<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanah Bergerak dan Longsor di Pekalongan, 95 Rumah Rusak</title><description>Longsor dan tanah gerak, terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/16/525/2328640/tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/16/525/2328640/tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak"/><item><title>Tanah Bergerak dan Longsor di Pekalongan, 95 Rumah Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/16/525/2328640/tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/16/525/2328640/tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak</guid><pubDate>Rabu 16 Desember 2020 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suryono Sukarno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/16/525/2328640/tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak-8OpFnT9N5s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanah bergerak di Pekalongan, Jawa Barat (Foto: Suryono Sukarno)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/16/525/2328640/tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak-8OpFnT9N5s.jpg</image><title>Tanah bergerak di Pekalongan, Jawa Barat (Foto: Suryono Sukarno)</title></images><description>PEKALONGAN - Longsor dan tanah gerak, terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sebanyak 95 rumah di Dusun Bodas 1 dan Nifas 2 rusak.&amp;nbsp;
Banyak dinding rumah warga retak nyaris ambruk, lantai rumah ambles, jalan desa dan jalan desa rusak. Sedikitnya ada 409 warga, terdampak akibat bencana tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rumah Ambruk Diterjang Longsor, Pasutri yang Tertimbun Selamat
Kepala Desa Bodas, Wasgito mengatakan, peristiwa terjadi setelah turun hujan dengan intensitas tinggi di daerah pegunungan ini.
&quot;Peristiwa tersebut terjadi Senin atau tiga hari lalu dan sampai kini tanah terus bergerak. Rekahan juga memanjang dan semakin lebar. Kejadian ini dikarenakan, intensitas,&quot; tutur Wasgito, Rabu (16/12/2020).
Dijelaskan, dari 95 rumah tersebut terdapat ada beberapa rumah yang kondisinya sangat parah. &quot;Kebanyakan rumah warga semi permanen dan akibat bencana tersebut bangunan rumah menjadi miring,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;
Selain rumah yang rusak, area persawahan milik warga 5 hektare longsor dengan kedalaman 10 meter dan lebar 250 meter. &quot;Total ada 30 hektar yang terdampak dari tanah longsor dan tanah bergerak. 30 hektare tersebut baik area persawahan dan pemukiman warga,&quot; imbuhnya.
Ia menambahkan, saat ini warga kerja bakti bersama untuk membetulkan rumah-rumah yang miring karena tanahnya amblas.
&quot;Upaya pemerintah desa dalam bencana ini yaitu memperbaiki rumah warga dengan material seadanya. Kami juga mengimbau kepada masyarakat Desa Bodas untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika hujan turun dengan lebat lebih dari 2 jam, apabila membahayakan segera mencari tempat yang lebih aman,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;13 Titik di Kabupaten Bogor Dilanda Angin Kencang &amp;amp; Tanah Longsor

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan bencana longsor kali ini. &quot;Saya takut tinggal di rumah karena sudah miring dan. Jika terjadi hujan deras, bisa berbahaya. Kami terpaksa sementara kalau malam jaga bergiliran, menjaga jika ada kejadian,&quot; jelas Harjo, salah satu warga.



Babinsa Bodas, Serda Slamet menyebutkan pihaknya bersama Polri juga warga sering patroli untuk memantau situasi. &quot;Kami dan warga terus bergantian jaga untuk mengawasi keadaan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>PEKALONGAN - Longsor dan tanah gerak, terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sebanyak 95 rumah di Dusun Bodas 1 dan Nifas 2 rusak.&amp;nbsp;
Banyak dinding rumah warga retak nyaris ambruk, lantai rumah ambles, jalan desa dan jalan desa rusak. Sedikitnya ada 409 warga, terdampak akibat bencana tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rumah Ambruk Diterjang Longsor, Pasutri yang Tertimbun Selamat
Kepala Desa Bodas, Wasgito mengatakan, peristiwa terjadi setelah turun hujan dengan intensitas tinggi di daerah pegunungan ini.
&quot;Peristiwa tersebut terjadi Senin atau tiga hari lalu dan sampai kini tanah terus bergerak. Rekahan juga memanjang dan semakin lebar. Kejadian ini dikarenakan, intensitas,&quot; tutur Wasgito, Rabu (16/12/2020).
Dijelaskan, dari 95 rumah tersebut terdapat ada beberapa rumah yang kondisinya sangat parah. &quot;Kebanyakan rumah warga semi permanen dan akibat bencana tersebut bangunan rumah menjadi miring,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;
Selain rumah yang rusak, area persawahan milik warga 5 hektare longsor dengan kedalaman 10 meter dan lebar 250 meter. &quot;Total ada 30 hektar yang terdampak dari tanah longsor dan tanah bergerak. 30 hektare tersebut baik area persawahan dan pemukiman warga,&quot; imbuhnya.
Ia menambahkan, saat ini warga kerja bakti bersama untuk membetulkan rumah-rumah yang miring karena tanahnya amblas.
&quot;Upaya pemerintah desa dalam bencana ini yaitu memperbaiki rumah warga dengan material seadanya. Kami juga mengimbau kepada masyarakat Desa Bodas untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika hujan turun dengan lebat lebih dari 2 jam, apabila membahayakan segera mencari tempat yang lebih aman,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;13 Titik di Kabupaten Bogor Dilanda Angin Kencang &amp;amp; Tanah Longsor

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan bencana longsor kali ini. &quot;Saya takut tinggal di rumah karena sudah miring dan. Jika terjadi hujan deras, bisa berbahaya. Kami terpaksa sementara kalau malam jaga bergiliran, menjaga jika ada kejadian,&quot; jelas Harjo, salah satu warga.



Babinsa Bodas, Serda Slamet menyebutkan pihaknya bersama Polri juga warga sering patroli untuk memantau situasi. &quot;Kami dan warga terus bergantian jaga untuk mengawasi keadaan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
