<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Epidemolog Ingatkan Vaksinasi Covid-19 Harus Setelah Uji Klinis Fase 3</title><description>Pemerintah harus memastikan terlebih dahulu hasil uji klinis fase 3 agar program vaksinasi bisa berjalan dengan lancar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/11/337/2325555/epidemolog-ingatkan-vaksinasi-covid-19-harus-setelah-uji-klinis-fase-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/11/337/2325555/epidemolog-ingatkan-vaksinasi-covid-19-harus-setelah-uji-klinis-fase-3"/><item><title>Epidemolog Ingatkan Vaksinasi Covid-19 Harus Setelah Uji Klinis Fase 3</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/11/337/2325555/epidemolog-ingatkan-vaksinasi-covid-19-harus-setelah-uji-klinis-fase-3</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/11/337/2325555/epidemolog-ingatkan-vaksinasi-covid-19-harus-setelah-uji-klinis-fase-3</guid><pubDate>Jum'at 11 Desember 2020 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/11/337/2325555/epidemolog-ingatkan-vaksinasi-covid-19-harus-setelah-uji-klinis-fase-3-auBy10zsQg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/11/337/2325555/epidemolog-ingatkan-vaksinasi-covid-19-harus-setelah-uji-klinis-fase-3-auBy10zsQg.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam melakukan vaksinasi Covid-19.&amp;nbsp;
Menurut dia, pemerintah harus memastikan terlebih dahulu hasil uji klinis fase 3 agar program vaksinasi bisa berjalan dengan lancar.
&quot;Vaksinnya simpan saja dulu sambil menunggu hasil uji fase 3. Sebelum ada hasil fase 3, tidak ada dasar untuk dijadikan program vaksinasi,&quot; kata Dicky saat dihubungi Okezone, Jumat (11/12/2020).
Dicky juga meminta pemerintah untuk melakukan strategi komunikasi yang tepat berbasis ilimiah dan data yang valid sebelum melakukan vaksin Covid-19. Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat bisa menyambut antusias program vaksinasi tersebut.
&quot;Semua pihak terkait agar melakukan strategi komunikasi yang efektif dan tepat, berbasis data ilmiah valid,&quot; ujar dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Seperti diketahui, pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac ke Tanah Air.
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, vaksin akan&amp;nbsp; segera dibagikan kepada tenaga kesehatan setelah lolos uji keamanan dari BPOM.
Baca juga:&amp;nbsp;UEA Klaim Vaksin Covid-19 Buatan China Hampir 90 Persen Efektif
&quot;Untuk vaksin kiriman pertama ini nanti yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan,&quot; kata terang Terawan, Senin 7 Desember 2020.&amp;nbsp;
Kementerian Kesehatan juga&amp;nbsp; telah menyiapkan jumlah sasaran dan kebutuhan vaksin per kabupaten/kota.</description><content:encoded>JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam melakukan vaksinasi Covid-19.&amp;nbsp;
Menurut dia, pemerintah harus memastikan terlebih dahulu hasil uji klinis fase 3 agar program vaksinasi bisa berjalan dengan lancar.
&quot;Vaksinnya simpan saja dulu sambil menunggu hasil uji fase 3. Sebelum ada hasil fase 3, tidak ada dasar untuk dijadikan program vaksinasi,&quot; kata Dicky saat dihubungi Okezone, Jumat (11/12/2020).
Dicky juga meminta pemerintah untuk melakukan strategi komunikasi yang tepat berbasis ilimiah dan data yang valid sebelum melakukan vaksin Covid-19. Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat bisa menyambut antusias program vaksinasi tersebut.
&quot;Semua pihak terkait agar melakukan strategi komunikasi yang efektif dan tepat, berbasis data ilmiah valid,&quot; ujar dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Seperti diketahui, pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac ke Tanah Air.
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, vaksin akan&amp;nbsp; segera dibagikan kepada tenaga kesehatan setelah lolos uji keamanan dari BPOM.
Baca juga:&amp;nbsp;UEA Klaim Vaksin Covid-19 Buatan China Hampir 90 Persen Efektif
&quot;Untuk vaksin kiriman pertama ini nanti yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan,&quot; kata terang Terawan, Senin 7 Desember 2020.&amp;nbsp;
Kementerian Kesehatan juga&amp;nbsp; telah menyiapkan jumlah sasaran dan kebutuhan vaksin per kabupaten/kota.</content:encoded></item></channel></rss>
