<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangkai Badak Berbulu Berusia 20.000 Tahun Ditemukan di Siberia</title><description>Bangkai badak itu terawetkan dengan baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/01/18/2337279/bangkai-badak-berbulu-berusia-20-000-tahun-ditemukan-di-siberia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/01/18/2337279/bangkai-badak-berbulu-berusia-20-000-tahun-ditemukan-di-siberia"/><item><title>Bangkai Badak Berbulu Berusia 20.000 Tahun Ditemukan di Siberia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/01/18/2337279/bangkai-badak-berbulu-berusia-20-000-tahun-ditemukan-di-siberia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/01/18/2337279/bangkai-badak-berbulu-berusia-20-000-tahun-ditemukan-di-siberia</guid><pubDate>Jum'at 01 Januari 2021 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/01/18/2337279/bangkai-badak-berbulu-berusia-20-000-tahun-ditemukan-di-siberia-HccaKcvPlC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangkai badak itu ditemukan setelah lapisan es di Abyisky, Yakutia, Rusia, mencair. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/01/18/2337279/bangkai-badak-berbulu-berusia-20-000-tahun-ditemukan-di-siberia-HccaKcvPlC.jpg</image><title>Bangkai badak itu ditemukan setelah lapisan es di Abyisky, Yakutia, Rusia, mencair. (Foto: Reuters)</title></images><description>YAKUTSK - Bangkai badak berbulu dari era Zaman Es yang terawetkan dengan baik ditemukan di Siberia Timur, Rusia, oleh warga setempat, kata para peniliti. Keberadaan badak tersebut terungkap dari lapisan es yang mencair di wilayah Abyisky di Yakutia, di wilayah timur laut Rusia.
Dengan sebagian besar organ dalamnya masih utuh, badak ini menjadi temuan terbaik sebagai hewan yang terawetkan dengan baik di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Badak Putih Langka Lahir dengan Selamat di Kebun Binatang Inggris
Para ahli akan mengirim jasad badak ini ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut, bulan depan.
Mereka masih menunggu es mencair, sehingga mereka bisa membawa sisa-sisa bangkai hewan ini ke kota Yakutsk, di mana para ilmuwan akan mengambil sampel dan melakukan analisa radiokarbon.
Badak ini diyakini hidup di akhir era Pleistosen, antara 20.000 hingga 50.000 tahun yang lalu.
Valery Plotnikov, seorang peneliti yang memeriksa sisa-sisa bangkai itu, mengatakan kepada media Rusia, bahwa badak ini berusia antara tiga hingga empat tahun saat mati, kemungkinan karena tenggelam.
Dia mengatakan banyak jaringan lunak masih terlihat, termasuk bagian usus dan alat kelamin.
&quot;Culanya juga masih awet - Ini adalah temuan yang langka, karena ini bisa terurai dengan cepat,&quot; kata Plotnikov, paleontolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, seperti dikutip dari Yakutia 24 TV.
BACA JUGA: Badak Putih Utara Terancam Punah, Tersisa 2 Ekor dan Semuanya Betina
Ada jejak goresan di cula, menunjukkan badak &quot;secara aktif menggunakannya untuk mencari makan,&quot; katanya.
Badak ini pertama kali ditemukan oleh penduduk setempat di tepi sungai Tirekhtyakh pada Agustus lalu.

Wilayah ini dekat dengan lokasi di mana badak berbulu lainnya  ditemukan pada 2014 lalu. Badak yang diberi nama Sasha oleh peneliti  ini, diperkirakan berusia 34.000 tahun.
Beberapa tahun terakhir, juga ditemukan sisa-sisa jasad dari mamut,  badak berbulu, anak kuda, beberapa anak anjing, dan anak singa gua, di  sejumlah wilayah Siberia.
Pada September, para peneliti mengatakan mereka telah menemukan  bangkai beruang yang cukup terawetkan dari periode Zaman Es di Kepulauan  Lyakhovsky di timur laut Rusia.
Penemuan-penemuan semacam ini lebih sering terjadi karena pemanasan  global yang telah mencairkan lapiesan es di wilayah ekstrem utara dan  timur Rusia.</description><content:encoded>YAKUTSK - Bangkai badak berbulu dari era Zaman Es yang terawetkan dengan baik ditemukan di Siberia Timur, Rusia, oleh warga setempat, kata para peniliti. Keberadaan badak tersebut terungkap dari lapisan es yang mencair di wilayah Abyisky di Yakutia, di wilayah timur laut Rusia.
Dengan sebagian besar organ dalamnya masih utuh, badak ini menjadi temuan terbaik sebagai hewan yang terawetkan dengan baik di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Badak Putih Langka Lahir dengan Selamat di Kebun Binatang Inggris
Para ahli akan mengirim jasad badak ini ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut, bulan depan.
Mereka masih menunggu es mencair, sehingga mereka bisa membawa sisa-sisa bangkai hewan ini ke kota Yakutsk, di mana para ilmuwan akan mengambil sampel dan melakukan analisa radiokarbon.
Badak ini diyakini hidup di akhir era Pleistosen, antara 20.000 hingga 50.000 tahun yang lalu.
Valery Plotnikov, seorang peneliti yang memeriksa sisa-sisa bangkai itu, mengatakan kepada media Rusia, bahwa badak ini berusia antara tiga hingga empat tahun saat mati, kemungkinan karena tenggelam.
Dia mengatakan banyak jaringan lunak masih terlihat, termasuk bagian usus dan alat kelamin.
&quot;Culanya juga masih awet - Ini adalah temuan yang langka, karena ini bisa terurai dengan cepat,&quot; kata Plotnikov, paleontolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, seperti dikutip dari Yakutia 24 TV.
BACA JUGA: Badak Putih Utara Terancam Punah, Tersisa 2 Ekor dan Semuanya Betina
Ada jejak goresan di cula, menunjukkan badak &quot;secara aktif menggunakannya untuk mencari makan,&quot; katanya.
Badak ini pertama kali ditemukan oleh penduduk setempat di tepi sungai Tirekhtyakh pada Agustus lalu.

Wilayah ini dekat dengan lokasi di mana badak berbulu lainnya  ditemukan pada 2014 lalu. Badak yang diberi nama Sasha oleh peneliti  ini, diperkirakan berusia 34.000 tahun.
Beberapa tahun terakhir, juga ditemukan sisa-sisa jasad dari mamut,  badak berbulu, anak kuda, beberapa anak anjing, dan anak singa gua, di  sejumlah wilayah Siberia.
Pada September, para peneliti mengatakan mereka telah menemukan  bangkai beruang yang cukup terawetkan dari periode Zaman Es di Kepulauan  Lyakhovsky di timur laut Rusia.
Penemuan-penemuan semacam ini lebih sering terjadi karena pemanasan  global yang telah mencairkan lapiesan es di wilayah ekstrem utara dan  timur Rusia.</content:encoded></item></channel></rss>
