<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Akan Cabut Embargo Terhadap Qatar </title><description>Ini merupakan perkembangan positif dari konflik diplomatik antara kedua negara yang dimulai pada 2017.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/05/18/2339090/arab-saudi-akan-cabut-embargo-terhadap-qatar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/05/18/2339090/arab-saudi-akan-cabut-embargo-terhadap-qatar"/><item><title>Arab Saudi Akan Cabut Embargo Terhadap Qatar </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/05/18/2339090/arab-saudi-akan-cabut-embargo-terhadap-qatar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/05/18/2339090/arab-saudi-akan-cabut-embargo-terhadap-qatar</guid><pubDate>Selasa 05 Januari 2021 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/05/18/2339090/arab-saudi-akan-cabut-embargo-terhadap-qatar-hYHXCSoo1L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan PM Qatar Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani dalam pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, Desember 2010. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/05/18/2339090/arab-saudi-akan-cabut-embargo-terhadap-qatar-hYHXCSoo1L.jpg</image><title>Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan PM Qatar Sheikh Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani dalam pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, Desember 2010. (Foto: Reuters)</title></images><description>KUWAIT - Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan Arab Saudi akan mencabut embargo terhadap Qatar, yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun. Kesepakatan itu diumumkan Menteri Luar Negeri Kuwait Ahmad Nasser al-Sabah lewat televisi pada Senin (4/1/2021).
&amp;ldquo;Kesepakatan telah dicapai untuk membuka wilayah udara dan perbatasan darat dan laut antara Arab Saudi dan Qatar mulai malam ini,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dilansir VOA.
BACA JUGA: Israel Jadi yang Tercepat dalam Vaksinasi Covid-19, Bagaimana Caranya?
Dia mengatakan perjanjian itu akan ditandatangani pada KTT Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Arab Saudi pada Selasa (5/1/2021).
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz akan memimpin pertemuan tersebut dan pemimpin Qatar diharapkan hadir untuk pertama kalinya sejak perbatasan kedua negara itu ditutup lebih dari tiga tahun lalu.
Sengketa diplomatik antara kedua negara dimulai pada 2017 ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik, perdagangan, dan perjalanan dengan Qatar. Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantah oleh Doha.
BACA JUGA: Kapal Tanker dengan Awak Indonesia Disita Iran, Korsel Kirim Unit Anti-Pembajakan
Kuwait dan Amerika Serikat (AS) telah bekerja untuk mengakhiri perselisihan itu, yang menurut Washington menghalangi upaya untuk membendung pengaruh Iran.
Mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Trump, kantor berita Reuters melaporkan, bahwa penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner bersama dengan utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan penasihat khusus Departemen Luar Negeri Brian Hook, akan menghadiri upacara penandatanganan di Arab Saudi pada Selasa.</description><content:encoded>KUWAIT - Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan Arab Saudi akan mencabut embargo terhadap Qatar, yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun. Kesepakatan itu diumumkan Menteri Luar Negeri Kuwait Ahmad Nasser al-Sabah lewat televisi pada Senin (4/1/2021).
&amp;ldquo;Kesepakatan telah dicapai untuk membuka wilayah udara dan perbatasan darat dan laut antara Arab Saudi dan Qatar mulai malam ini,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dilansir VOA.
BACA JUGA: Israel Jadi yang Tercepat dalam Vaksinasi Covid-19, Bagaimana Caranya?
Dia mengatakan perjanjian itu akan ditandatangani pada KTT Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Arab Saudi pada Selasa (5/1/2021).
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz akan memimpin pertemuan tersebut dan pemimpin Qatar diharapkan hadir untuk pertama kalinya sejak perbatasan kedua negara itu ditutup lebih dari tiga tahun lalu.
Sengketa diplomatik antara kedua negara dimulai pada 2017 ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik, perdagangan, dan perjalanan dengan Qatar. Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantah oleh Doha.
BACA JUGA: Kapal Tanker dengan Awak Indonesia Disita Iran, Korsel Kirim Unit Anti-Pembajakan
Kuwait dan Amerika Serikat (AS) telah bekerja untuk mengakhiri perselisihan itu, yang menurut Washington menghalangi upaya untuk membendung pengaruh Iran.
Mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Trump, kantor berita Reuters melaporkan, bahwa penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner bersama dengan utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan penasihat khusus Departemen Luar Negeri Brian Hook, akan menghadiri upacara penandatanganan di Arab Saudi pada Selasa.</content:encoded></item></channel></rss>
