<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepi di Tengah Pandemi Covid-19, Malam Natal di Betlehem Terasa Syahdu</title><description>Warga lokal mengungkapkan harapannya untuk tahun 2021 yang lebih baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/25/18/2333695/sepi-di-tengah-pandemi-covid-19-malam-natal-di-betlehem-terasa-syahdu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/25/18/2333695/sepi-di-tengah-pandemi-covid-19-malam-natal-di-betlehem-terasa-syahdu"/><item><title>Sepi di Tengah Pandemi Covid-19, Malam Natal di Betlehem Terasa Syahdu</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/25/18/2333695/sepi-di-tengah-pandemi-covid-19-malam-natal-di-betlehem-terasa-syahdu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/25/18/2333695/sepi-di-tengah-pandemi-covid-19-malam-natal-di-betlehem-terasa-syahdu</guid><pubDate>Jum'at 25 Desember 2020 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/25/18/2333695/sepi-di-tengah-pandemi-covid-19-malam-natal-di-betlehem-terasa-syahdu-lqQq90wE3v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Misa di Gereja Kelahiran pada Malam Natal di Betlehem, wilayah pendudukan Israel, 24 Desember 2020. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/25/18/2333695/sepi-di-tengah-pandemi-covid-19-malam-natal-di-betlehem-terasa-syahdu-lqQq90wE3v.jpg</image><title>Misa di Gereja Kelahiran pada Malam Natal di Betlehem, wilayah pendudukan Israel, 24 Desember 2020. (Foto: Reuters)</title></images><description>BETLEHEM - Malam Natal di Bethlehem, Kamis (24/12/2020), tampak tenang dan syahdu di saat pandemi virus corona menyelimuti dunia. Kondisi pandemi ikut membuat pihak berwenang di Kota Suci tersebut memberlakukan penutupan sebagian wilayah dan kegiatan atau lockdown di tempat kelahiran Yesus itu.
Rintik-rintik hujan menambah suasana muram. Namun puluhan orang tetap berkumpul di Manger Square untuk menyambut Latin Patriach, pastor Katolik tertinggi di Tanah Suci.
BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Perayaan Natal di Betlehem Sepi Membuat Ekonomi Kota Terpuruk
Satu kelompok marching band memainkan lagu-lagu Natal dengan seruling pundi (bagpipes), semacam alat musik dengan pipa buluh yang dibunyikan dengan tekanan angin dari tas kantung yang diremas oleh lengan pemain. Bagpipes dikenal luas di Skotlandia, tetapi juga digunakan dalam musik rakyat di Irlandia dan Prancis. Dentuman drum ikut memimpin prosesi menjelang kedatangan pastor Katolik itu.
Di tahun-tahun sebelum terjadinya pandemi virus corona, ribuan jemaat biasanya berduyun-duyun ke Bethlehem untuk merayakan Natal. Namun, penutupan bandara internasional Israel untuk pengunjung asing karena pembatasan sosial akibat pandemi, membuat wisatawan asing tidak lagi datang ke sana.
BACA JUGA: Ketika Umat Muslim Melakukan Pengamanan di Gereja saat Misa Malam Natal
Warga lokal mengatakan mereka sedih melihat hal ini dan berharap tahun baru 2021 akan lebih baik.
&amp;ldquo;Setiap tahun kami bertemu banyak warga asing dari berbagai penjuru dunia, tapi tahun ini mereka tidak datang karena pandemi Covid-19. Semoga tahun depan membawa kebaikan bagi semua orang. Namun, tahun ini, baru kali ini kami melihat perayaan dengan jumlah orang sesedikit ini,&amp;rdquo; kata Luna Amin, seorang warga lokal Betlehem.
Otoritas Palestina pekan lalu melarang perjalanan antar kota di  wilayah yang dikuasainya di Tepi Barat yang diduduki Israel. Kebijakan  itu membuat hanya puluhan warga Bethlehem dan rombongan kecil pemimpin  agama yang dapat datang.
Perayaan pada malam hari di mana jemaat biasanya berkumpul di sekitar  pohon Natal telah dibatalkan, sementara Misa Tengah Malam dibatasi  hanya untuk para pastor.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang berusia 85 tahun, dan biasanya  menghadiri acara khusyu itu, mengatakan kali ini tidak ikut serta.
</description><content:encoded>BETLEHEM - Malam Natal di Bethlehem, Kamis (24/12/2020), tampak tenang dan syahdu di saat pandemi virus corona menyelimuti dunia. Kondisi pandemi ikut membuat pihak berwenang di Kota Suci tersebut memberlakukan penutupan sebagian wilayah dan kegiatan atau lockdown di tempat kelahiran Yesus itu.
Rintik-rintik hujan menambah suasana muram. Namun puluhan orang tetap berkumpul di Manger Square untuk menyambut Latin Patriach, pastor Katolik tertinggi di Tanah Suci.
BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Perayaan Natal di Betlehem Sepi Membuat Ekonomi Kota Terpuruk
Satu kelompok marching band memainkan lagu-lagu Natal dengan seruling pundi (bagpipes), semacam alat musik dengan pipa buluh yang dibunyikan dengan tekanan angin dari tas kantung yang diremas oleh lengan pemain. Bagpipes dikenal luas di Skotlandia, tetapi juga digunakan dalam musik rakyat di Irlandia dan Prancis. Dentuman drum ikut memimpin prosesi menjelang kedatangan pastor Katolik itu.
Di tahun-tahun sebelum terjadinya pandemi virus corona, ribuan jemaat biasanya berduyun-duyun ke Bethlehem untuk merayakan Natal. Namun, penutupan bandara internasional Israel untuk pengunjung asing karena pembatasan sosial akibat pandemi, membuat wisatawan asing tidak lagi datang ke sana.
BACA JUGA: Ketika Umat Muslim Melakukan Pengamanan di Gereja saat Misa Malam Natal
Warga lokal mengatakan mereka sedih melihat hal ini dan berharap tahun baru 2021 akan lebih baik.
&amp;ldquo;Setiap tahun kami bertemu banyak warga asing dari berbagai penjuru dunia, tapi tahun ini mereka tidak datang karena pandemi Covid-19. Semoga tahun depan membawa kebaikan bagi semua orang. Namun, tahun ini, baru kali ini kami melihat perayaan dengan jumlah orang sesedikit ini,&amp;rdquo; kata Luna Amin, seorang warga lokal Betlehem.
Otoritas Palestina pekan lalu melarang perjalanan antar kota di  wilayah yang dikuasainya di Tepi Barat yang diduduki Israel. Kebijakan  itu membuat hanya puluhan warga Bethlehem dan rombongan kecil pemimpin  agama yang dapat datang.
Perayaan pada malam hari di mana jemaat biasanya berkumpul di sekitar  pohon Natal telah dibatalkan, sementara Misa Tengah Malam dibatasi  hanya untuk para pastor.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang berusia 85 tahun, dan biasanya  menghadiri acara khusyu itu, mengatakan kali ini tidak ikut serta.
</content:encoded></item></channel></rss>
