<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Yaqut: Agama Harus Jadi Inspirasi, Tak Boleh Jadi Alat Politik</title><description>Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dipilih Presiden Jokowi menjadi Menteri Agama (Menag).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/22/337/2332451/gus-yaqut-agama-harus-jadi-inspirasi-tak-boleh-jadi-alat-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/22/337/2332451/gus-yaqut-agama-harus-jadi-inspirasi-tak-boleh-jadi-alat-politik"/><item><title>Gus Yaqut: Agama Harus Jadi Inspirasi, Tak Boleh Jadi Alat Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/22/337/2332451/gus-yaqut-agama-harus-jadi-inspirasi-tak-boleh-jadi-alat-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/22/337/2332451/gus-yaqut-agama-harus-jadi-inspirasi-tak-boleh-jadi-alat-politik</guid><pubDate>Selasa 22 Desember 2020 22:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/22/337/2332451/gus-yaqut-agama-harus-jadi-inspirasi-tak-boleh-jadi-alat-politik-jRkOY4x2nf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/22/337/2332451/gus-yaqut-agama-harus-jadi-inspirasi-tak-boleh-jadi-alat-politik-jRkOY4x2nf.jpg</image><title>Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dipilih Presiden Jokowi menjadi Menteri Agama (Menag). Ia ingin agama ditempatkan menjadi inspirasi, bukan aspirasi. Dengan begitu, agama tidak dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu.

&quot;Setelah nanti resmi jadi Menag, yang pertama saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama itu sebagai inspirasi, bukan aspirasi, artinya agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan jadi alat politik baik untuk menetang pemerintah atau merebut kekuasaan, atau ujntuk tujuan yang lain,&quot; ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, biarlah agama menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kedamaian akan tercipta.

&quot;Agama biarkan menjadi inspirasi dan biarkan agama itu menjadi nilai-nilai kebaikan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,&quot; tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, dirinya ingin meningkatkan ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan sesama Muslim agar negeri ini damai dan tentram. Hal ini dirasa penting karena warga negara Indonesia mayoritas memeluk agama Islam.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMi8xLzEyNjMzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Negara ini akan damai dan tentram jika sesama Muslim memiliki persatuan di antara mereka,&quot; imbuhnya.

Kemudian, sambung dia, adalah perlunya meningkatkan ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sebangsa setanah air. Menurut dia, Indonesia bisa merdeka dari penjajahan rezim kolonial karena perjuangan seluruh warga bangsa yang terdiri dari berbagai agama.

&quot;Maka penting ukhuwah wathaniyyah ini kita bangkitkan kembali agar tidak ada satu kelompok, satu agama pun yang mengklaim rasa paling memiliki negara ini, semuanya berhak,&quot; ucap Gus Yaqut.

Terakhir, lanjut Gus Yaqut, adalah pentingnya ukhuwah basyariyah atau persaudaraan kemanusiaan. Menurut dia hal ini perlu menjadi kesadaran warga negara. Dengan demikian kehidupan kebangsaan saat ini akan semakin tentram dan pembangunan nasional lebih mudah untuk diwujudkan.

Gus Yaqut juga berkomitmen untuk memajukan pendidikan agama yang berada di lingkungan Kementerian Agama, salah satunya adalah pondok pesantren.

&quot;Bagaimana ponpes bisa mandiri dan akhirnya melahirkan kader terbik bangsa yang bisa memberi sumbangsaih,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dipilih Presiden Jokowi menjadi Menteri Agama (Menag). Ia ingin agama ditempatkan menjadi inspirasi, bukan aspirasi. Dengan begitu, agama tidak dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu.

&quot;Setelah nanti resmi jadi Menag, yang pertama saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama itu sebagai inspirasi, bukan aspirasi, artinya agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan jadi alat politik baik untuk menetang pemerintah atau merebut kekuasaan, atau ujntuk tujuan yang lain,&quot; ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, biarlah agama menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kedamaian akan tercipta.

&quot;Agama biarkan menjadi inspirasi dan biarkan agama itu menjadi nilai-nilai kebaikan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,&quot; tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, dirinya ingin meningkatkan ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan sesama Muslim agar negeri ini damai dan tentram. Hal ini dirasa penting karena warga negara Indonesia mayoritas memeluk agama Islam.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMi8xLzEyNjMzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Negara ini akan damai dan tentram jika sesama Muslim memiliki persatuan di antara mereka,&quot; imbuhnya.

Kemudian, sambung dia, adalah perlunya meningkatkan ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sebangsa setanah air. Menurut dia, Indonesia bisa merdeka dari penjajahan rezim kolonial karena perjuangan seluruh warga bangsa yang terdiri dari berbagai agama.

&quot;Maka penting ukhuwah wathaniyyah ini kita bangkitkan kembali agar tidak ada satu kelompok, satu agama pun yang mengklaim rasa paling memiliki negara ini, semuanya berhak,&quot; ucap Gus Yaqut.

Terakhir, lanjut Gus Yaqut, adalah pentingnya ukhuwah basyariyah atau persaudaraan kemanusiaan. Menurut dia hal ini perlu menjadi kesadaran warga negara. Dengan demikian kehidupan kebangsaan saat ini akan semakin tentram dan pembangunan nasional lebih mudah untuk diwujudkan.

Gus Yaqut juga berkomitmen untuk memajukan pendidikan agama yang berada di lingkungan Kementerian Agama, salah satunya adalah pondok pesantren.

&quot;Bagaimana ponpes bisa mandiri dan akhirnya melahirkan kader terbik bangsa yang bisa memberi sumbangsaih,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
