<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Ribu Santri Positif Covid-19, Paling Banyak di Cilacap</title><description>Angka itu didapat dari pemantauan selama tiga bulan, mulai September-November 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/10/337/2324859/3-ribu-santri-positif-covid-19-paling-banyak-di-cilacap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/10/337/2324859/3-ribu-santri-positif-covid-19-paling-banyak-di-cilacap"/><item><title>3 Ribu Santri Positif Covid-19, Paling Banyak di Cilacap</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/10/337/2324859/3-ribu-santri-positif-covid-19-paling-banyak-di-cilacap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/10/337/2324859/3-ribu-santri-positif-covid-19-paling-banyak-di-cilacap</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2020 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/10/337/2324859/3-ribu-santri-positif-covid-19-paling-banyak-di-cilacap-vyfDpXQJuQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/10/337/2324859/3-ribu-santri-positif-covid-19-paling-banyak-di-cilacap-vyfDpXQJuQ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sebanyak 3 ribu santri terpapar Covid-19 dari klaster pesantren. Angka itu didapat dari pemantauan selama tiga bulan, mulai September-November 2020.
&quot;Hasil pemantauan selama 3 bulan menujukkan bahwa klaster pondok pesantren sangat besar jumlahnya, bahkan wilayah seperti di Cilacap, pada bulan Oktober total kasus Covid-19 mencapai 908, dari jumlah tersebut 55,29% atau 502 kasusnya berasal dari pondok pesantren di wilayah Cilacap,&quot; ungkap Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI itu menambahkan, hasil pemantauan FSGI pada bulan September 2020 menunjukkan jumlah santri yang positif Covid-19 mencapai ribuan, angka tepatnya 1362.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNy8xLzEyNTE4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara pada Oktober 2020, FSGI tercatat 700 santri positif Covid-19 dan pada bulan November 2020 mencapai 940 santri. Bahkan, lanjut Retno, terdapat Ponpes di Banyumas dengan angka kasus santri positif Covid-19 mencapai 328 orang, dan Ponpes di Banyuwangi&amp;nbsp; dengan kasus santri positif Covid-19 mencapai 622 orang.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;14 Santriwati Ponpes di Cianjur Positif Covid-19
&quot;Dari jumlah tersebut, selain santri sudah termasuk pengelola, pegawai dan pimpinan pondok pesantren, hanya jumlahnya 99% didominasi santri. Total dari data yang dikumpulkan FSGI mencapai 3.002 kasus Covid-19 hanya dari kluster pondok pesantren,&quot; jelas dia.FSGI mencatat klaster Ponpes berlangsung di enam provinsi dan 18 kabupaten/kota. Retno juga mendorong Kemenag untuk menyosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menerapkan protokol kesehatan di pondok pesantren guna mencegah terjadinya klaster Ponpes.&amp;nbsp;
&quot;FSGI mendorong tes swab secara berkala dengan sampel acak, misalnya sebulan sekali, pembiayaan bisa ditanggung renteng dengan stakeholder terkait,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sebanyak 3 ribu santri terpapar Covid-19 dari klaster pesantren. Angka itu didapat dari pemantauan selama tiga bulan, mulai September-November 2020.
&quot;Hasil pemantauan selama 3 bulan menujukkan bahwa klaster pondok pesantren sangat besar jumlahnya, bahkan wilayah seperti di Cilacap, pada bulan Oktober total kasus Covid-19 mencapai 908, dari jumlah tersebut 55,29% atau 502 kasusnya berasal dari pondok pesantren di wilayah Cilacap,&quot; ungkap Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI itu menambahkan, hasil pemantauan FSGI pada bulan September 2020 menunjukkan jumlah santri yang positif Covid-19 mencapai ribuan, angka tepatnya 1362.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNy8xLzEyNTE4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara pada Oktober 2020, FSGI tercatat 700 santri positif Covid-19 dan pada bulan November 2020 mencapai 940 santri. Bahkan, lanjut Retno, terdapat Ponpes di Banyumas dengan angka kasus santri positif Covid-19 mencapai 328 orang, dan Ponpes di Banyuwangi&amp;nbsp; dengan kasus santri positif Covid-19 mencapai 622 orang.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;14 Santriwati Ponpes di Cianjur Positif Covid-19
&quot;Dari jumlah tersebut, selain santri sudah termasuk pengelola, pegawai dan pimpinan pondok pesantren, hanya jumlahnya 99% didominasi santri. Total dari data yang dikumpulkan FSGI mencapai 3.002 kasus Covid-19 hanya dari kluster pondok pesantren,&quot; jelas dia.FSGI mencatat klaster Ponpes berlangsung di enam provinsi dan 18 kabupaten/kota. Retno juga mendorong Kemenag untuk menyosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menerapkan protokol kesehatan di pondok pesantren guna mencegah terjadinya klaster Ponpes.&amp;nbsp;
&quot;FSGI mendorong tes swab secara berkala dengan sampel acak, misalnya sebulan sekali, pembiayaan bisa ditanggung renteng dengan stakeholder terkait,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
