<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Catat Rekor Kasus Covid-19, Ratusan Orang dalam Penjara Terinfeksi</title><description>Korsel telah mengalami 1.000 lebih kasus selama lima hari berturut-turut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/20/18/2331049/korsel-catat-rekor-kasus-covid-19-ratusan-orang-dalam-penjara-terinfeksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/20/18/2331049/korsel-catat-rekor-kasus-covid-19-ratusan-orang-dalam-penjara-terinfeksi"/><item><title>Korsel Catat Rekor Kasus Covid-19, Ratusan Orang dalam Penjara Terinfeksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/20/18/2331049/korsel-catat-rekor-kasus-covid-19-ratusan-orang-dalam-penjara-terinfeksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/20/18/2331049/korsel-catat-rekor-kasus-covid-19-ratusan-orang-dalam-penjara-terinfeksi</guid><pubDate>Minggu 20 Desember 2020 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/20/18/2331049/korsel-catat-rekor-kasus-covid-19-ratusan-orang-dalam-penjara-terinfeksi-LwupKUEEuV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi berjaga di dekat bus polisi di lapangan Gwanghamun, Seoul, Korea Selatan, mencegah protes anti pemerintah di tengah pandemi virus corona, 3 Oktober 2020. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/20/18/2331049/korsel-catat-rekor-kasus-covid-19-ratusan-orang-dalam-penjara-terinfeksi-LwupKUEEuV.jpg</image><title>Polisi berjaga di dekat bus polisi di lapangan Gwanghamun, Seoul, Korea Selatan, mencegah protes anti pemerintah di tengah pandemi virus corona, 3 Oktober 2020. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Korea Selatan melaporkan rekor 1.097 kasus baru Covid-19 pada Minggu, termasuk wabah di sebuah penjara Seoul yang menginfeksi 185 orang sementara gelombang terbaru virus corona di negara itu memburuk.
Dengan infeksi harian sebanyak lebih dari 1.000 untuk hari kelima berturut-turut, beberapa ahli medis mengkritik pemerintah karena dianggap lambat dalam menerapkan pembatasan sosial yang lebih ketat.
BACA JUGA: Menlu Korsel Tidak Percaya Tak Ada Kasus Covid-19 di Korut
Pada awal pandemi, pelacakan dan pengujian agresif yang dilancarkan Korea Selatan telah menjadikan negara itu menjadi kisah sukses global --ketika banyak negara mengalami lonjakan infeksi virus corona, yang mendorong mereka menerapkan penguncian luas.
Tetapi lonjakan baru-baru ini --sebagian besar berasal dari kelompok yang tersebar luas daripada wabah besar yang terisolasi dari gelombang sebelumnya-- telah meningkatkan kekhawatiran karena negara itu kekurangan tempat tidur rumah sakit.
Total harian melebihi rekor pada Rabu (16/12/2020), yaitu 1.076 kasus, menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).
Pada kasus baru, 1.072 ditularkan secara lokal dan 25 merupakan kasus impor.
Dengan jumlah baru tersebut, total infeksi virus corona di Korea Selatan per Sabtu (19/12/2020) tengah malam menjadi 49.665, dengan total 674 kematian akibat Covid-19.
Sebuah penjara di tenggara Seoul mencatat wabah besar, dengan 184 narapidana dan satu pekerja terinfeksi, kata seorang pejabat Kementerian Kehakiman.
BACA JUGA: Di Kelas dan RS, Siswa Korsel Ikuti Ujian Masuk Universitas di Tengah Pandemi Covid-19
Mantan presiden konservatif Lee Myung-bak, yang berada di penjara itu untuk menjalani hukuman karena korupsi, dinyatakan negatif terkena virus, kata pejabat tersebut.
Sekitar 61 orang di panti jompo di Kota Cheongju tertular virus itu, kata kantor berita Yonhap.
Pada Selasa (15/12/2020), Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun memohon kepada penduduk  untuk mematuhi aturan pembatasan sosial untuk menghindari pembatasan lebih ketat  dalam menghadapi gelombang infeksi virus corona terbesar di negara itu.
Sekolah-sekolah di wilayah metropolitan Seoul ditutup selama satu  bulan mulai Selasa karena pemerintah semakin dekat untuk memberlakukan  pembatasan terberat, Level 3, yang pada dasarnya berarti penguncian  diberlakukan di negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu.
Di bawah penguncian semacam itu, perusahaan hanya diizinkan untuk  membolehkan pekerja penting berada di kantor, sementara pertemuan lebih  dari 10 orang akan dilarang
&quot;Sementara sebagian besar warga menanggung ketidaknyamanan untuk  mematuhi aturan, beberapa warga malah mempercepat penyebaran virus  corona dengan kecerobohan mereka,&quot; ujar Perdana Menteri Chung Sye-kyun  dalam sambutan yang disiarkan televisi pada pertemuan pemerintah.
</description><content:encoded>SEOUL - Korea Selatan melaporkan rekor 1.097 kasus baru Covid-19 pada Minggu, termasuk wabah di sebuah penjara Seoul yang menginfeksi 185 orang sementara gelombang terbaru virus corona di negara itu memburuk.
Dengan infeksi harian sebanyak lebih dari 1.000 untuk hari kelima berturut-turut, beberapa ahli medis mengkritik pemerintah karena dianggap lambat dalam menerapkan pembatasan sosial yang lebih ketat.
BACA JUGA: Menlu Korsel Tidak Percaya Tak Ada Kasus Covid-19 di Korut
Pada awal pandemi, pelacakan dan pengujian agresif yang dilancarkan Korea Selatan telah menjadikan negara itu menjadi kisah sukses global --ketika banyak negara mengalami lonjakan infeksi virus corona, yang mendorong mereka menerapkan penguncian luas.
Tetapi lonjakan baru-baru ini --sebagian besar berasal dari kelompok yang tersebar luas daripada wabah besar yang terisolasi dari gelombang sebelumnya-- telah meningkatkan kekhawatiran karena negara itu kekurangan tempat tidur rumah sakit.
Total harian melebihi rekor pada Rabu (16/12/2020), yaitu 1.076 kasus, menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).
Pada kasus baru, 1.072 ditularkan secara lokal dan 25 merupakan kasus impor.
Dengan jumlah baru tersebut, total infeksi virus corona di Korea Selatan per Sabtu (19/12/2020) tengah malam menjadi 49.665, dengan total 674 kematian akibat Covid-19.
Sebuah penjara di tenggara Seoul mencatat wabah besar, dengan 184 narapidana dan satu pekerja terinfeksi, kata seorang pejabat Kementerian Kehakiman.
BACA JUGA: Di Kelas dan RS, Siswa Korsel Ikuti Ujian Masuk Universitas di Tengah Pandemi Covid-19
Mantan presiden konservatif Lee Myung-bak, yang berada di penjara itu untuk menjalani hukuman karena korupsi, dinyatakan negatif terkena virus, kata pejabat tersebut.
Sekitar 61 orang di panti jompo di Kota Cheongju tertular virus itu, kata kantor berita Yonhap.
Pada Selasa (15/12/2020), Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun memohon kepada penduduk  untuk mematuhi aturan pembatasan sosial untuk menghindari pembatasan lebih ketat  dalam menghadapi gelombang infeksi virus corona terbesar di negara itu.
Sekolah-sekolah di wilayah metropolitan Seoul ditutup selama satu  bulan mulai Selasa karena pemerintah semakin dekat untuk memberlakukan  pembatasan terberat, Level 3, yang pada dasarnya berarti penguncian  diberlakukan di negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu.
Di bawah penguncian semacam itu, perusahaan hanya diizinkan untuk  membolehkan pekerja penting berada di kantor, sementara pertemuan lebih  dari 10 orang akan dilarang
&quot;Sementara sebagian besar warga menanggung ketidaknyamanan untuk  mematuhi aturan, beberapa warga malah mempercepat penyebaran virus  corona dengan kecerobohan mereka,&quot; ujar Perdana Menteri Chung Sye-kyun  dalam sambutan yang disiarkan televisi pada pertemuan pemerintah.
</content:encoded></item></channel></rss>
