<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebut 2020 Tahun Tragedi, Sekjen PBB Minta 2021 Jadi Tahun Penyembuhan</title><description>Sekjen PBB menyampaikan pesan terakhirnya untuk tahun 2020 melalui rekaman video.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/29/18/2335644/sebut-2020-tahun-tragedi-sekjen-pbb-minta-2021-jadi-tahun-penyembuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/29/18/2335644/sebut-2020-tahun-tragedi-sekjen-pbb-minta-2021-jadi-tahun-penyembuhan"/><item><title>Sebut 2020 Tahun Tragedi, Sekjen PBB Minta 2021 Jadi Tahun Penyembuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/29/18/2335644/sebut-2020-tahun-tragedi-sekjen-pbb-minta-2021-jadi-tahun-penyembuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/29/18/2335644/sebut-2020-tahun-tragedi-sekjen-pbb-minta-2021-jadi-tahun-penyembuhan</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/18/2335644/sebut-2020-tahun-tragedi-sekjen-pbb-minta-2021-jadi-tahun-penyembuhan-NVxo0rnzsq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/18/2335644/sebut-2020-tahun-tragedi-sekjen-pbb-minta-2021-jadi-tahun-penyembuhan-NVxo0rnzsq.jpg</image><title>Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Dalam pesan akhir tahun, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ant&amp;oacute;nio Guterres mengatakan, &quot;2020 adalah tahun kesulitan, tragedi, dan air mata&quot;. Sekjen PBB itu meminta agar 2021 menjadi &quot;tahun penyembuhan.&quot;
Dalam rekaman pesan yang dirilis Senin (28/12/2020), Sekjen PBB mengatakan bahwa Covid-19 mengubah hidup dan menjerumuskan Dunia ke dalam penderitaan dan kesedihan.
BACA JUGA: PBB: Politisasi Covid-19 Menimbulkan Banyak Pelanggaran HAM
&quot;Begitu banyak orang yang kehilangan anggota keluarga. Pandemi terus berkecamuk, menciptakan gelombang baru penyakit dan kematian. Kemiskinan, ketimpangan dan kelaparan meningkat. Pekerjaan menghilang dan utang meningkat. Anak-anak kesulitan. Kekerasan dalam rumah tangga meningkat, dan rasa tidak aman terjadi di mana-mana,&quot; kata Guterres sebagaimana dilansir VOA.
Guterres menambahkan, &amp;ldquo;Tahun Baru akan datang. Seiring itu, kita melihat sinar harapan: orang-orang mengulurkan bantuan kepada tetangga dan orang tak dikenal; pekerja garis depan bekerja keras; ilmuwan mengembangkan vaksin dalam waktu singkat; negara-negara membuat komitmen baru untuk mencegah bencana terkait iklim. Jika kita bekerja sama dalam persatuan dan solidaritas, sinar harapan ini dapat menjangkau seluruh dunia.&quot;
Ia melanjutkan bahwa perubahan iklim dan pandemi Covid-19 adalah krisis yang hanya bisa ditangani bersama, sebagai bagian dari transisi menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Data Covid-19 Dipalsukan, Angka Kematian di Rusia Tertinggi Ketiga di Dunia
&quot;Ambisi utama PBB untuk 2021 adalah membangun koalisi global untuk netralitas karbon - emisi nol - pada tahun 2050. Setiap pemerintah, kota, bisnis, dan individu bisa berperan dalam mencapai visi ini,&amp;rdquo; katanya.
Bersama, kata Guterres, &amp;ldquo;mari berdamai di antara kita dan dengan alam, atasi krisis iklim, hentikan penularan Covid-19.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>NEW YORK - Dalam pesan akhir tahun, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ant&amp;oacute;nio Guterres mengatakan, &quot;2020 adalah tahun kesulitan, tragedi, dan air mata&quot;. Sekjen PBB itu meminta agar 2021 menjadi &quot;tahun penyembuhan.&quot;
Dalam rekaman pesan yang dirilis Senin (28/12/2020), Sekjen PBB mengatakan bahwa Covid-19 mengubah hidup dan menjerumuskan Dunia ke dalam penderitaan dan kesedihan.
BACA JUGA: PBB: Politisasi Covid-19 Menimbulkan Banyak Pelanggaran HAM
&quot;Begitu banyak orang yang kehilangan anggota keluarga. Pandemi terus berkecamuk, menciptakan gelombang baru penyakit dan kematian. Kemiskinan, ketimpangan dan kelaparan meningkat. Pekerjaan menghilang dan utang meningkat. Anak-anak kesulitan. Kekerasan dalam rumah tangga meningkat, dan rasa tidak aman terjadi di mana-mana,&quot; kata Guterres sebagaimana dilansir VOA.
Guterres menambahkan, &amp;ldquo;Tahun Baru akan datang. Seiring itu, kita melihat sinar harapan: orang-orang mengulurkan bantuan kepada tetangga dan orang tak dikenal; pekerja garis depan bekerja keras; ilmuwan mengembangkan vaksin dalam waktu singkat; negara-negara membuat komitmen baru untuk mencegah bencana terkait iklim. Jika kita bekerja sama dalam persatuan dan solidaritas, sinar harapan ini dapat menjangkau seluruh dunia.&quot;
Ia melanjutkan bahwa perubahan iklim dan pandemi Covid-19 adalah krisis yang hanya bisa ditangani bersama, sebagai bagian dari transisi menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Data Covid-19 Dipalsukan, Angka Kematian di Rusia Tertinggi Ketiga di Dunia
&quot;Ambisi utama PBB untuk 2021 adalah membangun koalisi global untuk netralitas karbon - emisi nol - pada tahun 2050. Setiap pemerintah, kota, bisnis, dan individu bisa berperan dalam mencapai visi ini,&amp;rdquo; katanya.
Bersama, kata Guterres, &amp;ldquo;mari berdamai di antara kita dan dengan alam, atasi krisis iklim, hentikan penularan Covid-19.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
