<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambah Ruang Perawatan Covid-19, Cara Menkes Antisipasi Dampak Libur Nataru</title><description>Budi Gunadi mencontohnya di RSCM yang potensi penambahannya bisa sampai dengan 100 bed.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333945/tambah-ruang-perawatan-covid-19-cara-menkes-antisipasi-dampak-libur-nataru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333945/tambah-ruang-perawatan-covid-19-cara-menkes-antisipasi-dampak-libur-nataru"/><item><title>Tambah Ruang Perawatan Covid-19, Cara Menkes Antisipasi Dampak Libur Nataru</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333945/tambah-ruang-perawatan-covid-19-cara-menkes-antisipasi-dampak-libur-nataru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/25/337/2333945/tambah-ruang-perawatan-covid-19-cara-menkes-antisipasi-dampak-libur-nataru</guid><pubDate>Jum'at 25 Desember 2020 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/25/337/2333945/tambah-ruang-perawatan-covid-19-cara-menkes-antisipasi-dampak-libur-nataru-L8Po1TvqgP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/25/337/2333945/tambah-ruang-perawatan-covid-19-cara-menkes-antisipasi-dampak-libur-nataru-L8Po1TvqgP.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin terus melakukan persiapan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah jumlah bed atau tempat tidur baik di ruang perawatan biasa maupun di ICU.
&amp;ldquo;Yang penting adalah menambah jumlah bed baik (ruang perawatan) biasa maupun yang di ICU,&amp;rdquo; tegas Budi dalam Press Conference &amp;lsquo;Langkah Antisipatif Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19&amp;rsquo; secara virtual, Jumat (25/12/2020).
Budi Gunadi mencontohnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang potensi penambahannya bisa sampai dengan 100 bed.
&amp;ldquo;Dan kebetulan di RSCM ini kebetulan tempatnya ada, tinggal kita tambah jumlah bed dan ICU-nya ada potensinya bisa sampai 100 bed tambahan,&amp;rdquo; ungkapnya yang sekaligus meninjau langsung di RSCM.
Dikatakannya, yang paling penting untuk menghadapi lonjakan kasus usai liburan Nataru adalah jumlah perawat. &amp;ldquo;Yang kritikal bukan tempatnya ternyata, tapi perawatnya,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Sebanyak 14.462
Ia pun telah mengkomunikasikan dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono bagaimana segera mengalokasikan tambahan perawat.
&amp;ldquo;Jadi tadi saya sudah bicara dengan pak Wamen yang benar-benar dokter, bagaimana caranya kita bisa segera mengalokasikan tambahan perawat karena jumlah dokternya cukup, jumlah alat kesehatannya cukup, ruangannya juga ada, bisa nambah sampai 100, tapi kita butuh perawat,&amp;rdquo; ungkap Budi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin terus melakukan persiapan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah jumlah bed atau tempat tidur baik di ruang perawatan biasa maupun di ICU.
&amp;ldquo;Yang penting adalah menambah jumlah bed baik (ruang perawatan) biasa maupun yang di ICU,&amp;rdquo; tegas Budi dalam Press Conference &amp;lsquo;Langkah Antisipatif Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19&amp;rsquo; secara virtual, Jumat (25/12/2020).
Budi Gunadi mencontohnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang potensi penambahannya bisa sampai dengan 100 bed.
&amp;ldquo;Dan kebetulan di RSCM ini kebetulan tempatnya ada, tinggal kita tambah jumlah bed dan ICU-nya ada potensinya bisa sampai 100 bed tambahan,&amp;rdquo; ungkapnya yang sekaligus meninjau langsung di RSCM.
Dikatakannya, yang paling penting untuk menghadapi lonjakan kasus usai liburan Nataru adalah jumlah perawat. &amp;ldquo;Yang kritikal bukan tempatnya ternyata, tapi perawatnya,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga :&amp;nbsp;Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Sebanyak 14.462
Ia pun telah mengkomunikasikan dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono bagaimana segera mengalokasikan tambahan perawat.
&amp;ldquo;Jadi tadi saya sudah bicara dengan pak Wamen yang benar-benar dokter, bagaimana caranya kita bisa segera mengalokasikan tambahan perawat karena jumlah dokternya cukup, jumlah alat kesehatannya cukup, ruangannya juga ada, bisa nambah sampai 100, tapi kita butuh perawat,&amp;rdquo; ungkap Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
