpa pengadilan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
