<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor Sumedang, Danramil Cimanggung &amp; Kasi BPBD Sumedang Ikut Jadi Korban</title><description>Sebelumnya longsor telah terjadi di sekitar kawasan tersebut pada pukul 16.00 waktu setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/525/2341874/longsor-sumedang-danramil-cimanggung-kasi-bpbd-sumedang-ikut-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/10/525/2341874/longsor-sumedang-danramil-cimanggung-kasi-bpbd-sumedang-ikut-jadi-korban"/><item><title>Longsor Sumedang, Danramil Cimanggung &amp; Kasi BPBD Sumedang Ikut Jadi Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/10/525/2341874/longsor-sumedang-danramil-cimanggung-kasi-bpbd-sumedang-ikut-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/10/525/2341874/longsor-sumedang-danramil-cimanggung-kasi-bpbd-sumedang-ikut-jadi-korban</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/10/525/2341874/longsor-sumedang-danramil-cimanggung-kasi-bpbd-sumedang-ikut-jadi-korban-e5BK6h9sDx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor terjang Sumedang. (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/10/525/2341874/longsor-sumedang-danramil-cimanggung-kasi-bpbd-sumedang-ikut-jadi-korban-e5BK6h9sDx.jpg</image><title>Longsor terjang Sumedang. (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Tanah longsor di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, kembali terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelumnya longsor telah terjadi di sekitar kawasan tersebut pada pukul 16.00 waktu setempat.
Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi  dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang per Minggu dini hari (10/1) mencatat korban luka 18 jiwa dan meninggal dunia 11.
Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespons longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan.
Pantauan BPBD setempat korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi. Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim. Kebutuhan mendesak saat ini yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran.
Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (9/1) menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.
Baca juga: Tanah Longsor Terjang Cimanggung Sumedang, Belasan Korban Meninggal Dunia 
Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektar.
Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada  hari ini (10/1) dan esok, kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir. Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam  mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah  longsor maupun angin kencang. Persiapan diri sendiri, keluarga dan  komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari  sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih  berlangsung.
Menyikapi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021, Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengingatkan BPBD Provinsi  untuk melakukan upaya peringatan dini dan kesiapsiagaan, khususnya di  BPBD kabupaten dan kota.
BNPB menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 34  provinsi untuk terus berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan  kota. Peringatan dini dan kesiapsiagaan ini didasari data prakiraan  potensi banjir dan longsor pada Januari 2021 dari BMKG, yang bekerja  sama dengan Kementerian PUPR, BIG dan PVMBG.</description><content:encoded>JAKARTA - Tanah longsor di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, kembali terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelumnya longsor telah terjadi di sekitar kawasan tersebut pada pukul 16.00 waktu setempat.
Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi  dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang per Minggu dini hari (10/1) mencatat korban luka 18 jiwa dan meninggal dunia 11.
Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespons longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan.
Pantauan BPBD setempat korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi. Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim. Kebutuhan mendesak saat ini yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran.
Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (9/1) menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.
Baca juga: Tanah Longsor Terjang Cimanggung Sumedang, Belasan Korban Meninggal Dunia 
Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektar.
Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada  hari ini (10/1) dan esok, kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir. Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam  mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah  longsor maupun angin kencang. Persiapan diri sendiri, keluarga dan  komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari  sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih  berlangsung.
Menyikapi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021, Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengingatkan BPBD Provinsi  untuk melakukan upaya peringatan dini dan kesiapsiagaan, khususnya di  BPBD kabupaten dan kota.
BNPB menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 34  provinsi untuk terus berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan  kota. Peringatan dini dan kesiapsiagaan ini didasari data prakiraan  potensi banjir dan longsor pada Januari 2021 dari BMKG, yang bekerja  sama dengan Kementerian PUPR, BIG dan PVMBG.</content:encoded></item></channel></rss>
