<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FPI Dibubarkan, Persis: Tugas Nahi Munkar Harus Terus Dilakukan</title><description>Ustadz Jeje Zaenudin meyakini pembubaran FPI tidak ada kaitannya langsung dengan gerakan amar makruf nahi munkar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/31/337/2336733/fpi-dibubarkan-persis-tugas-nahi-munkar-harus-terus-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/31/337/2336733/fpi-dibubarkan-persis-tugas-nahi-munkar-harus-terus-dilakukan"/><item><title>FPI Dibubarkan, Persis: Tugas Nahi Munkar Harus Terus Dilakukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/31/337/2336733/fpi-dibubarkan-persis-tugas-nahi-munkar-harus-terus-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/31/337/2336733/fpi-dibubarkan-persis-tugas-nahi-munkar-harus-terus-dilakukan</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2020 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/31/337/2336733/fpi-dibubarkan-persis-tugas-nahi-munkar-harus-terus-dilakukan-pwVw1UE7Ah.jpg" expression="full" type="image/jpeg">FPI. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/31/337/2336733/fpi-dibubarkan-persis-tugas-nahi-munkar-harus-terus-dilakukan-pwVw1UE7Ah.jpg</image><title>FPI. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustadz Jeje Zaenudin meyakini pembubaran Front Pembela Islam (FPI) tidak ada kaitannya langsung dengan gerakan amar makruf nahi munkar. Karena itu, dia menolak anggapan bahwa pelarangan aktivitas FPI sama dengan pelarangan dakwah nahi munkar.
&quot;Gerakan nahi munkar ya wajib terus berlangsung, karena itu perintah agama dan kewajiban setiap muslim sesuai kemampuannya, bukan tugas FPI,&quot; kata Ustadz Jeje dalam keterangannya, Kamis (31/12/2020).
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban ini menjelaskan, semua ormas, yayasan dakwah, individu, bahkan anggota FPI pun masih terus bisa dengan leluasa ber-amar makruf nahi munkar dengan bebas. Menurut dia, yang dibekukan itu adalah ormas dan kelembagaannya, adapun misi dan kegiatannya tanpa memakai atribut yang dilarang, bisa terus berjalan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8zMC8xLzEyNjY5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Hanya tentu dengan tetap mentaati koridor hukum yang berlaku dan adab etika amar makruf nahi munkar. menurut tuntunan Alquran dan Assunah. Tidak boleh ada yang namanya fitnah, berita bohong, provokasi, dan sebagainya,&quot; ujarnya menyarankan.
Baca juga: Burhanudin Muhtadi: Pelarangan FPI Bukan Langkah Tepat, Ideologi Tak Akan Mati dengan Pembubaran Organisasi
&quot;Artinya, ada atau tidak ada FPI bahkan ada atau tidak ada Ormas apa pun, kewajiban dakwah amar makruf nahi munkar yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam tetap wajib di jalankan sesuai dengan situasi, kondisi, serta kapasitas dan kapasitas tiap pribadi muslim,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustadz Jeje Zaenudin meyakini pembubaran Front Pembela Islam (FPI) tidak ada kaitannya langsung dengan gerakan amar makruf nahi munkar. Karena itu, dia menolak anggapan bahwa pelarangan aktivitas FPI sama dengan pelarangan dakwah nahi munkar.
&quot;Gerakan nahi munkar ya wajib terus berlangsung, karena itu perintah agama dan kewajiban setiap muslim sesuai kemampuannya, bukan tugas FPI,&quot; kata Ustadz Jeje dalam keterangannya, Kamis (31/12/2020).
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban ini menjelaskan, semua ormas, yayasan dakwah, individu, bahkan anggota FPI pun masih terus bisa dengan leluasa ber-amar makruf nahi munkar dengan bebas. Menurut dia, yang dibekukan itu adalah ormas dan kelembagaannya, adapun misi dan kegiatannya tanpa memakai atribut yang dilarang, bisa terus berjalan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8zMC8xLzEyNjY5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Hanya tentu dengan tetap mentaati koridor hukum yang berlaku dan adab etika amar makruf nahi munkar. menurut tuntunan Alquran dan Assunah. Tidak boleh ada yang namanya fitnah, berita bohong, provokasi, dan sebagainya,&quot; ujarnya menyarankan.
Baca juga: Burhanudin Muhtadi: Pelarangan FPI Bukan Langkah Tepat, Ideologi Tak Akan Mati dengan Pembubaran Organisasi
&quot;Artinya, ada atau tidak ada FPI bahkan ada atau tidak ada Ormas apa pun, kewajiban dakwah amar makruf nahi munkar yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam tetap wajib di jalankan sesuai dengan situasi, kondisi, serta kapasitas dan kapasitas tiap pribadi muslim,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
