<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Petugas KPPS Jemput Bola agar Pasien Covid-19 Bisa Nyoblos</title><description>Kalau dirasakan ya pasti cemas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/09/519/2324678/kisah-petugas-kpps-jemput-bola-agar-pasien-covid-19-bisa-nyoblos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/09/519/2324678/kisah-petugas-kpps-jemput-bola-agar-pasien-covid-19-bisa-nyoblos"/><item><title>Kisah Petugas KPPS Jemput Bola agar Pasien Covid-19 Bisa Nyoblos</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/09/519/2324678/kisah-petugas-kpps-jemput-bola-agar-pasien-covid-19-bisa-nyoblos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/09/519/2324678/kisah-petugas-kpps-jemput-bola-agar-pasien-covid-19-bisa-nyoblos</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2020 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/09/519/2324678/kisah-petugas-kpps-jemput-bola-agar-pasien-covid-19-bisa-nyoblos-LomNOEMQ2J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petuga jemput bola ke rumah pasien Covid-19 agar tetap bisa nyoblos (Foto : Okezone.com/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/09/519/2324678/kisah-petugas-kpps-jemput-bola-agar-pasien-covid-19-bisa-nyoblos-LomNOEMQ2J.jpg</image><title>Petuga jemput bola ke rumah pasien Covid-19 agar tetap bisa nyoblos (Foto : Okezone.com/Avirista)</title></images><description>MALANG - Seorang petugas KPPS mengisahkan dirinya harus jemput bola ke rumah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri agar tetap bisa nyoblos di Pilkada serentak. Petugas KPPS TPS 7 Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen bernama Tinton Alfi ini harus mendatang rumah-rumah pemilih dengan menggunakan pakaian hazmat lengkap.

Tinto mengaku sedikit takut lantaran yang didatanginya merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri. Namun karena tugas negara, mau tidak mau ia harus menyelesaikan kewajibannya.

&quot;Kalau dirasakan ya pasti cemas. Pasti mas. Bagaimana lagi kan ini tugas. Kita kan harus menyelesaikan kewajiban kita untuk memberikan layanan bagi mereka untuk mencoblos itu,&quot; ujar Tinton Alfi ditemui di lokasi, Rabu (9/12/2020).

Menurutnya, ia ditunjuk petugas KPPS untuk melakukan jemput bola ke rumah pasien Covid-19. Namun ada petugas lainnya yang sebelumnya enggan yang seharusnya melakukan penjemputan ke pasien Covid-19 tidak mau berangkat karena takut tertular.

&quot;Awalnya sih ditunjuk KPPS. Tapi kalau nggak ada yang mau gini, gimana mereka kalau mau nyalurkan aspirasinya. Ya inisiatif saja,&quot; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Hitung Cepat Pilkada Kalteng: Ben Ibrahim-Ujang 46,27% &amp;amp; Sugianto-Edy Pratowo 53,7%
Baca Juga :&amp;nbsp;Pasien Covid-19 Nyoblos, Tenaga Medis jadi Petugas TPS Dadakan

Namun pasca melakukan jemput bola ini, Tinton harus rela melakukan isolasi mandiri. Selama isolasi mandiri itu pula dirinya harus terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga kebersihan diri.

&quot;Arahannya disuruh isolasi mandiri. Insya Allah jaga kondisi tubuh, jaga kebersihan, protokol kesehatan dari pemerintah itu dilakukan,&quot; tandasnya.Sebagai Informasi, kontestasi Pilkada Malang 2020, diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Sanusi dan Didik Gatot Subroto yang merupakan petahana, dan pasangan Lathifah Shohib, dan Didik Budi Muljono.

Sanusi-Didik, diusung oleh enam partai politik yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara Lathifah-Didik, diusung oleh PKB, dan Partai Hanura.

Selain itu keduanya, ada pasangan calon nomor urut 3 dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono, dan Gunadi Handoko.</description><content:encoded>MALANG - Seorang petugas KPPS mengisahkan dirinya harus jemput bola ke rumah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri agar tetap bisa nyoblos di Pilkada serentak. Petugas KPPS TPS 7 Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen bernama Tinton Alfi ini harus mendatang rumah-rumah pemilih dengan menggunakan pakaian hazmat lengkap.

Tinto mengaku sedikit takut lantaran yang didatanginya merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri. Namun karena tugas negara, mau tidak mau ia harus menyelesaikan kewajibannya.

&quot;Kalau dirasakan ya pasti cemas. Pasti mas. Bagaimana lagi kan ini tugas. Kita kan harus menyelesaikan kewajiban kita untuk memberikan layanan bagi mereka untuk mencoblos itu,&quot; ujar Tinton Alfi ditemui di lokasi, Rabu (9/12/2020).

Menurutnya, ia ditunjuk petugas KPPS untuk melakukan jemput bola ke rumah pasien Covid-19. Namun ada petugas lainnya yang sebelumnya enggan yang seharusnya melakukan penjemputan ke pasien Covid-19 tidak mau berangkat karena takut tertular.

&quot;Awalnya sih ditunjuk KPPS. Tapi kalau nggak ada yang mau gini, gimana mereka kalau mau nyalurkan aspirasinya. Ya inisiatif saja,&quot; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Hitung Cepat Pilkada Kalteng: Ben Ibrahim-Ujang 46,27% &amp;amp; Sugianto-Edy Pratowo 53,7%
Baca Juga :&amp;nbsp;Pasien Covid-19 Nyoblos, Tenaga Medis jadi Petugas TPS Dadakan

Namun pasca melakukan jemput bola ini, Tinton harus rela melakukan isolasi mandiri. Selama isolasi mandiri itu pula dirinya harus terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga kebersihan diri.

&quot;Arahannya disuruh isolasi mandiri. Insya Allah jaga kondisi tubuh, jaga kebersihan, protokol kesehatan dari pemerintah itu dilakukan,&quot; tandasnya.Sebagai Informasi, kontestasi Pilkada Malang 2020, diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Sanusi dan Didik Gatot Subroto yang merupakan petahana, dan pasangan Lathifah Shohib, dan Didik Budi Muljono.

Sanusi-Didik, diusung oleh enam partai politik yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara Lathifah-Didik, diusung oleh PKB, dan Partai Hanura.

Selain itu keduanya, ada pasangan calon nomor urut 3 dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono, dan Gunadi Handoko.</content:encoded></item></channel></rss>
