<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Extra Crew Sriwijaya Air, Fadly Rencana Akan Nikahi Pujaan Hati</title><description>Pernikahan Fadly diundur karena pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342038/extra-crew-sriwijaya-air-fadly-rencana-akan-nikahi-pujaan-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342038/extra-crew-sriwijaya-air-fadly-rencana-akan-nikahi-pujaan-hati"/><item><title>Extra Crew Sriwijaya Air, Fadly Rencana Akan Nikahi Pujaan Hati</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342038/extra-crew-sriwijaya-air-fadly-rencana-akan-nikahi-pujaan-hati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/10/337/2342038/extra-crew-sriwijaya-air-fadly-rencana-akan-nikahi-pujaan-hati</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2342038/extra-crew-sriwijaya-air-fadly-rencana-akan-nikahi-pujaan-hati-6Eauq9meSp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/10/337/2342038/extra-crew-sriwijaya-air-fadly-rencana-akan-nikahi-pujaan-hati-6Eauq9meSp.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>PAINAN - Extra crew di pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182, Fadly Satrianto, rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB berencana menikah dan telah bertunangan.
&quot;Kami terpukul dengan musibah ini, apalagi Fadly Satrianto telah bertunangan dengan seorang dokter, dan akan segera menikah,&quot; kata keluarga korban dari pihak ayah, Mak Itam yang dihubungi di Painan, Minggu (10/1/2021).
BACA JUGA: Kakak Beradik Asal Sragen Penumpang Sriwijaya Jatuh, Unggah Nomor Tiket di Status WA
Ia menambahkan sesuai jadwal yang direncanakan, sebenarnya Fadly telah melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya yang berprofesi sebagai dokter, namun karena mewabahnya Covid-19 akhirnya kegiatan sakral tersebut diundur.
Fadly yang juga kopilot di maskapai Sriwijaya Air, selepas dari bangku sekolah menengah atas tidak langsung mengikuti sekolah pilot seperti pilot dan kopilot lainnya.
&quot;Fadly awalnya sempat mengenyam pendidikan di sebuah universitas, namun akhirnya tertarik mengikuti sekolah pilot,&quot; ungkapnya.
Ia mengungkap Fadly Satrianto merupakan anak dari pamannya yang bernama Sumarzen Marzuki yang juga merupakan Ketua Gebu Minang Jawa Timur masa bakti 2019-2024.
&quot;Keluarga besar kami bermukim di Pasar Batang Kapas, Kecamatan Batang Kapas, dan paman kami, Sumarzen telah lama merantau, namun pada beberapa kesempatan juga kerap pulang ke kampung halaman,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA: Duka Ayah Pramugari Sriwijaya Air: Saya Siap Menerima dan Ikhlas
Sementara itu, tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bagian tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pewarta Antara yang mengikuti proses evakuasi, Minggu, sekitar pukul 09.40 WIB, melaporkan organ tubuh itu diangkat dari bawah air dengan kedalaman 17-20 meter.

Bagian tubuh itu telah tercampur dengan beberapa potongan puing pesawat yang terus diangkat dari bawah air.
&quot;Masih banyak potongan di bawah air,&quot; kata Dankima Satkopaska  Koarmada I, Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa saat mengangkat potongan puing  dari bawah air.
Edi mengatakan Satkopaska menurunkan empat tim untuk membantu  pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di  Kepulauan Seribu.
</description><content:encoded>PAINAN - Extra crew di pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182, Fadly Satrianto, rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB berencana menikah dan telah bertunangan.
&quot;Kami terpukul dengan musibah ini, apalagi Fadly Satrianto telah bertunangan dengan seorang dokter, dan akan segera menikah,&quot; kata keluarga korban dari pihak ayah, Mak Itam yang dihubungi di Painan, Minggu (10/1/2021).
BACA JUGA: Kakak Beradik Asal Sragen Penumpang Sriwijaya Jatuh, Unggah Nomor Tiket di Status WA
Ia menambahkan sesuai jadwal yang direncanakan, sebenarnya Fadly telah melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya yang berprofesi sebagai dokter, namun karena mewabahnya Covid-19 akhirnya kegiatan sakral tersebut diundur.
Fadly yang juga kopilot di maskapai Sriwijaya Air, selepas dari bangku sekolah menengah atas tidak langsung mengikuti sekolah pilot seperti pilot dan kopilot lainnya.
&quot;Fadly awalnya sempat mengenyam pendidikan di sebuah universitas, namun akhirnya tertarik mengikuti sekolah pilot,&quot; ungkapnya.
Ia mengungkap Fadly Satrianto merupakan anak dari pamannya yang bernama Sumarzen Marzuki yang juga merupakan Ketua Gebu Minang Jawa Timur masa bakti 2019-2024.
&quot;Keluarga besar kami bermukim di Pasar Batang Kapas, Kecamatan Batang Kapas, dan paman kami, Sumarzen telah lama merantau, namun pada beberapa kesempatan juga kerap pulang ke kampung halaman,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA: Duka Ayah Pramugari Sriwijaya Air: Saya Siap Menerima dan Ikhlas
Sementara itu, tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bagian tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMC8xLzEyNzE1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pewarta Antara yang mengikuti proses evakuasi, Minggu, sekitar pukul 09.40 WIB, melaporkan organ tubuh itu diangkat dari bawah air dengan kedalaman 17-20 meter.

Bagian tubuh itu telah tercampur dengan beberapa potongan puing pesawat yang terus diangkat dari bawah air.
&quot;Masih banyak potongan di bawah air,&quot; kata Dankima Satkopaska  Koarmada I, Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa saat mengangkat potongan puing  dari bawah air.
Edi mengatakan Satkopaska menurunkan empat tim untuk membantu  pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di  Kepulauan Seribu.
</content:encoded></item></channel></rss>
