<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Nikah Virtual di Wisma Atlet, Gus Dur Ternyata Juga Menikahi Sinta Nuriyah Jarak Jauh</title><description>Dalam pernikahan itu, Gus Dur diwakilkan oleh kakeknya, Kiai Bisri Syansuri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/01/337/2337316/heboh-nikah-virtual-di-wisma-atlet-gus-dur-ternyata-juga-menikahi-sinta-nuriyah-jarak-jauh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/01/337/2337316/heboh-nikah-virtual-di-wisma-atlet-gus-dur-ternyata-juga-menikahi-sinta-nuriyah-jarak-jauh"/><item><title>Heboh Nikah Virtual di Wisma Atlet, Gus Dur Ternyata Juga Menikahi Sinta Nuriyah Jarak Jauh</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/01/337/2337316/heboh-nikah-virtual-di-wisma-atlet-gus-dur-ternyata-juga-menikahi-sinta-nuriyah-jarak-jauh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/01/337/2337316/heboh-nikah-virtual-di-wisma-atlet-gus-dur-ternyata-juga-menikahi-sinta-nuriyah-jarak-jauh</guid><pubDate>Jum'at 01 Januari 2021 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Rochim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/01/337/2337316/heboh-nikah-virtual-di-wisma-atlet-gus-dur-ternyata-juga-menikahi-sinta-nuriyah-jarak-jauh-S4xBmWfmtL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">KH Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/01/337/2337316/heboh-nikah-virtual-di-wisma-atlet-gus-dur-ternyata-juga-menikahi-sinta-nuriyah-jarak-jauh-S4xBmWfmtL.jpeg</image><title>KH Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah.</title></images><description>JAKARTA - Pernikahan antara Pringgo dengan Nur Aini Umima yang digelar secara virtual di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat dan KUA Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (1/1/2021), membuat heboh. Pernikahan tersebut terpaksa dilakukan secara virtual karena sang mempelai wanita terkena Covid-19.
Ternyata, pernikahan jarak jauh seperti ini bukan hal baru. Jauh sebelumnya, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ternyata juga melakukan pernikahan jarak jauh dengan istri tercintanya, Sinta Nuriyah.
BACA JUGA: Pernikahan Terpisah Oleh Covid-19: Mempelai Pria di KUA, Pengantin Wanita di Wisma Atlet 
Pernikahan itu digelar pada 11 Juli 1968. Saat itu, Gus Dur sedang menempuh pendidikan di Mesir sementara Sinta Nuriah berada di Jombang. Cerita pernikahan jarak jauh Gus Dur dengan Sinta Nuriah ini pernah diunggah di Twitter @Jaringan Gusdurian.
&amp;ldquo;Gurutta Sanusi Baco pernah bercerita. Di buku Gus Dur selalu tersimpan rapi foto seorang perempuan. Ketika ditanya foto siapa gerangan, Gus Dur menjawab bahwa foto itu sang penyemangatnya. Sinta Nuriyah, namanya. Ke manapun Gus Dur selalu membawa foto tersebut,&amp;rdquo; cuit Jaringan Gusdurian, seperti dikutip dari alif.id, Jumat (1/1/2021).
Peristiwa 11 Juli 1968 jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan 16 Rabiul Akhir 1388. Pernikahan jarak jauh antara Gus Dur dan Sinta Nuriyah ini sering menjadi cerita dan menjadi contoh bahwa pernikahan itu boleh dilakukan in absentia, asalkan ada orang yang mewakilinya.
Pernikahan ini juga jadi humor, karena yang mewakili Gus Dur adalah kakeknya yang waktu itu sudah sangat sepuh, yaitu Kiai Bisri Syansuri, seorang ulama yang berasal dari Pati. Kiai Bisri adalah kakek Gus Dur dari jalur ibu, Nyai Sholichah.
BACA JUGA: Foto Gus Dur yang Paling Berkesan Bagi Sinta Nuriyah
Dalam informasi singkat yang sampaikan Jaringan Gusdurian, yang juga sering dikisahkan oleh Gus Dur sendiri, banyak orang terkaget-kaget, dikira Kiai Bisri yang sudah sepuh itu menikah lagi dengan gadis belia nan cantik jelita. Ternyata Kiai Bisri mewakili prosesi ijab-kabul Gus Dur saja.
Dilansir dari laman Instagram @fotojadoel, awal perkenalan Gus Dur dan Sinta ternyata melalui perantara orang ketiga, yakni paman Gus Dur, Kiai Fatah. Waktu itu, Gus Dur berniat melanjutkan studinya ke Kairo, Mesir.


Dia diwanti-wanti oleh pamannya agar menikah lebih dahulu. &amp;ldquo;Soalnya  kalau kamu menunggu menikah pulang dari luar negeri, kamu hanya akan  mendapat wanita tua yang cerewet,&amp;rdquo; kata pamannya.
Sang paman pun membantunya mencarikan jodoh hingga ketemu nama Sinta,  yang ternyata pernah menjadi murid Gus Dur. Gus Dur segera mengiyakan  tawaran itu. Namun Sinta belum bersedia lantaran trauma dengan salah  seorang guru yang pernah meminangnya ketika dia masih berusia 13 tahun.  Celakanya, nama guru itu juga Abdurrahman. &amp;ldquo;Ah, Abdurrahman lagi,  Abdurrahman lagi,&amp;rdquo; komentar Sinta ketika menerima surat dari Gus Dur  pertama kalinya.
Kisah ini seperti ditulis Guntur Wiguna dalam buku: Koleksi Humor Gus  Dur. Namun pada akhirnya Sinta mulai bersimpati kepada Gus Dur ketika  dia menerima surat dari Gus Dur yang mengeluhkan bahwa dia tidak naik  tingkat karena terlalu aktif di PPI (Persatuan Pemuda Indonesia).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wMS8xLzEyNjc1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lewat surat balasannya Sinta berusaha menghibur. &amp;ldquo;Masak manusia harus  gagal dalam segala-galanya. Gagal dalam studi, paling tidak berhasil  dalam jodoh,&amp;rdquo; kata Sinta dalam suratnya.
Selama tahun-tahun yang dihabiskan Gus Dur di Kairo, dia memang terus  berkomunikasi dengan Sinta. Gus Dur pun memaknai datangnya surat secara  teratur dari Sinta sebagai tanda ia tidak ditolak. Setelah sekian lama  berhubungan lewat surat, Gus Dur akhirnya melamar Sinta Nuriyah. Tak  langsung dijawab oleh Sinta karena merasa belum yakin.
Dalam buku Biografi Gus Dur yang ditulis Greg Barton, diceritakan  Sinta mengaku pernah bertanya ke seseorang terlebih dahulu sebelum  menjawab lamaran Gus Dur. &quot;Apakah Gus Dur benar-benar pemuda yang tepat  baginya. Atau, apakah dia harus mencari pemuda lain?&quot; sepenggal tulisan  dalam buku tersebut.Namun jawaban seseorang itu jelas. &amp;ldquo;Jangan mencari-cari lagi, yang   sekarang ini ( Gus Dur ) akan menjadi teman hidup anda.&amp;rdquo; Akhirnya Sinta   memutuskan menerima Gus Dur sebagai teman hidupnya. Pada pertengahan   1966, Gus Dur meminangnya, dan keduanya bertunangan.
Dua tahun kemudian, 1968, Gus Dur akhirnya menikahi Sinta. Uniknya,   dalam pernikahan tersebut Gus Dur tidak ada di lokasi yang sama dengan   Sinta melalu perantara kakeknya, Kiai Bisri Syansuri yang berusia 81   tahun, karena dia masih berada di Kairo waktu itu. Sontak hal tersebut   membuat heboh masyarakat karena mengira Sinta menikah dengan kakek Gus   Dur.
Merasa belum sepenuhnya menikah, akhirnya keduanya sepakat menikah   lagi setelah sama-sama lulus kuliah Resepsi pernikahan Gus Dur dengan   Sinta Nuriah dilakukan sepulangnya menimba ilmu dari Timur Tengah dan   Eropa pada 4 Mei 1971.
Dalam sebuah cerita, Gus Dur  juga pernah ditanya apakah boleh akad   nikah dilakukan melalui Yahoo Messenger, satu teknologi chat yang   terkenal awal-awal tahun 2000? Gus Dur menjawab: Boleh saja, asal   bercintanya jarak jauh juga.</description><content:encoded>JAKARTA - Pernikahan antara Pringgo dengan Nur Aini Umima yang digelar secara virtual di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat dan KUA Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (1/1/2021), membuat heboh. Pernikahan tersebut terpaksa dilakukan secara virtual karena sang mempelai wanita terkena Covid-19.
Ternyata, pernikahan jarak jauh seperti ini bukan hal baru. Jauh sebelumnya, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ternyata juga melakukan pernikahan jarak jauh dengan istri tercintanya, Sinta Nuriyah.
BACA JUGA: Pernikahan Terpisah Oleh Covid-19: Mempelai Pria di KUA, Pengantin Wanita di Wisma Atlet 
Pernikahan itu digelar pada 11 Juli 1968. Saat itu, Gus Dur sedang menempuh pendidikan di Mesir sementara Sinta Nuriah berada di Jombang. Cerita pernikahan jarak jauh Gus Dur dengan Sinta Nuriah ini pernah diunggah di Twitter @Jaringan Gusdurian.
&amp;ldquo;Gurutta Sanusi Baco pernah bercerita. Di buku Gus Dur selalu tersimpan rapi foto seorang perempuan. Ketika ditanya foto siapa gerangan, Gus Dur menjawab bahwa foto itu sang penyemangatnya. Sinta Nuriyah, namanya. Ke manapun Gus Dur selalu membawa foto tersebut,&amp;rdquo; cuit Jaringan Gusdurian, seperti dikutip dari alif.id, Jumat (1/1/2021).
Peristiwa 11 Juli 1968 jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan 16 Rabiul Akhir 1388. Pernikahan jarak jauh antara Gus Dur dan Sinta Nuriyah ini sering menjadi cerita dan menjadi contoh bahwa pernikahan itu boleh dilakukan in absentia, asalkan ada orang yang mewakilinya.
Pernikahan ini juga jadi humor, karena yang mewakili Gus Dur adalah kakeknya yang waktu itu sudah sangat sepuh, yaitu Kiai Bisri Syansuri, seorang ulama yang berasal dari Pati. Kiai Bisri adalah kakek Gus Dur dari jalur ibu, Nyai Sholichah.
BACA JUGA: Foto Gus Dur yang Paling Berkesan Bagi Sinta Nuriyah
Dalam informasi singkat yang sampaikan Jaringan Gusdurian, yang juga sering dikisahkan oleh Gus Dur sendiri, banyak orang terkaget-kaget, dikira Kiai Bisri yang sudah sepuh itu menikah lagi dengan gadis belia nan cantik jelita. Ternyata Kiai Bisri mewakili prosesi ijab-kabul Gus Dur saja.
Dilansir dari laman Instagram @fotojadoel, awal perkenalan Gus Dur dan Sinta ternyata melalui perantara orang ketiga, yakni paman Gus Dur, Kiai Fatah. Waktu itu, Gus Dur berniat melanjutkan studinya ke Kairo, Mesir.


Dia diwanti-wanti oleh pamannya agar menikah lebih dahulu. &amp;ldquo;Soalnya  kalau kamu menunggu menikah pulang dari luar negeri, kamu hanya akan  mendapat wanita tua yang cerewet,&amp;rdquo; kata pamannya.
Sang paman pun membantunya mencarikan jodoh hingga ketemu nama Sinta,  yang ternyata pernah menjadi murid Gus Dur. Gus Dur segera mengiyakan  tawaran itu. Namun Sinta belum bersedia lantaran trauma dengan salah  seorang guru yang pernah meminangnya ketika dia masih berusia 13 tahun.  Celakanya, nama guru itu juga Abdurrahman. &amp;ldquo;Ah, Abdurrahman lagi,  Abdurrahman lagi,&amp;rdquo; komentar Sinta ketika menerima surat dari Gus Dur  pertama kalinya.
Kisah ini seperti ditulis Guntur Wiguna dalam buku: Koleksi Humor Gus  Dur. Namun pada akhirnya Sinta mulai bersimpati kepada Gus Dur ketika  dia menerima surat dari Gus Dur yang mengeluhkan bahwa dia tidak naik  tingkat karena terlalu aktif di PPI (Persatuan Pemuda Indonesia).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wMS8xLzEyNjc1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lewat surat balasannya Sinta berusaha menghibur. &amp;ldquo;Masak manusia harus  gagal dalam segala-galanya. Gagal dalam studi, paling tidak berhasil  dalam jodoh,&amp;rdquo; kata Sinta dalam suratnya.
Selama tahun-tahun yang dihabiskan Gus Dur di Kairo, dia memang terus  berkomunikasi dengan Sinta. Gus Dur pun memaknai datangnya surat secara  teratur dari Sinta sebagai tanda ia tidak ditolak. Setelah sekian lama  berhubungan lewat surat, Gus Dur akhirnya melamar Sinta Nuriyah. Tak  langsung dijawab oleh Sinta karena merasa belum yakin.
Dalam buku Biografi Gus Dur yang ditulis Greg Barton, diceritakan  Sinta mengaku pernah bertanya ke seseorang terlebih dahulu sebelum  menjawab lamaran Gus Dur. &quot;Apakah Gus Dur benar-benar pemuda yang tepat  baginya. Atau, apakah dia harus mencari pemuda lain?&quot; sepenggal tulisan  dalam buku tersebut.Namun jawaban seseorang itu jelas. &amp;ldquo;Jangan mencari-cari lagi, yang   sekarang ini ( Gus Dur ) akan menjadi teman hidup anda.&amp;rdquo; Akhirnya Sinta   memutuskan menerima Gus Dur sebagai teman hidupnya. Pada pertengahan   1966, Gus Dur meminangnya, dan keduanya bertunangan.
Dua tahun kemudian, 1968, Gus Dur akhirnya menikahi Sinta. Uniknya,   dalam pernikahan tersebut Gus Dur tidak ada di lokasi yang sama dengan   Sinta melalu perantara kakeknya, Kiai Bisri Syansuri yang berusia 81   tahun, karena dia masih berada di Kairo waktu itu. Sontak hal tersebut   membuat heboh masyarakat karena mengira Sinta menikah dengan kakek Gus   Dur.
Merasa belum sepenuhnya menikah, akhirnya keduanya sepakat menikah   lagi setelah sama-sama lulus kuliah Resepsi pernikahan Gus Dur dengan   Sinta Nuriah dilakukan sepulangnya menimba ilmu dari Timur Tengah dan   Eropa pada 4 Mei 1971.
Dalam sebuah cerita, Gus Dur  juga pernah ditanya apakah boleh akad   nikah dilakukan melalui Yahoo Messenger, satu teknologi chat yang   terkenal awal-awal tahun 2000? Gus Dur menjawab: Boleh saja, asal   bercintanya jarak jauh juga.</content:encoded></item></channel></rss>
