<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Tak Terjebak Gratifikasi Natal</title><description>Firli mengatakan telah banyak pejabat negara yang terjebak taktik Sinterklas dan terjerat korupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333845/ketua-kpk-ingatkan-penyelenggara-negara-tak-terjebak-gratifikasi-natal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333845/ketua-kpk-ingatkan-penyelenggara-negara-tak-terjebak-gratifikasi-natal"/><item><title>Ketua KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Tak Terjebak Gratifikasi Natal</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333845/ketua-kpk-ingatkan-penyelenggara-negara-tak-terjebak-gratifikasi-natal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333845/ketua-kpk-ingatkan-penyelenggara-negara-tak-terjebak-gratifikasi-natal</guid><pubDate>Jum'at 25 Desember 2020 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/25/337/2333845/firli-ingatkan-penyelenggara-negara-tak-terjebak-gratifikasi-natal-zQKYzC6ztV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPK, Firli Bahuri. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/25/337/2333845/firli-ingatkan-penyelenggara-negara-tak-terjebak-gratifikasi-natal-zQKYzC6ztV.jpg</image><title>Ketua KPK, Firli Bahuri. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan kepada penyelenggara negara agar tidak terjebak praktik korupsi suap menyuap maupun gratifikasi yang biasanya terjadi menjelang atau saat peringatan hari besar agama seperti Hari Raya Natal.
&quot;Dalam kesempatan ini, saya ingatkan kepada rekan-rekan penyelenggara negara untuk tidak terjebak dalam praktik korupsi suap menyuap atau gratifikasi seperti tukar menukar bingkisan atau kado yang biasanya terjadi menjelang atau saat peringatan hari besar agama seperti Hari Natal,&quot; ucap Firli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/12/2020).
BACA JUGA: Mengintip Kesederhanaan Hidup Ketua KPK Firli Bahuri
Menurut dia, bagi-bagi atau tukar menukar kado dan bingkisan menjadi budaya dalam perayaan keagamaan, namun akan menjadi bahaya jika melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan atau maksud tertentu.
&quot;Pihak-pihak inilah yang memainkan 'taktik' sinterklas, 'hanya memberi tak harap kembali' hingga telah banyak abdi negara yang tertipu daya hingga terjerembab dalam pusaran korupsi,&quot; tuturnya.
Bukan hanya terjebak, lanjut Filri, tidak sedikit aparatur pemerintah dan negara yang malah mencari bahkan meminta bingkisan atau kado mewah agar tampil glamor saat hari raya.
BACA JUGA: Firli Bahuri Minta Korupsi Tidak Dijadikan Budaya, Tapi Kejahatan Laten
&quot;Bukankah dalam ajaran Nasrani, Yesus memperlihatkan kesederhanaan hidupnya seperti halnya yang diterapkan Rasulullah dan para nabi dalam agama Islam pada kehidupan sehari-hari,&quot; katanya.
Ia menegaskan perayaan Natal bukan soal baju baru apalagi diperoleh dari hasil atau praktik korupsi melainkan bentuk refleksi untuk menyadarkan semua kekurangan, kelemahan, dan kesalahan diri sebagai bagian dari umat beragama. Menurut dia, kesederhanaan yang sepatutnya melandasi setiap perayaan apapun di dunia ini.Semangat natal, ucap dia, seyogianya dapat memantik lebih dalam lagi  sisi-sisi kemanusiaan, menggugah jiwa sosial sehingga dapat lebih  berempati, peka, dan peduli dengan kondisi saudara-saudara sebangsa,  terutama dalam masa pandemi COVID-19 saat ini.
&quot;Selamat merayakan Hari Natal, mari bersama kita tebar kasih dan  selalu semai nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan di hati sanubari  dengan semangat antikorupsi agar Indonesia maju, sejahtera, aman, dan  damai sentosa mulai dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau  Rote, di mana kemajuan NKRI merupakan manifestasi cita-cita bangsa,&quot;  kata Firli.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan kepada penyelenggara negara agar tidak terjebak praktik korupsi suap menyuap maupun gratifikasi yang biasanya terjadi menjelang atau saat peringatan hari besar agama seperti Hari Raya Natal.
&quot;Dalam kesempatan ini, saya ingatkan kepada rekan-rekan penyelenggara negara untuk tidak terjebak dalam praktik korupsi suap menyuap atau gratifikasi seperti tukar menukar bingkisan atau kado yang biasanya terjadi menjelang atau saat peringatan hari besar agama seperti Hari Natal,&quot; ucap Firli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/12/2020).
BACA JUGA: Mengintip Kesederhanaan Hidup Ketua KPK Firli Bahuri
Menurut dia, bagi-bagi atau tukar menukar kado dan bingkisan menjadi budaya dalam perayaan keagamaan, namun akan menjadi bahaya jika melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan atau maksud tertentu.
&quot;Pihak-pihak inilah yang memainkan 'taktik' sinterklas, 'hanya memberi tak harap kembali' hingga telah banyak abdi negara yang tertipu daya hingga terjerembab dalam pusaran korupsi,&quot; tuturnya.
Bukan hanya terjebak, lanjut Filri, tidak sedikit aparatur pemerintah dan negara yang malah mencari bahkan meminta bingkisan atau kado mewah agar tampil glamor saat hari raya.
BACA JUGA: Firli Bahuri Minta Korupsi Tidak Dijadikan Budaya, Tapi Kejahatan Laten
&quot;Bukankah dalam ajaran Nasrani, Yesus memperlihatkan kesederhanaan hidupnya seperti halnya yang diterapkan Rasulullah dan para nabi dalam agama Islam pada kehidupan sehari-hari,&quot; katanya.
Ia menegaskan perayaan Natal bukan soal baju baru apalagi diperoleh dari hasil atau praktik korupsi melainkan bentuk refleksi untuk menyadarkan semua kekurangan, kelemahan, dan kesalahan diri sebagai bagian dari umat beragama. Menurut dia, kesederhanaan yang sepatutnya melandasi setiap perayaan apapun di dunia ini.Semangat natal, ucap dia, seyogianya dapat memantik lebih dalam lagi  sisi-sisi kemanusiaan, menggugah jiwa sosial sehingga dapat lebih  berempati, peka, dan peduli dengan kondisi saudara-saudara sebangsa,  terutama dalam masa pandemi COVID-19 saat ini.
&quot;Selamat merayakan Hari Natal, mari bersama kita tebar kasih dan  selalu semai nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan di hati sanubari  dengan semangat antikorupsi agar Indonesia maju, sejahtera, aman, dan  damai sentosa mulai dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau  Rote, di mana kemajuan NKRI merupakan manifestasi cita-cita bangsa,&quot;  kata Firli.</content:encoded></item></channel></rss>
