<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersyukur Pilkada Lancar, Mahfud MD: Partisipasinya Lebih Tinggi Dibanding 2015</title><description>Dia mengatakan bahwa kecemasan pilkada bakal menimbulkan klaster besar penyebaran virus bisa diatasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/14/337/2327519/bersyukur-pilkada-lancar-mahfud-md-partisipasinya-lebih-tinggi-dibanding-2015</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/14/337/2327519/bersyukur-pilkada-lancar-mahfud-md-partisipasinya-lebih-tinggi-dibanding-2015"/><item><title>Bersyukur Pilkada Lancar, Mahfud MD: Partisipasinya Lebih Tinggi Dibanding 2015</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/14/337/2327519/bersyukur-pilkada-lancar-mahfud-md-partisipasinya-lebih-tinggi-dibanding-2015</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/14/337/2327519/bersyukur-pilkada-lancar-mahfud-md-partisipasinya-lebih-tinggi-dibanding-2015</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2020 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/14/337/2327519/bersyukur-pilkada-lancar-mahfud-md-partisipasinya-lebih-tinggi-dibanding-2015-x6p6ctIb1n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/14/337/2327519/bersyukur-pilkada-lancar-mahfud-md-partisipasinya-lebih-tinggi-dibanding-2015-x6p6ctIb1n.jpg</image><title>Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri  Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD merasa bersyukur bahwa pilkada bersyukur bahwa pilkada dapat berjalan lancar meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Dia mengatakan bahwa kecemasan pilkada bakal menimbulkan klaster besar penyebaran virus bisa diatasi.

&quot;Kami bersyukur alhamdulillah berhasil mengatasi kekhawatiran dan kecemasan yang dulu pilkada serentak ini dilaksanakan di dalam suasana covid. Pada waktu itu banyak sekali usul kepada pemerintah agar pilkada ditunda. Sampai kapan? Tidak tahu, pokoknya ditunda. Karena apa? Karena kalau pilkada diadakan pertama katanya akan menjadi klaster Covid, &quot; katanya dikutip dari siaran pers Puspen Kemendagri, Senin (14/12/2020).

Bahkan menurutnya pada waktu itu jika pilkada tetap dilaksanakan akan ada penularan sebanyak 3 juta atau setidaknya 200 ribu orang terinfeksi. Namun dia mengucapkan rasa terima kasih ya atas semua peringatan sebelum pilkada digelar. Menurutnya hal tersebut bagian dari kecintaan terhadap rakyat Indonesia.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMS8xLzEyNTg0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kita laksanakan dengan bismillah, semua saran kita tampung, kita siapkan protokol kesehatan. Dan alhamdulillah belum ada kasus bahwa kerumunan Pilkada itu menjadi klaster baru,&quot; ujarnya.

Mahfud menambahkan bahwa dengan menjalankan protokol kesehatan tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi. Bahkan angka sementara lebih tinggi dibandingkan dengan pilkada 2015. Seperti diketahui pilkada 2020 ini diikuti daerah peserta pilkada tahun 2015.

&amp;ldquo;Tingkat partisipasi alhamdulillah. Dulu partisipasi kita pilkada serentak 2015 itu adalah 69%, 69,02%. Dikatakan kalau ada pilkada ini akan turun menjadi 50 paling banyak 55%. Sekarang naik menjadi 75,83%,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri  Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD merasa bersyukur bahwa pilkada bersyukur bahwa pilkada dapat berjalan lancar meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Dia mengatakan bahwa kecemasan pilkada bakal menimbulkan klaster besar penyebaran virus bisa diatasi.

&quot;Kami bersyukur alhamdulillah berhasil mengatasi kekhawatiran dan kecemasan yang dulu pilkada serentak ini dilaksanakan di dalam suasana covid. Pada waktu itu banyak sekali usul kepada pemerintah agar pilkada ditunda. Sampai kapan? Tidak tahu, pokoknya ditunda. Karena apa? Karena kalau pilkada diadakan pertama katanya akan menjadi klaster Covid, &quot; katanya dikutip dari siaran pers Puspen Kemendagri, Senin (14/12/2020).

Bahkan menurutnya pada waktu itu jika pilkada tetap dilaksanakan akan ada penularan sebanyak 3 juta atau setidaknya 200 ribu orang terinfeksi. Namun dia mengucapkan rasa terima kasih ya atas semua peringatan sebelum pilkada digelar. Menurutnya hal tersebut bagian dari kecintaan terhadap rakyat Indonesia.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMS8xLzEyNTg0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kita laksanakan dengan bismillah, semua saran kita tampung, kita siapkan protokol kesehatan. Dan alhamdulillah belum ada kasus bahwa kerumunan Pilkada itu menjadi klaster baru,&quot; ujarnya.

Mahfud menambahkan bahwa dengan menjalankan protokol kesehatan tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi. Bahkan angka sementara lebih tinggi dibandingkan dengan pilkada 2015. Seperti diketahui pilkada 2020 ini diikuti daerah peserta pilkada tahun 2015.

&amp;ldquo;Tingkat partisipasi alhamdulillah. Dulu partisipasi kita pilkada serentak 2015 itu adalah 69%, 69,02%. Dikatakan kalau ada pilkada ini akan turun menjadi 50 paling banyak 55%. Sekarang naik menjadi 75,83%,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
