<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan HB X Kaji Kemungkinan Penerapan PSBB di Yogyakarta</title><description>Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku masih mengaji wacana penerapan PSBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/29/510/2335967/sultan-hb-x-kaji-kemungkinan-penerapan-psbb-di-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/29/510/2335967/sultan-hb-x-kaji-kemungkinan-penerapan-psbb-di-yogyakarta"/><item><title>Sultan HB X Kaji Kemungkinan Penerapan PSBB di Yogyakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/29/510/2335967/sultan-hb-x-kaji-kemungkinan-penerapan-psbb-di-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/29/510/2335967/sultan-hb-x-kaji-kemungkinan-penerapan-psbb-di-yogyakarta</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suharjono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/510/2335967/sultan-hb-x-kaji-kemungkinan-penerapan-psbb-di-yogyakarta-qXWxtr9EDY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan HB X. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/510/2335967/sultan-hb-x-kaji-kemungkinan-penerapan-psbb-di-yogyakarta-qXWxtr9EDY.jpg</image><title>Sultan HB X. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku masih mengaji wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Yogyakarta. Hal ini lantaran kebijakan tersebut juga memberikan risiko di masyarakat.&amp;nbsp;
&quot;Nanti kan akan dibahas antara Pak Wakil Gubernur dengan satgas Penanganan Covid-19. Akan kita lihat apakah akan diterapkan atau masih ada ruang mendisiplinkan masyarakat,&quot; kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (29/12/2020).
Diakuinya, jika PSBB diterapkan maka akan banyak implikasinya. Hal itu sama juga dengan upaya mundur seperti wacana terdahulu.
&amp;ldquo;Kita lihat kalau PSBB sama juga kita side back (mundur ke belakang), risikonya seperti apa ya harus kita lihat,&quot; ujar Sultan HB X.&amp;nbsp;
Kendati demikian, dirinya menyerahkan dalam pertemuan yang digelar tersebut. &quot;Ya kita lihat saja hasil pertemuan seperti apa,&quot; lanjut dia.&amp;nbsp;
Ketika disinggung mengenai vaksin Covid-19, Sri Sultan HB X mengaku belum mengetahui rincian pasti. Diapun menyerahkan mekanisme pada pemerintah pusat, mengingat jumlah vaksin di tahap pertama masih terbatas.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes Ungkap Indonesia Butuh 426 Juta Dosis Vaksin Covid-19
&amp;ldquo;Kita tidak tahu prioritas untuk mana, kalau Yogya mungkin tahap kedua di bukan Februari, namun pastinya saya belum tahu,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku masih mengaji wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Yogyakarta. Hal ini lantaran kebijakan tersebut juga memberikan risiko di masyarakat.&amp;nbsp;
&quot;Nanti kan akan dibahas antara Pak Wakil Gubernur dengan satgas Penanganan Covid-19. Akan kita lihat apakah akan diterapkan atau masih ada ruang mendisiplinkan masyarakat,&quot; kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (29/12/2020).
Diakuinya, jika PSBB diterapkan maka akan banyak implikasinya. Hal itu sama juga dengan upaya mundur seperti wacana terdahulu.
&amp;ldquo;Kita lihat kalau PSBB sama juga kita side back (mundur ke belakang), risikonya seperti apa ya harus kita lihat,&quot; ujar Sultan HB X.&amp;nbsp;
Kendati demikian, dirinya menyerahkan dalam pertemuan yang digelar tersebut. &quot;Ya kita lihat saja hasil pertemuan seperti apa,&quot; lanjut dia.&amp;nbsp;
Ketika disinggung mengenai vaksin Covid-19, Sri Sultan HB X mengaku belum mengetahui rincian pasti. Diapun menyerahkan mekanisme pada pemerintah pusat, mengingat jumlah vaksin di tahap pertama masih terbatas.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Menkes Ungkap Indonesia Butuh 426 Juta Dosis Vaksin Covid-19
&amp;ldquo;Kita tidak tahu prioritas untuk mana, kalau Yogya mungkin tahap kedua di bukan Februari, namun pastinya saya belum tahu,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
