<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Lempar&quot; Anak 1 Tahun ke Dinding Hingga Tewas, Pilot Dipenjara 20 Tahun</title><description>Pilot Inggris dipenjara selama 20 tahun karena melemparkan bayi perempuannya hingga tewas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/22/18/2332345/lempar-anak-1-tahun-ke-dinding-hingga-tewas-pilot-dipenjara-20-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/22/18/2332345/lempar-anak-1-tahun-ke-dinding-hingga-tewas-pilot-dipenjara-20-tahun"/><item><title>&quot;Lempar&quot; Anak 1 Tahun ke Dinding Hingga Tewas, Pilot Dipenjara 20 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/22/18/2332345/lempar-anak-1-tahun-ke-dinding-hingga-tewas-pilot-dipenjara-20-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/22/18/2332345/lempar-anak-1-tahun-ke-dinding-hingga-tewas-pilot-dipenjara-20-tahun</guid><pubDate>Selasa 22 Desember 2020 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/22/18/2332345/lempar-anak-1-tahun-ke-dinding-hingga-tewas-pilot-dipenjara-20-tahun-oGDDrJs9XI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Daily Mail</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/22/18/2332345/lempar-anak-1-tahun-ke-dinding-hingga-tewas-pilot-dipenjara-20-tahun-oGDDrJs9XI.jpg</image><title>Foto: Daily Mail</title></images><description>INGGRIS - Pilot Inggris dipenjara selama 20 tahun karena melemparkan bayi perempuannya sampai tewas.
Pilot ini diketahui sempat menenggak minuman keras (miras) dan menggunakan narkoba di sebuah hotel bintang lima di Kazakhstan.
Pengadilan mengatakan Kapten Airbus Mohamed Barakat, 42, membenturkan kepala anaknya Sophia, 1, ke dinding, yang menyebabkan otaknya hancur dan tengkoraknya patah.
Hakim Bakhytkhan Bakirbayev mengatakan luka yang ditemukan di anaknya itu disebabkan benturan berulang dengan benda dan permukaan keras, bukan luka karena jatuh.
Hakim juga menolak klaim pilot kelahiran London jika anaknya itu terluka parah akibat serangan epilepsi. Dia menegaskan tidak ada bukti jika bayi satu tahun itu menderita epilepsi.
Otoritas pengadilan mengatakan pilot yang dipekerjakan oleh anak perusahaan Hong Kong Airlines ini  akan menjalani seluruh hukuman penjara di penjara Kazakhstan.
(Baca juga: Gunakan Masker Oksigen Saat Zoom, Guru Ini Akhirnya Menyerah Lawan Covid-19)
Saat bebas nanti, dia dilarang memasuki negara itu selama lima tahun. Melalui pernyataan pengadilan yang dikeluarkan oleh sekretaris pers Abay Zharylkasyn, mengatakan kesalahan pilot dibuktikan dengan kesaksian seorang saksi.
Yakni seorang pembantu yang mendengar suara hantaman keras di dinding, setelah itu tangisan anak itu terdiam. Saksi itu mengatakan istr Barakat, Madina, 23, meninggalkan kamar hotel setelah Barakat memukuli anak mereka.
Bukti CCTV menunjukkan bagaimana dia kemudian menggendong bayi itu ke lobi Hotel InterContinental bintang lima di Almaty pada pagi hari tanggal 24 Oktober tahun lalu.
Madina beberapa kali pingsan di lobi ketika staf memanggil petugas medis. Menurut salah satu anggota staf hotel, Madina berteriak jika suaminya telah membunuh dan memukuli anak mereka.
Namun dia membalikkan kesaksian itu. Dia pun menangis saat mendengarkan putusan pengadilan itu.
Hakim mengatakan sepuluh saksi menceritakan bagaimana dia mengklaim suaminya telah membunuh anak itu. Bayi itu sudah tidak bergerak dan sudah kaku &amp;ldquo;berwarna biru&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Saya tidak memiliki klaim terhadap pasangan saya Mohamed Barakat,&amp;rdquo; terangnya, dikutip Daily Mail.
&amp;ldquo;Dia tidak bisa menyakiti anak kami dan terlebih lagi dia tidak mampu melakukan kejahatan,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Mohamed adalah suami dan teman yang paling penyayang dan perhatian. Saya mencintainya dengan sepenuh hati,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Anda mungkin akan berpikir wanita seperti apa saya yang melindungi pasangannya yang diduga membunuh anak itu. Namun, ini bukan kejahatan yang disengaja, itu kecelakaan, terutama bagi Sophia,&amp;rdquo; lanjutnya.
Meskipun demikian, Barakat dinyatakan bersalah pada sidang virtual di pengadilan kota Almaty pada Selasa (22/12). Dia tampak tercengang mendengar putusan tersebut.
Persidangan juga mengungkapkan jika pilot ini memiliki simpanan ganja rahasia di kamar hotelnya, dan sebelumnya telah menggunakan kokain.
Pengadilan juga memerintahkan Barakat untuk membayar kompensasi ke istrinya sebesar 135 poundsterling (Rp2,6 juta). Jumlah ini mungkin akan jauh lebih besar jika dia mengajukan gugatan perdata terhadapnya.
</description><content:encoded>INGGRIS - Pilot Inggris dipenjara selama 20 tahun karena melemparkan bayi perempuannya sampai tewas.
Pilot ini diketahui sempat menenggak minuman keras (miras) dan menggunakan narkoba di sebuah hotel bintang lima di Kazakhstan.
Pengadilan mengatakan Kapten Airbus Mohamed Barakat, 42, membenturkan kepala anaknya Sophia, 1, ke dinding, yang menyebabkan otaknya hancur dan tengkoraknya patah.
Hakim Bakhytkhan Bakirbayev mengatakan luka yang ditemukan di anaknya itu disebabkan benturan berulang dengan benda dan permukaan keras, bukan luka karena jatuh.
Hakim juga menolak klaim pilot kelahiran London jika anaknya itu terluka parah akibat serangan epilepsi. Dia menegaskan tidak ada bukti jika bayi satu tahun itu menderita epilepsi.
Otoritas pengadilan mengatakan pilot yang dipekerjakan oleh anak perusahaan Hong Kong Airlines ini  akan menjalani seluruh hukuman penjara di penjara Kazakhstan.
(Baca juga: Gunakan Masker Oksigen Saat Zoom, Guru Ini Akhirnya Menyerah Lawan Covid-19)
Saat bebas nanti, dia dilarang memasuki negara itu selama lima tahun. Melalui pernyataan pengadilan yang dikeluarkan oleh sekretaris pers Abay Zharylkasyn, mengatakan kesalahan pilot dibuktikan dengan kesaksian seorang saksi.
Yakni seorang pembantu yang mendengar suara hantaman keras di dinding, setelah itu tangisan anak itu terdiam. Saksi itu mengatakan istr Barakat, Madina, 23, meninggalkan kamar hotel setelah Barakat memukuli anak mereka.
Bukti CCTV menunjukkan bagaimana dia kemudian menggendong bayi itu ke lobi Hotel InterContinental bintang lima di Almaty pada pagi hari tanggal 24 Oktober tahun lalu.
Madina beberapa kali pingsan di lobi ketika staf memanggil petugas medis. Menurut salah satu anggota staf hotel, Madina berteriak jika suaminya telah membunuh dan memukuli anak mereka.
Namun dia membalikkan kesaksian itu. Dia pun menangis saat mendengarkan putusan pengadilan itu.
Hakim mengatakan sepuluh saksi menceritakan bagaimana dia mengklaim suaminya telah membunuh anak itu. Bayi itu sudah tidak bergerak dan sudah kaku &amp;ldquo;berwarna biru&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Saya tidak memiliki klaim terhadap pasangan saya Mohamed Barakat,&amp;rdquo; terangnya, dikutip Daily Mail.
&amp;ldquo;Dia tidak bisa menyakiti anak kami dan terlebih lagi dia tidak mampu melakukan kejahatan,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Mohamed adalah suami dan teman yang paling penyayang dan perhatian. Saya mencintainya dengan sepenuh hati,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Anda mungkin akan berpikir wanita seperti apa saya yang melindungi pasangannya yang diduga membunuh anak itu. Namun, ini bukan kejahatan yang disengaja, itu kecelakaan, terutama bagi Sophia,&amp;rdquo; lanjutnya.
Meskipun demikian, Barakat dinyatakan bersalah pada sidang virtual di pengadilan kota Almaty pada Selasa (22/12). Dia tampak tercengang mendengar putusan tersebut.
Persidangan juga mengungkapkan jika pilot ini memiliki simpanan ganja rahasia di kamar hotelnya, dan sebelumnya telah menggunakan kokain.
Pengadilan juga memerintahkan Barakat untuk membayar kompensasi ke istrinya sebesar 135 poundsterling (Rp2,6 juta). Jumlah ini mungkin akan jauh lebih besar jika dia mengajukan gugatan perdata terhadapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
