<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kirim Anggota ke Suriah, Jamaah Islamiyah Keluarkan Dana Rp300 Juta</title><description>elompok Jamaah Islamiyah (JI) mengeluarkan dana Rp300 juta untuk sekali mengirimkan anggotanya ke Suriah&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/28/337/2335089/kirim-anggota-ke-suriah-jamaah-islamiyah-keluarkan-dana-rp300-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/28/337/2335089/kirim-anggota-ke-suriah-jamaah-islamiyah-keluarkan-dana-rp300-juta"/><item><title>Kirim Anggota ke Suriah, Jamaah Islamiyah Keluarkan Dana Rp300 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/28/337/2335089/kirim-anggota-ke-suriah-jamaah-islamiyah-keluarkan-dana-rp300-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/28/337/2335089/kirim-anggota-ke-suriah-jamaah-islamiyah-keluarkan-dana-rp300-juta</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/28/337/2335089/kirim-anggota-ke-suriah-jamaah-islamiyah-keluarkan-dana-rp300-juta-4WU7HPa8su.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terorisme.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/28/337/2335089/kirim-anggota-ke-suriah-jamaah-islamiyah-keluarkan-dana-rp300-juta-4WU7HPa8su.jpg</image><title>Terorisme.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kelompok Jamaah Islamiyah (JI) mengeluarkan dana Rp300 juta untuk sekali mengirimkan anggotanya ke Suriah, guna melakukan pelatihan militer.
Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan dari salah satu pelatih kelompok JI, yakni Joko Priyono alias Karso yang saat ini berstatus narapidana.
&quot;Kalau ke Suriah berapa biaya yang dibutuhkan, sekitar Rp300 juta untuk berangkat ke Suriah untuk 10-12 orang,&quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).
Sejurus kemudian, pundi-pundi rupiah itupun didapatkan oleh Jamaah Islamiyah dari Infaq dan iuran wajib para anggota-anggotanya. Sejauh ini, diketahui, ada 6.000 anggota JI yang masih aktif di seluruh Indonesia.
&quot;Kalau umpama satu orang itu kirim seratus ribu, dikali 6 ribu sudah Rp600 juta. Ini tersangka Karso mengilustrasikan seperti itu,&quot; ujar Argo.
Bahkan yang membuat terkejut. Beberapa anggota Jamaah Islamiah itu rela mengucurkan dana puluhan juta untuk membiayai operasional kelompok tersebut.
&quot;Tetapi, banyak juga yang mengirim tidak seratus ribu, ada yang Rp10, Rp15, Rp25 juta, bervariasi,&quot; ucap Argo.
Dana-dana itu dikumpulkan untuk kebutuhan pelatihan dan pengiriman anggotanya ke Suriah. Tentunya, dana simpanan tersebut juga akan digunakan untuk rombongan selanjutnya yang diberangkatkan ke Suriah.&quot;Tentunya dana yang didapatkan ini digunakan dan dipersiapkan untuk gelombang berikutnya. Setiap angkatan mau berangkat, dimintakan infaq ke anggota yang aktif tadi, jadi ini anggaran atau dana yang disiapkan di setiap kegiatan pelatihan maupun keberangkatan ke Suriah,&quot; kata Argo.
Selain itu, terungkap Jamaah Islamiyah mengeluarkan dana Rp65 juta untuk sekali menggelar pelatihan bela diri dan merakit bom untuk anggotanya.
&quot;Menjadi pertanyaan sebuah kelompok pendanaan, kami sudah menanyakan kepada pelatih tersangka Karso tiap bulan itu keluarkan biaya Rp65 juta,&quot; ujar Argo.
Menurut Argo, biaya puluhan juta itu diperuntukan untuk menyiapkan segala sesuatu bersifat teknis dalam pelatihan anggota Jamaah Islamiah tersebut. &quot;Dana itu untuk bayar pelatih, kebutuhan makan selama pelatihan, dan ada juga beli obat-obatan,&quot; ucap Argo.</description><content:encoded>JAKARTA - Kelompok Jamaah Islamiyah (JI) mengeluarkan dana Rp300 juta untuk sekali mengirimkan anggotanya ke Suriah, guna melakukan pelatihan militer.
Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan dari salah satu pelatih kelompok JI, yakni Joko Priyono alias Karso yang saat ini berstatus narapidana.
&quot;Kalau ke Suriah berapa biaya yang dibutuhkan, sekitar Rp300 juta untuk berangkat ke Suriah untuk 10-12 orang,&quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).
Sejurus kemudian, pundi-pundi rupiah itupun didapatkan oleh Jamaah Islamiyah dari Infaq dan iuran wajib para anggota-anggotanya. Sejauh ini, diketahui, ada 6.000 anggota JI yang masih aktif di seluruh Indonesia.
&quot;Kalau umpama satu orang itu kirim seratus ribu, dikali 6 ribu sudah Rp600 juta. Ini tersangka Karso mengilustrasikan seperti itu,&quot; ujar Argo.
Bahkan yang membuat terkejut. Beberapa anggota Jamaah Islamiah itu rela mengucurkan dana puluhan juta untuk membiayai operasional kelompok tersebut.
&quot;Tetapi, banyak juga yang mengirim tidak seratus ribu, ada yang Rp10, Rp15, Rp25 juta, bervariasi,&quot; ucap Argo.
Dana-dana itu dikumpulkan untuk kebutuhan pelatihan dan pengiriman anggotanya ke Suriah. Tentunya, dana simpanan tersebut juga akan digunakan untuk rombongan selanjutnya yang diberangkatkan ke Suriah.&quot;Tentunya dana yang didapatkan ini digunakan dan dipersiapkan untuk gelombang berikutnya. Setiap angkatan mau berangkat, dimintakan infaq ke anggota yang aktif tadi, jadi ini anggaran atau dana yang disiapkan di setiap kegiatan pelatihan maupun keberangkatan ke Suriah,&quot; kata Argo.
Selain itu, terungkap Jamaah Islamiyah mengeluarkan dana Rp65 juta untuk sekali menggelar pelatihan bela diri dan merakit bom untuk anggotanya.
&quot;Menjadi pertanyaan sebuah kelompok pendanaan, kami sudah menanyakan kepada pelatih tersangka Karso tiap bulan itu keluarkan biaya Rp65 juta,&quot; ujar Argo.
Menurut Argo, biaya puluhan juta itu diperuntukan untuk menyiapkan segala sesuatu bersifat teknis dalam pelatihan anggota Jamaah Islamiah tersebut. &quot;Dana itu untuk bayar pelatih, kebutuhan makan selama pelatihan, dan ada juga beli obat-obatan,&quot; ucap Argo.</content:encoded></item></channel></rss>
