<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Nelayan: Terdengar Bunyi seperti Petir, Ombak Pulau Laki Langsung Kencang</title><description>Erwin mengatakan, saat kejadian, dirinya berada di Pulau Laki usai mengantar pemancing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342002/kesaksian-nelayan-terdengar-bunyi-seperti-petir-ombak-pulau-laki-langsung-kencang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342002/kesaksian-nelayan-terdengar-bunyi-seperti-petir-ombak-pulau-laki-langsung-kencang"/><item><title>Kesaksian Nelayan: Terdengar Bunyi seperti Petir, Ombak Pulau Laki Langsung Kencang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342002/kesaksian-nelayan-terdengar-bunyi-seperti-petir-ombak-pulau-laki-langsung-kencang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342002/kesaksian-nelayan-terdengar-bunyi-seperti-petir-ombak-pulau-laki-langsung-kencang</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2342002/kesaksian-nelayan-terdengar-bunyi-seperti-petir-ombak-pulau-laki-langsung-kencang-jY12UcQicS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2342002/kesaksian-nelayan-terdengar-bunyi-seperti-petir-ombak-pulau-laki-langsung-kencang-jY12UcQicS.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>TANGERANG - Nelayan di pesisir Pantai Tanjung kait, Desa Tanjung Anom Mauk, Kabupaten Tangerang, ikut mencari serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
&quot;Setelah mendengar ada pesawat jatuh, Nelayan juga bantu ikut mencari serpihan pesawat,&quot; kata Erwin yang bekerja sebagai nelayan di pesisir Tanjung Kait Tangerang, Minggu (10/1/2021).
Erwin mengatakan, saat kejadian, dirinya berada di Pulau Laki usai mengantar pemancing. Dirinya bersama rekannya sedang berteduh di bagan pancing karena ketika itu hujan deras.
Tak lama berselang, terdengar bunyi keras yang awalnya seperti petir. Ombak di sekitar Pulau Laki pun kencang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Karena jarak pandang saat itu tak jelas dan hujan lebat, maka dirinya tak menyangka jika bunyi itu berasal dari pesawat jatuh.
Baca juga: Cari Sriwijaya Air SJ-182, Tim Temukan Pakaian Anak Kecil Warna Pink
Dirinya meyakini jika pesawat itu jatuh di sekitar antara pulang Lancang Besar dan Pulau Bokor. Sebab di sekitar Pulau Laki tak ada tanda-tanda.&quot;Pagi ini sudah mengantar ke Pulau Laki dan tak ada pemancing yang  menemukan serpihan. Kondisi Pulau Laki memang sepi, pemancing langsung  ke bagan tempat mancing kalau datang,&quot; kata pria berusia 26 tahun  tersebut.
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jenis Boeing 737-500 dikabarkan hilang.  Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang  kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional  Soekarno-Hatta, Tangerang.
Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.</description><content:encoded>TANGERANG - Nelayan di pesisir Pantai Tanjung kait, Desa Tanjung Anom Mauk, Kabupaten Tangerang, ikut mencari serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
&quot;Setelah mendengar ada pesawat jatuh, Nelayan juga bantu ikut mencari serpihan pesawat,&quot; kata Erwin yang bekerja sebagai nelayan di pesisir Tanjung Kait Tangerang, Minggu (10/1/2021).
Erwin mengatakan, saat kejadian, dirinya berada di Pulau Laki usai mengantar pemancing. Dirinya bersama rekannya sedang berteduh di bagan pancing karena ketika itu hujan deras.
Tak lama berselang, terdengar bunyi keras yang awalnya seperti petir. Ombak di sekitar Pulau Laki pun kencang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Karena jarak pandang saat itu tak jelas dan hujan lebat, maka dirinya tak menyangka jika bunyi itu berasal dari pesawat jatuh.
Baca juga: Cari Sriwijaya Air SJ-182, Tim Temukan Pakaian Anak Kecil Warna Pink
Dirinya meyakini jika pesawat itu jatuh di sekitar antara pulang Lancang Besar dan Pulau Bokor. Sebab di sekitar Pulau Laki tak ada tanda-tanda.&quot;Pagi ini sudah mengantar ke Pulau Laki dan tak ada pemancing yang  menemukan serpihan. Kondisi Pulau Laki memang sepi, pemancing langsung  ke bagan tempat mancing kalau datang,&quot; kata pria berusia 26 tahun  tersebut.
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jenis Boeing 737-500 dikabarkan hilang.  Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang  kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional  Soekarno-Hatta, Tangerang.
Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.</content:encoded></item></channel></rss>
