<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri Penembakan 6 Laskar FPI, Komnas HAM: Nuansa Politiknya Semakin Besar!</title><description>Taufan menyebut kasus itu semakin kental akan nuansa politik, yang membuat pihaknya semakin berhati-hati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329258/misteri-penembakan-6-laskar-fpi-komnas-ham-nuansa-politiknya-semakin-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329258/misteri-penembakan-6-laskar-fpi-komnas-ham-nuansa-politiknya-semakin-besar"/><item><title>Misteri Penembakan 6 Laskar FPI, Komnas HAM: Nuansa Politiknya Semakin Besar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329258/misteri-penembakan-6-laskar-fpi-komnas-ham-nuansa-politiknya-semakin-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329258/misteri-penembakan-6-laskar-fpi-komnas-ham-nuansa-politiknya-semakin-besar</guid><pubDate>Kamis 17 Desember 2020 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Djairan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/17/337/2329258/misteri-penembakan-6-laskar-fpi-komnas-ham-nuansa-politiknya-semakin-besar-qaIy3ccpTQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/17/337/2329258/misteri-penembakan-6-laskar-fpi-komnas-ham-nuansa-politiknya-semakin-besar-qaIy3ccpTQ.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Peristiwa penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh Polisi menimbulkan banyak perdebatan dan kontroversi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus berupaya memecahkan misteri insiden di Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu itu.
Adapun keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi. Mereka semua diketahui merupakan anggota Laskar FPI DKI Jakarta.
(Baca juga: Penembakan 6 Laskar FPI, Bareskrim Kembali Panggil Jurnalis Senior Edy Mulyadi)
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan permasalahan tersebut tidak hanya sekedar tewasnya enam orang pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, tapi lebih dari itu. Taufan menyebut kasus itu semakin kental akan nuansa politik, yang membuat pihaknya semakin berhati-hati.
&amp;ldquo;Kita tentu tidak bisa cepat-cepat mengambil kesimpulan, sebelum kita menunjukkan bukti-bukti yang lebih komprehensif. Karena terus terang, ini masalahnya tidak hanya sekedar terbunuhnya enam orang Laskar FPI, tetapi kalau kita cermati ini nuansa politiknya juga sudah semakin besar, masyarakat kita semakin terbelah,&amp;rdquo; ujar Taufan dalam sesi wawancara, dikutip Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Tim Bantuan Hukum Dampingi Saksi dari FPI di Polda Jabar)
Kasus tersebut kata dia tidak lepas kaitannya dari permasalahan yang menyangkut Habib Rizieq sendiri, dan menjadikan nuansa politik itu semakin berbahaya. Dalam memecahkan teka-teki kasus ini, Komnas HAM juga tak lepas dari berbagai macam tudingan.
&amp;ldquo;Beredar video-video yang menggabungkan pernyataan saya terkait kasus lain, padahal yang ini kan belum ada kesimpulan. Sampai ada yang mengatakan Komnas HAM telah menemukan bukti kebohongan polisi, itu hoaks berbahaya. Juga ada yang menyebut Ketua Komnas HAM ini HTI, tidak kredibel, dekat dengan keluarga cendana, nuansa politiknya begitu terasa,&amp;rdquo; ujarnya.
Hingga kini, Komnas HAM sendiri telah melakukan pemeriksaan kepada sebanyak 20 orang saksi terkait insiden penembakan tersebut. Total 20 orang saksi itu berasal dari berbagai pihak, baik saksi masyarakat di lokasi, pihak kepolisian dan pihak FPI. Salah satu saksi yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, yang diperiksa pada Senin 14 Desember 2020.


Dalam mencari fakta di lapangan, kata Taufan, pihaknya telah memakan waktu berhari-hari. Meskipun demikian, pihaknya tak ingin terburu-buru dalam menggodok kesimpulan.
&amp;ldquo;Lebih baik kita sabar menunggu untuk mendapatkan satu jawaban yang sebenar-benarnya, daripada memaksakan diri apalagi di tegah-tengah keriuhan nuansa politik, itu akan membahayakan,&amp;rdquo; kata dia

</description><content:encoded>JAKARTA - Peristiwa penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh Polisi menimbulkan banyak perdebatan dan kontroversi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus berupaya memecahkan misteri insiden di Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu itu.
Adapun keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi. Mereka semua diketahui merupakan anggota Laskar FPI DKI Jakarta.
(Baca juga: Penembakan 6 Laskar FPI, Bareskrim Kembali Panggil Jurnalis Senior Edy Mulyadi)
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan permasalahan tersebut tidak hanya sekedar tewasnya enam orang pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, tapi lebih dari itu. Taufan menyebut kasus itu semakin kental akan nuansa politik, yang membuat pihaknya semakin berhati-hati.
&amp;ldquo;Kita tentu tidak bisa cepat-cepat mengambil kesimpulan, sebelum kita menunjukkan bukti-bukti yang lebih komprehensif. Karena terus terang, ini masalahnya tidak hanya sekedar terbunuhnya enam orang Laskar FPI, tetapi kalau kita cermati ini nuansa politiknya juga sudah semakin besar, masyarakat kita semakin terbelah,&amp;rdquo; ujar Taufan dalam sesi wawancara, dikutip Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Tim Bantuan Hukum Dampingi Saksi dari FPI di Polda Jabar)
Kasus tersebut kata dia tidak lepas kaitannya dari permasalahan yang menyangkut Habib Rizieq sendiri, dan menjadikan nuansa politik itu semakin berbahaya. Dalam memecahkan teka-teki kasus ini, Komnas HAM juga tak lepas dari berbagai macam tudingan.
&amp;ldquo;Beredar video-video yang menggabungkan pernyataan saya terkait kasus lain, padahal yang ini kan belum ada kesimpulan. Sampai ada yang mengatakan Komnas HAM telah menemukan bukti kebohongan polisi, itu hoaks berbahaya. Juga ada yang menyebut Ketua Komnas HAM ini HTI, tidak kredibel, dekat dengan keluarga cendana, nuansa politiknya begitu terasa,&amp;rdquo; ujarnya.
Hingga kini, Komnas HAM sendiri telah melakukan pemeriksaan kepada sebanyak 20 orang saksi terkait insiden penembakan tersebut. Total 20 orang saksi itu berasal dari berbagai pihak, baik saksi masyarakat di lokasi, pihak kepolisian dan pihak FPI. Salah satu saksi yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, yang diperiksa pada Senin 14 Desember 2020.


Dalam mencari fakta di lapangan, kata Taufan, pihaknya telah memakan waktu berhari-hari. Meskipun demikian, pihaknya tak ingin terburu-buru dalam menggodok kesimpulan.
&amp;ldquo;Lebih baik kita sabar menunggu untuk mendapatkan satu jawaban yang sebenar-benarnya, daripada memaksakan diri apalagi di tegah-tengah keriuhan nuansa politik, itu akan membahayakan,&amp;rdquo; kata dia

</content:encoded></item></channel></rss>
