<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Kantong Properti Milik Korban Sriwijaya Air SJ-182 Dibawa ke Posko Ante Mortem-DVI RS Polri</title><description>keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 untuk diambil sampel DNA</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341906/2-kantong-properti-milik-korban-sriwijaya-air-sj-182-dibawa-ke-posko-ante-mortem-dvi-rs-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341906/2-kantong-properti-milik-korban-sriwijaya-air-sj-182-dibawa-ke-posko-ante-mortem-dvi-rs-polri"/><item><title>2 Kantong Properti Milik Korban Sriwijaya Air SJ-182 Dibawa ke Posko Ante Mortem-DVI RS Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341906/2-kantong-properti-milik-korban-sriwijaya-air-sj-182-dibawa-ke-posko-ante-mortem-dvi-rs-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341906/2-kantong-properti-milik-korban-sriwijaya-air-sj-182-dibawa-ke-posko-ante-mortem-dvi-rs-polri</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2341906/2-kantong-properti-milik-korban-sriwijaya-air-sj-182-dibawa-ke-posko-ante-mortem-dvi-rs-polri-pIqaHw73rv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabarsarnas Marsdya Bagus Puruhito melihat serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2341906/2-kantong-properti-milik-korban-sriwijaya-air-sj-182-dibawa-ke-posko-ante-mortem-dvi-rs-polri-pIqaHw73rv.jpg</image><title>Kabarsarnas Marsdya Bagus Puruhito melihat serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto/Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak dua kontong berisi properti korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ-182 telah dibawa ke Posko Ante Mortem-DVI RS Polri, Kramat Jati, Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berharap dengan ditemukan barang-barang tersebut, kerabat korban diharap bisa datang ke posko Ante Mortem-DVI.
Kombes Yusri Yunus menjelaskan kedatangan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 untuk diambil sampel DNA serta diharapkan membawa rekam jejam kesehatan korban.
Baca juga:&amp;nbsp;Detik-Detik Terakhir Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sebelum Jatuh
&amp;ldquo;Kami mengharap keluarga keluarga korban terdekat satu darah datang ke posko DVI kramat Jati, untuk ambil sampel DNA. Kedua bisa membawa rekam jejak kesehatan korban, seperti apa, misal pernah periksa gigi, patah tulang atau ada tato,&amp;rdquo; ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (10/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE0Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Posko Ante Mortem-DVI itu juga mendapatkan dukungan dari rumah sakit pemerintah yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi primer dan sekunder.
Identifikasi Ante Mortem adalah identifikasi dengan data-data fisik korban seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali hingga barang bawaan korban, serta kepemilikan lainnya.
&amp;ldquo;Di sini adalah posko pertama untuk DVI apa tugas pertama di sini labelling, nelayan, SAR akan dikumpulkan di sini, dipisahkan mana properti mana body part (bagian tubuh), kalau sudah lengkap dibawa ke posko DVI untuk diidentifikasi tim kita,&amp;rdquo; tambah Yunus.
Ia menjelaskan pada Sabtu 9 Januari 2021 malam sudah ada keluarga korban yang mendatangi posko. Namun, keluarga yang datang bukan dari keluarga dekat.
&amp;ldquo;Tadi malam sudah datang 8 keluarga, 7 penumpang, satu kru, setelah dicocokkan bukan keluarga terdekat, kita minta bawa keluarga terdekat untuk tes DNA,&amp;rdquo; saran dia.
&amp;ldquo;Misal punya dokumen identitas kartu keluarga dll, yang bisa menyatakan ini, dibutuhkan satu darah, tes DNA memastikan, body part ini siapa namanya,&amp;rdquo; pungkas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak dua kontong berisi properti korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ-182 telah dibawa ke Posko Ante Mortem-DVI RS Polri, Kramat Jati, Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berharap dengan ditemukan barang-barang tersebut, kerabat korban diharap bisa datang ke posko Ante Mortem-DVI.
Kombes Yusri Yunus menjelaskan kedatangan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 untuk diambil sampel DNA serta diharapkan membawa rekam jejam kesehatan korban.
Baca juga:&amp;nbsp;Detik-Detik Terakhir Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sebelum Jatuh
&amp;ldquo;Kami mengharap keluarga keluarga korban terdekat satu darah datang ke posko DVI kramat Jati, untuk ambil sampel DNA. Kedua bisa membawa rekam jejak kesehatan korban, seperti apa, misal pernah periksa gigi, patah tulang atau ada tato,&amp;rdquo; ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (10/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE0Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Posko Ante Mortem-DVI itu juga mendapatkan dukungan dari rumah sakit pemerintah yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi primer dan sekunder.
Identifikasi Ante Mortem adalah identifikasi dengan data-data fisik korban seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali hingga barang bawaan korban, serta kepemilikan lainnya.
&amp;ldquo;Di sini adalah posko pertama untuk DVI apa tugas pertama di sini labelling, nelayan, SAR akan dikumpulkan di sini, dipisahkan mana properti mana body part (bagian tubuh), kalau sudah lengkap dibawa ke posko DVI untuk diidentifikasi tim kita,&amp;rdquo; tambah Yunus.
Ia menjelaskan pada Sabtu 9 Januari 2021 malam sudah ada keluarga korban yang mendatangi posko. Namun, keluarga yang datang bukan dari keluarga dekat.
&amp;ldquo;Tadi malam sudah datang 8 keluarga, 7 penumpang, satu kru, setelah dicocokkan bukan keluarga terdekat, kita minta bawa keluarga terdekat untuk tes DNA,&amp;rdquo; saran dia.
&amp;ldquo;Misal punya dokumen identitas kartu keluarga dll, yang bisa menyatakan ini, dibutuhkan satu darah, tes DNA memastikan, body part ini siapa namanya,&amp;rdquo; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
