<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Dapat 38.400 Vaksin Covid-19, Pemprov Jabar Dahulukan Tenaga Kesehatan   </title><description>Provinsi Jawa Barat bakal mendapatkan 38.400 dosis vaksin Covid-19 Sinovac pada Selasa 5 Januari 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/05/525/2338848/dapat-38-400-vaksin-covid-19-pemprov-jabar-dahulukan-tenaga-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/05/525/2338848/dapat-38-400-vaksin-covid-19-pemprov-jabar-dahulukan-tenaga-kesehatan"/><item><title> Dapat 38.400 Vaksin Covid-19, Pemprov Jabar Dahulukan Tenaga Kesehatan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/05/525/2338848/dapat-38-400-vaksin-covid-19-pemprov-jabar-dahulukan-tenaga-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/05/525/2338848/dapat-38-400-vaksin-covid-19-pemprov-jabar-dahulukan-tenaga-kesehatan</guid><pubDate>Selasa 05 Januari 2021 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/05/525/2338848/dapat-38-400-vaksin-covid-19-pemprov-jabar-dahulukan-tenaga-kesehatan-SX8rCiHDUc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/05/525/2338848/dapat-38-400-vaksin-covid-19-pemprov-jabar-dahulukan-tenaga-kesehatan-SX8rCiHDUc.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>BANDUNG - Provinsi Jawa Barat bakal mendapatkan 38.400 dosis vaksin Covid-19 Sinovac pada Selasa 5 Januari 2021. Puluhan ribu dosis vaksin tersebut diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan melawan pandemi Covid-19.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Ahmad memastikan, vaksin tersebut bakal diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar.

&quot;Vaksin tahap pertama kurang lebih 38.000 dosis untuk tenaga kesehatan, pengiriman rencananya tanggal 5 Januari,&quot; kata Daud kepada wartawan, Senin (4/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sultan HB X: Vaksinasi Covid-19 di DIY Mulai 14 Januari Dahulukan Nakes&amp;nbsp;
Menurut Daud, dari 1,2 juta vaksin Sinovac yang telah resmi dilepas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu 3 Januari 2021 kemarin itu, Provinsi Jabar mendapatkan jatah total sebanyak 97.080 dosis.

&quot;Tahap I 38.400 dosis, sementara untuk tahap II 58.680 yang tanggal pengirimannya masih dikonfirmasi,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Vaksin Covid-19, Hotman Paris: Terlalu Berat Kalau Dikasih Gratis Semua
Terkait alur distribusi, Daud menuturkan, vaksin tersebut akan diterima terlebih dahulu oleh Dinkes Provinsi Jabar kemudian disalurkan kepada dinkes kabupaten/kota kemudian diberikan kepada sejumlah layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit.

&quot;Kita di Satgas kan ada divisi logistik, kami siapkan gudang penyimpanan dan membantu dinkes persiapan distribusi ke kabupaten/kota,&quot; tutur Daud.

Disinggung soal jadwal vaksinasi tenaga kesehatan, Daud mengaku belum mendapatkan laporan. Namun, kata Daud, jadwal vaksinasi nantinya ditentukan oleh dinkes kabupaten/kota. &quot;Jadwalnya sudah (ada) di dinkes,&quot; ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar telah memetakan kebutuhan vaksin Covid-19 untuk warga Jabar yang menjadi sasaran vaksinasi. Berdasarkan hasil pemetaan, Provinsi Jabar membutuhkan 72 juta dosis vaksin Covid-19.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNC8xLzEyNjkxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jabar Marion Siagian menjelaskan, vaksinasi Covid-19 di Jabar bakal menyasar 36 juta warga dengan rentang usia 18-59 tahun dari total hampir 50 juta penduduk Jabar.

Perinciannya, jumlah kebutuhan vaksin di Jabar mencapai 72.145.938 dosis, dimana satu orang mendapatkan dua dosis penyuntikan, sehingga sasaran vaksinasi sebanyak 36.072.969 orang.

&quot;Untuk (warga) 60 tahun ke atas dan 18 tahun ke bawah, kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, apakah diikutsertakan (dalam vaksinasi) atau tidak,&quot; kata Marion, Jumat (23/10/2020).

Terkait prioritas sasaran vaksinasi, Marion menuturkan bahwa sesuai Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi, sasaran utama vaksinasi adalah tenaga kesehatan (nakes) dan TNI/Polri dengan kebutuhan 315.564 dosis vaksin untuk total sasaran sekitar 157.782 orang.

&quot;Lalu, untuk kelompok pelayanan publik 95.248 orang dengan kebutuhan vaksin 190.496. Kami masih meng-update terus supaya pada hari-H (vaksinasi) semua kelompok prioritas ini bisa tercakup,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>BANDUNG - Provinsi Jawa Barat bakal mendapatkan 38.400 dosis vaksin Covid-19 Sinovac pada Selasa 5 Januari 2021. Puluhan ribu dosis vaksin tersebut diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan melawan pandemi Covid-19.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Ahmad memastikan, vaksin tersebut bakal diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar.

&quot;Vaksin tahap pertama kurang lebih 38.000 dosis untuk tenaga kesehatan, pengiriman rencananya tanggal 5 Januari,&quot; kata Daud kepada wartawan, Senin (4/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sultan HB X: Vaksinasi Covid-19 di DIY Mulai 14 Januari Dahulukan Nakes&amp;nbsp;
Menurut Daud, dari 1,2 juta vaksin Sinovac yang telah resmi dilepas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu 3 Januari 2021 kemarin itu, Provinsi Jabar mendapatkan jatah total sebanyak 97.080 dosis.

&quot;Tahap I 38.400 dosis, sementara untuk tahap II 58.680 yang tanggal pengirimannya masih dikonfirmasi,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Vaksin Covid-19, Hotman Paris: Terlalu Berat Kalau Dikasih Gratis Semua
Terkait alur distribusi, Daud menuturkan, vaksin tersebut akan diterima terlebih dahulu oleh Dinkes Provinsi Jabar kemudian disalurkan kepada dinkes kabupaten/kota kemudian diberikan kepada sejumlah layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit.

&quot;Kita di Satgas kan ada divisi logistik, kami siapkan gudang penyimpanan dan membantu dinkes persiapan distribusi ke kabupaten/kota,&quot; tutur Daud.

Disinggung soal jadwal vaksinasi tenaga kesehatan, Daud mengaku belum mendapatkan laporan. Namun, kata Daud, jadwal vaksinasi nantinya ditentukan oleh dinkes kabupaten/kota. &quot;Jadwalnya sudah (ada) di dinkes,&quot; ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar telah memetakan kebutuhan vaksin Covid-19 untuk warga Jabar yang menjadi sasaran vaksinasi. Berdasarkan hasil pemetaan, Provinsi Jabar membutuhkan 72 juta dosis vaksin Covid-19.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNC8xLzEyNjkxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jabar Marion Siagian menjelaskan, vaksinasi Covid-19 di Jabar bakal menyasar 36 juta warga dengan rentang usia 18-59 tahun dari total hampir 50 juta penduduk Jabar.

Perinciannya, jumlah kebutuhan vaksin di Jabar mencapai 72.145.938 dosis, dimana satu orang mendapatkan dua dosis penyuntikan, sehingga sasaran vaksinasi sebanyak 36.072.969 orang.

&quot;Untuk (warga) 60 tahun ke atas dan 18 tahun ke bawah, kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, apakah diikutsertakan (dalam vaksinasi) atau tidak,&quot; kata Marion, Jumat (23/10/2020).

Terkait prioritas sasaran vaksinasi, Marion menuturkan bahwa sesuai Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi, sasaran utama vaksinasi adalah tenaga kesehatan (nakes) dan TNI/Polri dengan kebutuhan 315.564 dosis vaksin untuk total sasaran sekitar 157.782 orang.

&quot;Lalu, untuk kelompok pelayanan publik 95.248 orang dengan kebutuhan vaksin 190.496. Kami masih meng-update terus supaya pada hari-H (vaksinasi) semua kelompok prioritas ini bisa tercakup,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
