<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polda Metro Tidak Keluarkan Izin Aksi 1812 Bela Habib Rizieq</title><description>Menurutnya, aksi tersebut bisa saja menimbulkan kerumunan yang mengakibatkan timbulnya klaster baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329341/polda-metro-tidak-keluarkan-izin-aksi-1812-bela-habib-rizieq</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329341/polda-metro-tidak-keluarkan-izin-aksi-1812-bela-habib-rizieq"/><item><title>Polda Metro Tidak Keluarkan Izin Aksi 1812 Bela Habib Rizieq</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329341/polda-metro-tidak-keluarkan-izin-aksi-1812-bela-habib-rizieq</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/17/337/2329341/polda-metro-tidak-keluarkan-izin-aksi-1812-bela-habib-rizieq</guid><pubDate>Kamis 17 Desember 2020 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Helmi Syarif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/17/337/2329341/polda-metro-tidak-keluarkan-izin-aksi-1812-bela-habib-rizieq-tF5xklUsQa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/17/337/2329341/polda-metro-tidak-keluarkan-izin-aksi-1812-bela-habib-rizieq-tF5xklUsQa.jpg</image><title>foto: ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin akan aksi 1812 bela Habib Rizieq yang dilakukan oleh kelompok mengatasnamakan Anak NKRI yang rencananya akan dilaksanakan  di depan Istana Negara, Jumat 18 Desember 2020.
(Baca juga: Sambangi Komnas HAM, Dokter yang Autopsi 6 Laskar FPI Bungkam Seribu Bahasa)
Kabis Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tidak akan mengeluarkan STTP atau izin keramaian kepada peserta aksi yang akan menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab dan menyelesaikan kasus penembakan enam laskar Khusus FPI.
&amp;ldquo;Kita akan lakukan operasi kemanusian, dan tentunya tidak akan memberikan izin atau mengeluarkan STTPnya,&amp;rdquo; kata Yusri  di Polda Metro Jaya, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Jelang Aksi 1812, Kades di Jawa Barat Ikut Aksi Demo Bela Habib Rizieq)
Menurutnya, aksi tersebut bisa saja menimbulkan kerumunan yang mengakibatkan timbulnya klaster baru. Sehingga untuk menjaga masyarakat yang aman dan sehat maka pihaknya tentunya akan melakukan operasi kemanusiaan guna membubarkan kerumunan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjA5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seperti diketahui, Aksi 1812 bersama ANAK NKRI nanti bertajuk &quot;Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI&quot; dengan beberapa tuntutan yaitu, usut tuntas pembunuhan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI), bebaskan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, stop kriminalisasi ulama, dan stop diskriminasi hukum.
Aksi nantinya akan dihadiri dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas). Diantaranya, Front Pembela Islam (FPI), GNPF-Ulama, PA 212 dan lain sebagainya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin akan aksi 1812 bela Habib Rizieq yang dilakukan oleh kelompok mengatasnamakan Anak NKRI yang rencananya akan dilaksanakan  di depan Istana Negara, Jumat 18 Desember 2020.
(Baca juga: Sambangi Komnas HAM, Dokter yang Autopsi 6 Laskar FPI Bungkam Seribu Bahasa)
Kabis Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tidak akan mengeluarkan STTP atau izin keramaian kepada peserta aksi yang akan menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab dan menyelesaikan kasus penembakan enam laskar Khusus FPI.
&amp;ldquo;Kita akan lakukan operasi kemanusian, dan tentunya tidak akan memberikan izin atau mengeluarkan STTPnya,&amp;rdquo; kata Yusri  di Polda Metro Jaya, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Jelang Aksi 1812, Kades di Jawa Barat Ikut Aksi Demo Bela Habib Rizieq)
Menurutnya, aksi tersebut bisa saja menimbulkan kerumunan yang mengakibatkan timbulnya klaster baru. Sehingga untuk menjaga masyarakat yang aman dan sehat maka pihaknya tentunya akan melakukan operasi kemanusiaan guna membubarkan kerumunan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjA5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seperti diketahui, Aksi 1812 bersama ANAK NKRI nanti bertajuk &quot;Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI&quot; dengan beberapa tuntutan yaitu, usut tuntas pembunuhan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI), bebaskan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, stop kriminalisasi ulama, dan stop diskriminasi hukum.
Aksi nantinya akan dihadiri dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas). Diantaranya, Front Pembela Islam (FPI), GNPF-Ulama, PA 212 dan lain sebagainya.

</content:encoded></item></channel></rss>
