<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Analisa KNKT, Pesawat Sriwijaya Air Pecah Ketika Jatuh ke Laut</title><description>Penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menyatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342487/analisa-knkt-pesawat-sriwijaya-air-pecah-ketika-jatuh-ke-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342487/analisa-knkt-pesawat-sriwijaya-air-pecah-ketika-jatuh-ke-laut"/><item><title>Analisa KNKT, Pesawat Sriwijaya Air Pecah Ketika Jatuh ke Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342487/analisa-knkt-pesawat-sriwijaya-air-pecah-ketika-jatuh-ke-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342487/analisa-knkt-pesawat-sriwijaya-air-pecah-ketika-jatuh-ke-laut</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342487/analisah-knkt-pesawat-sriwijaya-air-pecah-ketika-jatuh-ke-laut-wG5xhxAi4P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses pencarian masih terus dilakukan terhadap korban pesawat Sriwijaya Air.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342487/analisah-knkt-pesawat-sriwijaya-air-pecah-ketika-jatuh-ke-laut-wG5xhxAi4P.jpg</image><title>Proses pencarian masih terus dilakukan terhadap korban pesawat Sriwijaya Air.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menyatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, Sabtu (9/1/2021), kemungkinan pecah setelah menghantam permukaan laut.
&quot;Kami belum tahu pasti, tapi apabila diperhatikan, serpihan-serpihannya tersebar di sebuah area yang tidak terlalu luas,&quot; kata Nurcahyo Utomo kepada Reuters, Senin (11/1).
&quot;Pesawat itu kemungkinan pecah saat berbenturan dengan air, karena kalau meledak di udara, serpihannya akan tersebar lebih luas,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;KN SAR Wisnu Kerahkan 50 Penyelam Cari Korban &amp;amp; Serpihan Sriwijaya Air SJ-182
Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta ke Pontianak dengan 62 penumpang, hilang kontak dengan petugas kontrol lalu lintas udara pada Sabtu (9/1) selepas pukul 14.40 WIB, sekitar empat menit setelah lepas landas. Pesawat jenis Boeing itu jatuh di perairan sekitar Kepulauan Seribu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Basarnas Temukan Bagian Tubuh Penumpang Sriwijaya Air, Sebelum Dinaikan ke Kapal Disemprot Disinfektan
Sementara itu, Penjabat Menteri Pertahanan AS Christopher Miller pada Minggu (10/1) menelepon Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS Minggu (10/1), Miller menawarkan bantuan yang mungkin diperlukan dan menyatakan keyakinannya pada pemerintah Indonesia dalam mengatasi situasi itu. Kedua pemimpin itu juga menyampaikan rasa duka cita kepada para keluarga korban. (saz)</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menyatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, Sabtu (9/1/2021), kemungkinan pecah setelah menghantam permukaan laut.
&quot;Kami belum tahu pasti, tapi apabila diperhatikan, serpihan-serpihannya tersebar di sebuah area yang tidak terlalu luas,&quot; kata Nurcahyo Utomo kepada Reuters, Senin (11/1).
&quot;Pesawat itu kemungkinan pecah saat berbenturan dengan air, karena kalau meledak di udara, serpihannya akan tersebar lebih luas,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;KN SAR Wisnu Kerahkan 50 Penyelam Cari Korban &amp;amp; Serpihan Sriwijaya Air SJ-182
Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta ke Pontianak dengan 62 penumpang, hilang kontak dengan petugas kontrol lalu lintas udara pada Sabtu (9/1) selepas pukul 14.40 WIB, sekitar empat menit setelah lepas landas. Pesawat jenis Boeing itu jatuh di perairan sekitar Kepulauan Seribu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Basarnas Temukan Bagian Tubuh Penumpang Sriwijaya Air, Sebelum Dinaikan ke Kapal Disemprot Disinfektan
Sementara itu, Penjabat Menteri Pertahanan AS Christopher Miller pada Minggu (10/1) menelepon Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS Minggu (10/1), Miller menawarkan bantuan yang mungkin diperlukan dan menyatakan keyakinannya pada pemerintah Indonesia dalam mengatasi situasi itu. Kedua pemimpin itu juga menyampaikan rasa duka cita kepada para keluarga korban. (saz)</content:encoded></item></channel></rss>
