<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Gabungan Temukan Material Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Menhub: Ini Kemajuan</title><description>Pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341951/tim-gabungan-temukan-material-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-menhub-ini-kemajuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341951/tim-gabungan-temukan-material-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-menhub-ini-kemajuan"/><item><title>Tim Gabungan Temukan Material Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Menhub: Ini Kemajuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341951/tim-gabungan-temukan-material-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-menhub-ini-kemajuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2341951/tim-gabungan-temukan-material-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-menhub-ini-kemajuan</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2341951/tim-gabungan-temukan-material-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-menhub-ini-kemajuan-W2PXODaW6h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya memantau pencarian Sriwijaya Air SJ-182. (Foto/Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2341951/tim-gabungan-temukan-material-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-menhub-ini-kemajuan-W2PXODaW6h.jpg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya memantau pencarian Sriwijaya Air SJ-182. (Foto/Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim pencarian Sriwijaya Air SJ-182 menemukan beberapa material di lokasi jatuhnya pesawat di perairtan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa penemuan serpihan pesawat tersebut merupakan sebuah kemajuan.
&amp;ldquo;Dari apa yang kami dapatkan hari ini ada suatu kemajuan. Ini menunjukkan kinerja dari semua pihak di lapangan berjalan dengan baik. Kami mohon doa dari semua masyarakat agar proses pencarian ini bisa berjalan dengan baik,&amp;rdquo; jelas Menhub dalam pernyataan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (10/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Lewat Facebook, Jokowi Ucapkan Doa dan Simpati untuk Korban Sriwijaya Air
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Kapal Rigel milik TNI bersama tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian telah menemukan sinyal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Kemudian tim penyelam dari tim Kopaska juga sudah melakukan penyelaman dan menemukan beberapa bagian dari pesawat seperti, pecahan pesawat, life vest, warna bagian dari pesawat, bagian registrasi pesawat dan sejumlah temuan lainnya.
Barang-barang tersebut ditemukan dari kedalaman sekitar 23 meter dari permukaan laut.
&amp;ldquo;Kami mendapatkan laporan dari tim penyelam bahwa visibility (daya lihat) di dalam air baik dan jelas sehingga memungkinkan ditemukannya sejumlah bagian dari pesawat,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan sampai sore ini kondisi arus dan pandangan di bawah laut masih bagus sehingga kita bisa lanjutkan upaya pencarian. Kami yakin disitulah titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat, mudah-mudahan bisa kita kembangkan dengan lanjut,&amp;rdquo; ungkapnya.
Kepala Basarnas Bagus Puruhito menambahkan sampai saat ini tim pencari masih terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan dengan dbantu oleh sejumlah pihak terkait lainnya seperti dari TNI, Polri, KPLP Ditjen Perhubungan Laut, dan instansi terkait lainnya.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, KNKT sudah menerjunkan tim menuju ke lokasi dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi bentuk atau objek di bawah permukaan laut. Kapal ini juga memiliki kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR).
Pesawat Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak jatuh sekitar pukul 14.40 WIB pada Sabtu 9 Januari 2021, di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.
Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 12 kru. (Fzy)&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim pencarian Sriwijaya Air SJ-182 menemukan beberapa material di lokasi jatuhnya pesawat di perairtan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa penemuan serpihan pesawat tersebut merupakan sebuah kemajuan.
&amp;ldquo;Dari apa yang kami dapatkan hari ini ada suatu kemajuan. Ini menunjukkan kinerja dari semua pihak di lapangan berjalan dengan baik. Kami mohon doa dari semua masyarakat agar proses pencarian ini bisa berjalan dengan baik,&amp;rdquo; jelas Menhub dalam pernyataan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (10/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Lewat Facebook, Jokowi Ucapkan Doa dan Simpati untuk Korban Sriwijaya Air
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Kapal Rigel milik TNI bersama tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian telah menemukan sinyal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Kemudian tim penyelam dari tim Kopaska juga sudah melakukan penyelaman dan menemukan beberapa bagian dari pesawat seperti, pecahan pesawat, life vest, warna bagian dari pesawat, bagian registrasi pesawat dan sejumlah temuan lainnya.
Barang-barang tersebut ditemukan dari kedalaman sekitar 23 meter dari permukaan laut.
&amp;ldquo;Kami mendapatkan laporan dari tim penyelam bahwa visibility (daya lihat) di dalam air baik dan jelas sehingga memungkinkan ditemukannya sejumlah bagian dari pesawat,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan sampai sore ini kondisi arus dan pandangan di bawah laut masih bagus sehingga kita bisa lanjutkan upaya pencarian. Kami yakin disitulah titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat, mudah-mudahan bisa kita kembangkan dengan lanjut,&amp;rdquo; ungkapnya.
Kepala Basarnas Bagus Puruhito menambahkan sampai saat ini tim pencari masih terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan dengan dbantu oleh sejumlah pihak terkait lainnya seperti dari TNI, Polri, KPLP Ditjen Perhubungan Laut, dan instansi terkait lainnya.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, KNKT sudah menerjunkan tim menuju ke lokasi dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi bentuk atau objek di bawah permukaan laut. Kapal ini juga memiliki kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR).
Pesawat Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak jatuh sekitar pukul 14.40 WIB pada Sabtu 9 Januari 2021, di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.
Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 12 kru. (Fzy)&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
