<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Data, Risma: Mati Kita Kalo Enggak Hati-hati!</title><description>Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) mengaku kaget, ihwal adanya anggaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/23/337/2332967/ada-anggaran-rp1-3-triliun-untuk-data-risma-mati-kita-kalo-enggak-hati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/23/337/2332967/ada-anggaran-rp1-3-triliun-untuk-data-risma-mati-kita-kalo-enggak-hati-hati"/><item><title>Ada Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Data, Risma: Mati Kita Kalo Enggak Hati-hati!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/23/337/2332967/ada-anggaran-rp1-3-triliun-untuk-data-risma-mati-kita-kalo-enggak-hati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/23/337/2332967/ada-anggaran-rp1-3-triliun-untuk-data-risma-mati-kita-kalo-enggak-hati-hati</guid><pubDate>Rabu 23 Desember 2020 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/23/337/2332967/ada-anggaran-rp1-3-triliun-untuk-data-risma-mati-kita-kalo-enggak-hati-hati-aZtUfOA2PS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mensos Tri Rismahari.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/23/337/2332967/ada-anggaran-rp1-3-triliun-untuk-data-risma-mati-kita-kalo-enggak-hati-hati-aZtUfOA2PS.jpg</image><title>Mensos Tri Rismahari.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) mengaku kaget, ihwal adanya anggaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) yang mencapai Rp1,3 triliun.
&amp;ldquo;Tadi saya sempat kaget, Rp1,3 triliun untuk data, waduh, mati kita kalo enggak hati-hati,&amp;rdquo; ujar Risma saat memberikan sambutan dalam serah terima jabatan Menteri Sosial (Mensos) di kantor Kementrian Sosial, Rabu (23/12/2020).
Karena itu, Risma menegaskan, dirinya akan berhati-hati dalam menggunakan anggaran sebesar Rp1,3 triliun guna memperbaiki data penerima bansos di setiap daerah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Akui Galak ke Pejabat Kemensos, Risma: Kadang-Kadang
&amp;ldquo;Jadi, mari tolong difikirkan bagaimana bisa mengevaluasi data dengan efesien. Sisanya bisa kita bantukan dengan orang lain,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tugas Khusus Jokowi ke Risma, BLT Cair 100% di Akhir Desember
Setelah menjabat sebagai Mensos, Risma mengaku langsung tancap gas guna merapihkan DTKS. Apalagi, saat di Surabaya dirinya mengurusi DTKS menggunakan sistem elektronik.
&amp;ldquo;Makanya ini kita kebut. Sebetulnya ini dengan program, saya sebetulnya sudah biasa nanganin dengan elektronik. Kita akseskan dengan data kependudukan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Itu kan mereka ada akte kelahiran, data kematian, data itu bisa langsung singkron. Sering kali kadang-kadang mereka juga pindah. Nah ini di daerah-daerah bisa cepat maka kami bisa lebih cepat,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) mengaku kaget, ihwal adanya anggaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) yang mencapai Rp1,3 triliun.
&amp;ldquo;Tadi saya sempat kaget, Rp1,3 triliun untuk data, waduh, mati kita kalo enggak hati-hati,&amp;rdquo; ujar Risma saat memberikan sambutan dalam serah terima jabatan Menteri Sosial (Mensos) di kantor Kementrian Sosial, Rabu (23/12/2020).
Karena itu, Risma menegaskan, dirinya akan berhati-hati dalam menggunakan anggaran sebesar Rp1,3 triliun guna memperbaiki data penerima bansos di setiap daerah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Akui Galak ke Pejabat Kemensos, Risma: Kadang-Kadang
&amp;ldquo;Jadi, mari tolong difikirkan bagaimana bisa mengevaluasi data dengan efesien. Sisanya bisa kita bantukan dengan orang lain,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tugas Khusus Jokowi ke Risma, BLT Cair 100% di Akhir Desember
Setelah menjabat sebagai Mensos, Risma mengaku langsung tancap gas guna merapihkan DTKS. Apalagi, saat di Surabaya dirinya mengurusi DTKS menggunakan sistem elektronik.
&amp;ldquo;Makanya ini kita kebut. Sebetulnya ini dengan program, saya sebetulnya sudah biasa nanganin dengan elektronik. Kita akseskan dengan data kependudukan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Itu kan mereka ada akte kelahiran, data kematian, data itu bisa langsung singkron. Sering kali kadang-kadang mereka juga pindah. Nah ini di daerah-daerah bisa cepat maka kami bisa lebih cepat,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
