<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Minta Warga Kurangi Mobilitas Selama 10 Hari Usai Liburan</title><description>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, lonjakan virus corona akan terjadi sekitar 30%.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/29/337/2335722/menkes-minta-warga-kurangi-mobilitas-selama-10-hari-usai-liburan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/29/337/2335722/menkes-minta-warga-kurangi-mobilitas-selama-10-hari-usai-liburan"/><item><title>Menkes Minta Warga Kurangi Mobilitas Selama 10 Hari Usai Liburan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/29/337/2335722/menkes-minta-warga-kurangi-mobilitas-selama-10-hari-usai-liburan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/29/337/2335722/menkes-minta-warga-kurangi-mobilitas-selama-10-hari-usai-liburan</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/337/2335722/menkes-minta-warga-kurangi-mobilitas-selama-10-hari-usai-liburan-o0vgR2YPkc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kesehatan, Budi Gunadi (foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/337/2335722/menkes-minta-warga-kurangi-mobilitas-selama-10-hari-usai-liburan-o0vgR2YPkc.jpg</image><title>Menteri Kesehatan, Budi Gunadi (foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, lonjakan virus corona akan terjadi sekitar 30% sampai 40% pasca libur panjang yang terjadi di penghujung tahun ini. Hal itu terjadi karena mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Budi mengatakan, bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam penanganan Covid-19.

&quot;Saya sudah berbicara dengan beberapa gubernur ingin memastikan bahwa rumah sakit kita siap. Ruang isolasi yang cukup, ranjangnya cukup, ICU-nya cukup, dokternya juga cukup, perawatnya ada, obatnya siap, alat pelindung diri (APD) siap dan lain sebagainya,&quot; tuturnya saat jumpa pers secara virtual di Kantor Presiden, Selasa (29/12/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari 2021, Menkes: Kami Butuh Koordinasi Seluruh Puskesmas
Budi menuturkan, berdasarkan pengalamannya, lonjakan infeksi virus corona akan terjadi pada 10 atau 14 hari setelah libur panjang selesai. Ia mencontohkan, bila masa liburan selesai pada 1 atau 2 Januari 2021, maka lonjakan kasus Covid-19 akan terjadi sekitar 16 sampai 18 Januari 2021.

&quot;Kita ingin memastikan bahwa seluruh infrastruktur kesehatan di seluruh kota-kota besar yang taraf infeksinya tinggi itu siap dan kami akan bekerja keras di liburan akhir tahun ini untuk memastikan bahwa ini siap,&quot; tutur Budi.
Baca juga:&amp;nbsp;Update Corona 29 Desember 2020: Positif 727.122, Sembuh 596.783 &amp;amp; Meninggal 21.703 Orang
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 8 Juli 1964, ini mengimbau masyarakat Indonesia yang saat ini sedang berlibur, hendaknya setelah pulang nanti dapat mengurangi mobilitas atau pergerakannya selama lima sampai 10 hari. Hal ini penting demi mengurangi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang.
&quot;Dengan demikian itu bisa membantu mengurangi lonjakan dari infeksi Covid-19 sesudah liburan panjang. Ini akan sangat membantu para tenaga kesehatan, para dokter, para perawat yang harus bekerja sangat keras nantinya kalau ada banyak pasien-pasien yang masuk rumah sakit,&quot; imbuhnya.

Budi menjelaskan, 30% dari tiap 100 orang yang terinfeksi virus corona harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan 5% dari 30% yang harus dirawat itu harus masuk ruang ICU. Oleh sebab itulah, ia mengajak masyarakat mengurangi mobilitas di masa libur akhir tahun untuk mengurangi derajat infeksi virus.

&quot;Jadi kalau kita sama-sama bisa mengurangi derajat infeksi bisa memastikan bahwa teman-teman itu sehat, tidak terlalu mobile atau mobilitasnya tidak tinggi selama 10 hari pertama di awal tahun 2021 itu akan sangat membantu untuk rekan-rekan kesehatan yang ada di rumah sakit,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, lonjakan virus corona akan terjadi sekitar 30% sampai 40% pasca libur panjang yang terjadi di penghujung tahun ini. Hal itu terjadi karena mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Budi mengatakan, bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam penanganan Covid-19.

&quot;Saya sudah berbicara dengan beberapa gubernur ingin memastikan bahwa rumah sakit kita siap. Ruang isolasi yang cukup, ranjangnya cukup, ICU-nya cukup, dokternya juga cukup, perawatnya ada, obatnya siap, alat pelindung diri (APD) siap dan lain sebagainya,&quot; tuturnya saat jumpa pers secara virtual di Kantor Presiden, Selasa (29/12/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari 2021, Menkes: Kami Butuh Koordinasi Seluruh Puskesmas
Budi menuturkan, berdasarkan pengalamannya, lonjakan infeksi virus corona akan terjadi pada 10 atau 14 hari setelah libur panjang selesai. Ia mencontohkan, bila masa liburan selesai pada 1 atau 2 Januari 2021, maka lonjakan kasus Covid-19 akan terjadi sekitar 16 sampai 18 Januari 2021.

&quot;Kita ingin memastikan bahwa seluruh infrastruktur kesehatan di seluruh kota-kota besar yang taraf infeksinya tinggi itu siap dan kami akan bekerja keras di liburan akhir tahun ini untuk memastikan bahwa ini siap,&quot; tutur Budi.
Baca juga:&amp;nbsp;Update Corona 29 Desember 2020: Positif 727.122, Sembuh 596.783 &amp;amp; Meninggal 21.703 Orang
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 8 Juli 1964, ini mengimbau masyarakat Indonesia yang saat ini sedang berlibur, hendaknya setelah pulang nanti dapat mengurangi mobilitas atau pergerakannya selama lima sampai 10 hari. Hal ini penting demi mengurangi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang.
&quot;Dengan demikian itu bisa membantu mengurangi lonjakan dari infeksi Covid-19 sesudah liburan panjang. Ini akan sangat membantu para tenaga kesehatan, para dokter, para perawat yang harus bekerja sangat keras nantinya kalau ada banyak pasien-pasien yang masuk rumah sakit,&quot; imbuhnya.

Budi menjelaskan, 30% dari tiap 100 orang yang terinfeksi virus corona harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan 5% dari 30% yang harus dirawat itu harus masuk ruang ICU. Oleh sebab itulah, ia mengajak masyarakat mengurangi mobilitas di masa libur akhir tahun untuk mengurangi derajat infeksi virus.

&quot;Jadi kalau kita sama-sama bisa mengurangi derajat infeksi bisa memastikan bahwa teman-teman itu sehat, tidak terlalu mobile atau mobilitasnya tidak tinggi selama 10 hari pertama di awal tahun 2021 itu akan sangat membantu untuk rekan-rekan kesehatan yang ada di rumah sakit,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
