<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Masih Berunding dengan WHO Soal Izin Pakar Kunjungi Wuhan</title><description>Pakar WHO masih belum diizinkan untuk memasuki Wuhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/07/18/2340624/china-masih-berunding-dengan-who-soal-izin-pakar-kunjungi-wuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/07/18/2340624/china-masih-berunding-dengan-who-soal-izin-pakar-kunjungi-wuhan"/><item><title>China Masih Berunding dengan WHO Soal Izin Pakar Kunjungi Wuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/07/18/2340624/china-masih-berunding-dengan-who-soal-izin-pakar-kunjungi-wuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/07/18/2340624/china-masih-berunding-dengan-who-soal-izin-pakar-kunjungi-wuhan</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2021 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/07/18/2340624/china-masih-berunding-dengan-who-soal-izin-pakar-kunjungi-wuhan-ZoJZ5Qgokf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/07/18/2340624/china-masih-berunding-dengan-who-soal-izin-pakar-kunjungi-wuhan-ZoJZ5Qgokf.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>BEIJING - China menyatakan masih berunding dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai pengaturan akhir bagi sebuah tim pakar internasional untuk memasuki negara itu guna menyelidiki asal mula pandemi Covid-19.
Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa (5/1/2021) mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa ia &amp;ldquo;sangat kecewa&amp;rdquo; karena Beijing tidak memberikan izin akhir bagi tim peneliti itu, yang sebagian di antaranya telah mulai melakukan perjalanan ke Wuhan, di mana virus corona pertama kali dideteksi pada Desember 2019.
BACA JUGA: Selidiki Asal-usul Covid-19, Australia Desak China Izinkan WHO Masuk Tanpa Ditunda
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan kepada para wartawan di Beijing pada Rabu (6/1/2021) bahwa sebelumnya ada &amp;ldquo;kesalahpahaman,&amp;rdquo; seraya mengatakan kedua pihak masih dalam pembahasan mengenai tanggal spesifik dan pengaturan lainnya bagi tim internasional.

Pandemi di AS
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) menorehkan catatan suram baru dalam pandemi virus corona hari Selasa, sewaktu mencatat rekor penambahan 3.775 kematian dalam satu hari, sebut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center.
AS pada Selasa juga mencatat rekor penambahan dalam satu hari, 131.195 pasien yang dirawat inap di rumah sakit, sebut the COVID-19 Tracking Project.
Di antara 86,4 juta kasus virus corona dan 1,8 juta kematian di seluruh dunia, AS berada di tempat teratas dalam kedua kategori itu dengan mencatat lebih dari 21 juta kasus, termasuk 357.377 meninggal dunia.
BACA JUGA: Pejabat Tinggi WHO Kecewa China Larang Peneliti ke Wuhan
California menjadi episentrum lonjakan kasus COVID-19 di AS belakangan ini, dengan mencatat 31.440 kasus baru yang terkonfirmasi pada Selasa, menurut COVID-19 Tracking Project, membuat total kasusnya melebihi 2,4 juta, termasuk kematian sedikit di atas angka 27 ribu.

Situasi ini semakin mengerikan di Los Angeles, di mana rumah  sakit-rumah sakit kekurangan kamar perawatan intensif untuk menampung  pasien yang paling serius penyakitnya, yang membuat para petugas gawat  darurat diberitahu untuk memberi pasien oksigen yang cukup membuat  pasien COVID-19 berada pada ambang optimalnya.
Wabah yang kian luas di pusat hiburan global itu juga menyebabkan  penundaan acara tahunan penganugerahan Penghargaan Grammy dari 31  Januari menjadi 14 Maret.

Varian baru virus
Sementara itu, pihak berwenang Inggris pada Selasa menyatakan sekira 1  dari 50 orang di negara itu telah terjangkit virus corona. Pemerintah  Inggris juga menyatakan telah mencatat lebih dari 60 ribu kasus baru  untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai.
Angka baru itu terungkap pada hari yang sama ketika Inggris resmi  memasuki PSBB baru selama satu bulan, yang antara lain mencakup  penutupan sekolah-sekolah dan toko-toko nonesensial.
Inggris juga menjadi pusat perhatian dalam pandemi ini dengan temuan  virus Covid-19 varian baru yang lebih menular, yang telah dideteksi di  puluhan negara, yang membuat banyak di antara negara itu untuk sementara  melarang masuknya pengunjung dari Inggris.
Negara-negara juga melarang pengunjung dari Afrika Selatan, di mana  sebuah varian baru lainnya telah dideteksi. Denmark Rabu (6/1/2021)  mengumumkan tentang larangan masuk bagi semua pengunjung dari Afrika  Selatan dan menganjurkan rakyatnya agar tidak bepergian ke negara itu.</description><content:encoded>BEIJING - China menyatakan masih berunding dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai pengaturan akhir bagi sebuah tim pakar internasional untuk memasuki negara itu guna menyelidiki asal mula pandemi Covid-19.
Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa (5/1/2021) mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa ia &amp;ldquo;sangat kecewa&amp;rdquo; karena Beijing tidak memberikan izin akhir bagi tim peneliti itu, yang sebagian di antaranya telah mulai melakukan perjalanan ke Wuhan, di mana virus corona pertama kali dideteksi pada Desember 2019.
BACA JUGA: Selidiki Asal-usul Covid-19, Australia Desak China Izinkan WHO Masuk Tanpa Ditunda
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan kepada para wartawan di Beijing pada Rabu (6/1/2021) bahwa sebelumnya ada &amp;ldquo;kesalahpahaman,&amp;rdquo; seraya mengatakan kedua pihak masih dalam pembahasan mengenai tanggal spesifik dan pengaturan lainnya bagi tim internasional.

Pandemi di AS
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) menorehkan catatan suram baru dalam pandemi virus corona hari Selasa, sewaktu mencatat rekor penambahan 3.775 kematian dalam satu hari, sebut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center.
AS pada Selasa juga mencatat rekor penambahan dalam satu hari, 131.195 pasien yang dirawat inap di rumah sakit, sebut the COVID-19 Tracking Project.
Di antara 86,4 juta kasus virus corona dan 1,8 juta kematian di seluruh dunia, AS berada di tempat teratas dalam kedua kategori itu dengan mencatat lebih dari 21 juta kasus, termasuk 357.377 meninggal dunia.
BACA JUGA: Pejabat Tinggi WHO Kecewa China Larang Peneliti ke Wuhan
California menjadi episentrum lonjakan kasus COVID-19 di AS belakangan ini, dengan mencatat 31.440 kasus baru yang terkonfirmasi pada Selasa, menurut COVID-19 Tracking Project, membuat total kasusnya melebihi 2,4 juta, termasuk kematian sedikit di atas angka 27 ribu.

Situasi ini semakin mengerikan di Los Angeles, di mana rumah  sakit-rumah sakit kekurangan kamar perawatan intensif untuk menampung  pasien yang paling serius penyakitnya, yang membuat para petugas gawat  darurat diberitahu untuk memberi pasien oksigen yang cukup membuat  pasien COVID-19 berada pada ambang optimalnya.
Wabah yang kian luas di pusat hiburan global itu juga menyebabkan  penundaan acara tahunan penganugerahan Penghargaan Grammy dari 31  Januari menjadi 14 Maret.

Varian baru virus
Sementara itu, pihak berwenang Inggris pada Selasa menyatakan sekira 1  dari 50 orang di negara itu telah terjangkit virus corona. Pemerintah  Inggris juga menyatakan telah mencatat lebih dari 60 ribu kasus baru  untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai.
Angka baru itu terungkap pada hari yang sama ketika Inggris resmi  memasuki PSBB baru selama satu bulan, yang antara lain mencakup  penutupan sekolah-sekolah dan toko-toko nonesensial.
Inggris juga menjadi pusat perhatian dalam pandemi ini dengan temuan  virus Covid-19 varian baru yang lebih menular, yang telah dideteksi di  puluhan negara, yang membuat banyak di antara negara itu untuk sementara  melarang masuknya pengunjung dari Inggris.
Negara-negara juga melarang pengunjung dari Afrika Selatan, di mana  sebuah varian baru lainnya telah dideteksi. Denmark Rabu (6/1/2021)  mengumumkan tentang larangan masuk bagi semua pengunjung dari Afrika  Selatan dan menganjurkan rakyatnya agar tidak bepergian ke negara itu.</content:encoded></item></channel></rss>
