<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim DVI Polda Kalbar Ambil Sampel DNA Keluarga Inti Korban Sriwijaya Air</title><description>Baru empat keluarga yang diambil data-data ante mortem atau data-data semasa hidup korban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/340/2341806/tim-dvi-polda-kalbar-ambil-sampel-dna-keluarga-inti-korban-sriwijaya-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/10/340/2341806/tim-dvi-polda-kalbar-ambil-sampel-dna-keluarga-inti-korban-sriwijaya-air"/><item><title>Tim DVI Polda Kalbar Ambil Sampel DNA Keluarga Inti Korban Sriwijaya Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/340/2341806/tim-dvi-polda-kalbar-ambil-sampel-dna-keluarga-inti-korban-sriwijaya-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/10/340/2341806/tim-dvi-polda-kalbar-ambil-sampel-dna-keluarga-inti-korban-sriwijaya-air</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 03:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/10/340/2341806/tim-dvi-polda-kalbar-ambil-sampel-dna-keluarga-inti-korban-sriwijaya-air-e763beDHdD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga Korban Sriwijaya Air jalani pemeriksaan DNA (Foto: Okezone/Ade Putra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/10/340/2341806/tim-dvi-polda-kalbar-ambil-sampel-dna-keluarga-inti-korban-sriwijaya-air-e763beDHdD.jpg</image><title>Keluarga Korban Sriwijaya Air jalani pemeriksaan DNA (Foto: Okezone/Ade Putra)</title></images><description>PONTIANAK &amp;ndash; Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalbar mengambil DNA dan data-data ante mortem kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pada Sabtu (9/1/2020).

Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Kalbar, AKBP drg Joseph Ginting menjelaskan, sejauh ini sudah ada dua keluarga inti dari korban yang diambil sampel DNA pada Sabtu malam. Kemudian baru empat keluarga yang diambil data-data ante mortem atau data-data semasa hidup korban.

&amp;ldquo;Nanti data ante mortem dikroscek dengan data post mortem. Hal-hal apa yang didapat di TKP, kroscek. Misalkan, keluarga ingat korban memakai baju apa dan sebelumnya ada selfie atau apa. Nah, nanti akan dicek dengan data post mortem,&amp;rdquo; jelas Ginting kepada wartawan, Minggu (10/1/2020).

Ia mengatakan, pihaknya hanya melayani keluarga korban yang berada di Kalimantan Barat. Untuk keluarga inti yang ada di luar, bisa mendapatkan pelayanan di Biddokes Polda setempat.

&amp;ldquo;Sebetulnya tidak kendala berarti. Ada beberapa teknis yang harus kita persiapkan agar pelaksanaannya bisa sempurna,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOS8xLzEyNzEzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Selain DNA dan ante mortem tim juga mengambil swab kepada keluarga korban. Selanjutnya, kata dia, setelah pengambilan sample ini maka akan dikirim ke pusat kesehatan dan kedokteran di Jakarta untuk akan dikroscek.

&amp;ldquo;Kalau nanti dapat laporan resmi, korban sudah meninggal atau kondisinya seperti apa, maka akan dicocokkan sesuai dengan data identifikasi,&amp;rdquo; katanya.

Sebagaimana diketahui, pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kontak hilang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian.
</description><content:encoded>PONTIANAK &amp;ndash; Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalbar mengambil DNA dan data-data ante mortem kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pada Sabtu (9/1/2020).

Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Kalbar, AKBP drg Joseph Ginting menjelaskan, sejauh ini sudah ada dua keluarga inti dari korban yang diambil sampel DNA pada Sabtu malam. Kemudian baru empat keluarga yang diambil data-data ante mortem atau data-data semasa hidup korban.

&amp;ldquo;Nanti data ante mortem dikroscek dengan data post mortem. Hal-hal apa yang didapat di TKP, kroscek. Misalkan, keluarga ingat korban memakai baju apa dan sebelumnya ada selfie atau apa. Nah, nanti akan dicek dengan data post mortem,&amp;rdquo; jelas Ginting kepada wartawan, Minggu (10/1/2020).

Ia mengatakan, pihaknya hanya melayani keluarga korban yang berada di Kalimantan Barat. Untuk keluarga inti yang ada di luar, bisa mendapatkan pelayanan di Biddokes Polda setempat.

&amp;ldquo;Sebetulnya tidak kendala berarti. Ada beberapa teknis yang harus kita persiapkan agar pelaksanaannya bisa sempurna,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOS8xLzEyNzEzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Selain DNA dan ante mortem tim juga mengambil swab kepada keluarga korban. Selanjutnya, kata dia, setelah pengambilan sample ini maka akan dikirim ke pusat kesehatan dan kedokteran di Jakarta untuk akan dikroscek.

&amp;ldquo;Kalau nanti dapat laporan resmi, korban sudah meninggal atau kondisinya seperti apa, maka akan dicocokkan sesuai dengan data identifikasi,&amp;rdquo; katanya.

Sebagaimana diketahui, pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kontak hilang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian.
</content:encoded></item></channel></rss>
