<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu RI Kirim Nota Diplomatik ke Iran Terkait ABK Indonesia di Tanker Korsel</title><description>Juru bicara Kemlu RI mengatakan kedua ABK WNI yang ditahan Iran dalam keadaan baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/06/18/2339670/kemlu-ri-kirim-nota-diplomatik-ke-iran-terkait-abk-indonesia-di-tanker-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/06/18/2339670/kemlu-ri-kirim-nota-diplomatik-ke-iran-terkait-abk-indonesia-di-tanker-korsel"/><item><title>Kemlu RI Kirim Nota Diplomatik ke Iran Terkait ABK Indonesia di Tanker Korsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/06/18/2339670/kemlu-ri-kirim-nota-diplomatik-ke-iran-terkait-abk-indonesia-di-tanker-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/06/18/2339670/kemlu-ri-kirim-nota-diplomatik-ke-iran-terkait-abk-indonesia-di-tanker-korsel</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/18/2339670/kemlu-ri-kirim-nota-diplomatik-ke-iran-terkait-abk-indonesia-di-tanker-korsel-B1Q8ptLtiO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal tanker Hankuk Chiemi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/18/2339670/kemlu-ri-kirim-nota-diplomatik-ke-iran-terkait-abk-indonesia-di-tanker-korsel-B1Q8ptLtiO.jpg</image><title>Kapal tanker Hankuk Chiemi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) telah mengirim nota diplomatik ke Kemlu Iran terkait keberadaan dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal tanker berbendera Korea Selatan yang disita Iran di perairan Teluk Persia.
&amp;ldquo;Sejak diperoleh informasi atas peristiwa tersebut, Ibu Menlu sudah menginstruksikan Dubes RI di Iran untuk membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait,&amp;rdquo; ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon Selasa (5/1/2021) malam.
BACA JUGA: Iran Sita Kapal Tanker Korsel, Mulai Pengayaan Uranium Hingga 20 Persen
&amp;ldquo;Sore tadi diperoleh informasi bahwa kedua ABK Indonesia dalam kondisi baik,&amp;rdquo; tambahnya.
Lebih jauh Faizasyah mengatakan pihak KBRI di Iran telah mengirim nota diplomatik ke Kemlu Iran untuk memastikan kondisi dua WNI yang menjadi ABK di kapal tanker Korea Selatan itu.
&amp;ldquo;Perwakilan Kemlu Iran yang menemui ABK Indonesia di kapal tersebut mengatakan mereka dalam kondisi baik dan sedang diupayakan agar bisa berkomunikasi dengan pejabat KBRI.&amp;rdquo;
Belum ada kepastian kapan komunikasi itu akan dilakukan dan rincian identitas kedua WNI tersebut.

Diduga Mencemari Lingkungan, Kapal Korsel Disita Iran
Diberitakan sebelumnya, Garda Revolusi Iran menyerbu kapal tanker berbendera Korea Selatan MT Hankuk Chemi dan memaksa kapal itu mengubah haluan menuju ke Iran. Teheran mengatakan terpaksa menghentikan kapal itu karena mencemari perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
BACA JUGA: Kapal Tanker dengan Awak Indonesia Disita Iran, Korsel Kirim Unit Anti-Pembajakan
Jaringan Penyiaran Iran, IRINN, juga melaporkan bahwa kapal tanker itu disita karena melanggar pedoman lingkungan hidup dan kini berada di salah satu pelabuhan Iran untuk diselidiki. Kapal itu membawa 7.200 ton ethanol dari Jubail, Arab Saudi menuju Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), ketika pasukan Iran menghentikan kapal itu dan melakukan pemeriksaan.


Mengutip seorang pejabat urusan pelayaran dan pengiriman di Korea Selatan, Associated Press melaporkan awalnya pasukan Iran mengatakan ingin melakukan pemeriksaan  yang tidak ditentukan di kapal itu. Namun ketika kapten kapal sedang  berbicara dengan pejabat keamanan perusahaan di Korea Selatan, Pasukan  Garda Revolusi Iran menyerbu kapal tanker itu. Sebuah helikopter  Iran juga terbang di atas kapal tersebut.
Pasukan Iran itu meminta kapten kapal mengubah haluan menuju ke  perairan Iran untuk penyelidikan yang tidak ditentukan dan menolak  menjelaskan lebih jauh. Perusahaan kapal tanker itu masih belum dapat  menghubungi kapten kapal tersebut.

Kapal tanker berbendera Korsel, MT Hankuk Chiemi disita Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz, 4 Januari 2021. (Foto: Reuters)
Kantor berita Iran lainnya, FARS dan Tasnim mengatakan  awak yang ditangkap di kapal tanker yang disita itu adalah warga negara  Korea Selatan, Indonesia, Myanmar dan Vietnam.
Armada Kelima Angkatan Laut Amerika yang berbasis di Timur Tengah  berpatroli secara rutin di kawasan itu bersama koalisi pimpinan Amerika  yang memantau Selat Hormuz, celah sempit di Teluk Persia yang dilintasi  oleh 20 persen kapal pembawa pasokan minyak dunia. Upaya pemantauan  serupa yang dipimpin Eropa juga beroperasi di kawasan itu.

Jubir Iran Bicara Blak-Blakan
Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei, ketika ditanya tentang  penyitaan itu pada Selasa, menyampaikan penjelasan yang sangat  blak-blakan.
&amp;ldquo;Jika ada yang akan disebut sebagai penyandera, ia adalah pemerintah  Korea Selatan, yang telah menyandera kami senilai lebih dari tujuh  miliar dolar dengan dalih sia-sia,&amp;rdquo; ujarnya sebagaimana dilansir VOA.
Dalam beberapa bulan terakhir ini Iran telah berusaha meningkatkan  tekanan terhadap Korea Selatan untuk mencairkan aset hasil penjualan  minyak bernilai tujuh miliar dolar yang dibekukan pasca pemberlakukan  sanksi ekonomi oleh pemerintah Trump.
Kemlu Korea Selatan pada Selasa, mengatakan berencana mengirim sebuah   delegasi pejabat ke Iran untuk membahas pembebasan awak kapal tanker   itu.
Sementara Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya   telah mengirim satuan anti-pembajakan dengan kapal perusak kelas 4.400   ton bersama sekitar 300 tentara, ke dekat Selat Hormuz.
Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan penyitaan kapal Iran itu &amp;ldquo;sangat serius.&amp;rdquo;

Deplu AS Desak Iran Bebaskan Kapal Tanker Korsel
Mengikuti langkah Korea Selatan, Departemen Luar Negeri Amerika   Serikat (AS) menyerukan pembebasan segera kapal tanker itu, menuduh Iran   mengancam &amp;ldquo;hak navigasi dan kebebasan&amp;rdquo; di Teluk Persia untuk &amp;ldquo;menekan   komunitas internasional agar mengurangi tekanan sanksi.&amp;rdquo;
Tahun lalu Iran juga menyita kapal tanker minyak berbendera Inggris   dan menahannya selama berbulan-bulan setelah salah satu kapal tanker   Iran ditahan di lepas pantai Gibraltar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) telah mengirim nota diplomatik ke Kemlu Iran terkait keberadaan dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal tanker berbendera Korea Selatan yang disita Iran di perairan Teluk Persia.
&amp;ldquo;Sejak diperoleh informasi atas peristiwa tersebut, Ibu Menlu sudah menginstruksikan Dubes RI di Iran untuk membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait,&amp;rdquo; ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon Selasa (5/1/2021) malam.
BACA JUGA: Iran Sita Kapal Tanker Korsel, Mulai Pengayaan Uranium Hingga 20 Persen
&amp;ldquo;Sore tadi diperoleh informasi bahwa kedua ABK Indonesia dalam kondisi baik,&amp;rdquo; tambahnya.
Lebih jauh Faizasyah mengatakan pihak KBRI di Iran telah mengirim nota diplomatik ke Kemlu Iran untuk memastikan kondisi dua WNI yang menjadi ABK di kapal tanker Korea Selatan itu.
&amp;ldquo;Perwakilan Kemlu Iran yang menemui ABK Indonesia di kapal tersebut mengatakan mereka dalam kondisi baik dan sedang diupayakan agar bisa berkomunikasi dengan pejabat KBRI.&amp;rdquo;
Belum ada kepastian kapan komunikasi itu akan dilakukan dan rincian identitas kedua WNI tersebut.

Diduga Mencemari Lingkungan, Kapal Korsel Disita Iran
Diberitakan sebelumnya, Garda Revolusi Iran menyerbu kapal tanker berbendera Korea Selatan MT Hankuk Chemi dan memaksa kapal itu mengubah haluan menuju ke Iran. Teheran mengatakan terpaksa menghentikan kapal itu karena mencemari perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
BACA JUGA: Kapal Tanker dengan Awak Indonesia Disita Iran, Korsel Kirim Unit Anti-Pembajakan
Jaringan Penyiaran Iran, IRINN, juga melaporkan bahwa kapal tanker itu disita karena melanggar pedoman lingkungan hidup dan kini berada di salah satu pelabuhan Iran untuk diselidiki. Kapal itu membawa 7.200 ton ethanol dari Jubail, Arab Saudi menuju Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), ketika pasukan Iran menghentikan kapal itu dan melakukan pemeriksaan.


Mengutip seorang pejabat urusan pelayaran dan pengiriman di Korea Selatan, Associated Press melaporkan awalnya pasukan Iran mengatakan ingin melakukan pemeriksaan  yang tidak ditentukan di kapal itu. Namun ketika kapten kapal sedang  berbicara dengan pejabat keamanan perusahaan di Korea Selatan, Pasukan  Garda Revolusi Iran menyerbu kapal tanker itu. Sebuah helikopter  Iran juga terbang di atas kapal tersebut.
Pasukan Iran itu meminta kapten kapal mengubah haluan menuju ke  perairan Iran untuk penyelidikan yang tidak ditentukan dan menolak  menjelaskan lebih jauh. Perusahaan kapal tanker itu masih belum dapat  menghubungi kapten kapal tersebut.

Kapal tanker berbendera Korsel, MT Hankuk Chiemi disita Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz, 4 Januari 2021. (Foto: Reuters)
Kantor berita Iran lainnya, FARS dan Tasnim mengatakan  awak yang ditangkap di kapal tanker yang disita itu adalah warga negara  Korea Selatan, Indonesia, Myanmar dan Vietnam.
Armada Kelima Angkatan Laut Amerika yang berbasis di Timur Tengah  berpatroli secara rutin di kawasan itu bersama koalisi pimpinan Amerika  yang memantau Selat Hormuz, celah sempit di Teluk Persia yang dilintasi  oleh 20 persen kapal pembawa pasokan minyak dunia. Upaya pemantauan  serupa yang dipimpin Eropa juga beroperasi di kawasan itu.

Jubir Iran Bicara Blak-Blakan
Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei, ketika ditanya tentang  penyitaan itu pada Selasa, menyampaikan penjelasan yang sangat  blak-blakan.
&amp;ldquo;Jika ada yang akan disebut sebagai penyandera, ia adalah pemerintah  Korea Selatan, yang telah menyandera kami senilai lebih dari tujuh  miliar dolar dengan dalih sia-sia,&amp;rdquo; ujarnya sebagaimana dilansir VOA.
Dalam beberapa bulan terakhir ini Iran telah berusaha meningkatkan  tekanan terhadap Korea Selatan untuk mencairkan aset hasil penjualan  minyak bernilai tujuh miliar dolar yang dibekukan pasca pemberlakukan  sanksi ekonomi oleh pemerintah Trump.
Kemlu Korea Selatan pada Selasa, mengatakan berencana mengirim sebuah   delegasi pejabat ke Iran untuk membahas pembebasan awak kapal tanker   itu.
Sementara Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya   telah mengirim satuan anti-pembajakan dengan kapal perusak kelas 4.400   ton bersama sekitar 300 tentara, ke dekat Selat Hormuz.
Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan penyitaan kapal Iran itu &amp;ldquo;sangat serius.&amp;rdquo;

Deplu AS Desak Iran Bebaskan Kapal Tanker Korsel
Mengikuti langkah Korea Selatan, Departemen Luar Negeri Amerika   Serikat (AS) menyerukan pembebasan segera kapal tanker itu, menuduh Iran   mengancam &amp;ldquo;hak navigasi dan kebebasan&amp;rdquo; di Teluk Persia untuk &amp;ldquo;menekan   komunitas internasional agar mengurangi tekanan sanksi.&amp;rdquo;
Tahun lalu Iran juga menyita kapal tanker minyak berbendera Inggris   dan menahannya selama berbulan-bulan setelah salah satu kapal tanker   Iran ditahan di lepas pantai Gibraltar.</content:encoded></item></channel></rss>
