<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Cari Pesawat Sriwijaya Air, Helikopter Caracal Sisir Bagian Timur Pulau Laki   </title><description>Helikopter EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, dikerahkan untuk menjalankan misi search and rescue</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342546/cari-pesawat-sriwijaya-air-helikopter-caracal-sisir-bagian-timur-pulau-laki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342546/cari-pesawat-sriwijaya-air-helikopter-caracal-sisir-bagian-timur-pulau-laki"/><item><title> Cari Pesawat Sriwijaya Air, Helikopter Caracal Sisir Bagian Timur Pulau Laki   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342546/cari-pesawat-sriwijaya-air-helikopter-caracal-sisir-bagian-timur-pulau-laki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342546/cari-pesawat-sriwijaya-air-helikopter-caracal-sisir-bagian-timur-pulau-laki</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342546/cari-pesawat-sriwijaya-air-helikopter-caracal-sisir-bagian-timur-pulau-laki-sFkaeukg2o.png" expression="full" type="image/jpeg">Helikopter Caracal TNI AU (foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342546/cari-pesawat-sriwijaya-air-helikopter-caracal-sisir-bagian-timur-pulau-laki-sFkaeukg2o.png</image><title>Helikopter Caracal TNI AU (foto: tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Helikopter EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, dikerahkan untuk menjalankan misi search and rescue (SAR), pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu. Titik awal eksplorasi dimulai dari bagian timur hingga ke bagian barat Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Eksplorasi dari udara dilakukan mengikuti pergerakan arus laut. Puing-puing SJ-182 kemungkinan telah tersebar dari lokasi awal jatuhnya pesawat mengikuti pergerakan arus laut.

&quot;Kami disini mendapatkan perintah dari pimpinan atas untuk melaksanakan dukungan operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182. Kami menggunakan EC 275 Caracal. Rencana kami hari ini adalah kami akan melaksanakan searching di ketinggian 500 feet di atas permukaan laut dengan kecepatan 80 knot,&quot; ucap Kapten Pnb Randi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Basarnas Temukan Dokumen Identitas Berlogo Kemenhub saat Pencarian Sriwijaya Air
Dia menjelaskan, dalam proses ini, TNI AU juga menyertakan enam anggota Pasukan Khas (Paskhas) yang siap sedoa diturunkan jika nantinya ada objek yang bisa diangkut menggunakan helikopter. Akam tetapi, pengamnilan benda-benda yang ditemukan akan dikomunikasikan terlebih dulu dengan posko yang ada di laut.

&quot;Apabila nanti kami temukan objek lain ataupun di luar koordinat yang telah ditentukan maka kami akan melaksanakan laporan terlebih dahulu kepada posko dan menunggu perintah atas. Bila diperintahkan untuk mengeksekusi kami akan segera mengambil ojek tersebut. Karena kami nanti juga akan membawa enam personel Paskhas AU sebagai tim SAR kegiatan,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;TNI AL Kerahkan 11 KRI Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu
Dia memaparkan, Helikopter EC-725 Caracal merupakan alutsista tercanggih yang dimiliki TNI AU, yang juga turut dilengkapi dengan kamera forward looking infrared (flir) berteknologi digital. Menurutnya, kamera ini dapat menangkap gambar yang ada di kedalaman air laut secara maksimal.

&quot;EC 725 yakni helikopter yang saat ini tercanggih, salah satu tambahannya dilengkapi dengan Flir, dimana dengan kamera depan yang bisa membantu dalam pelaksanaan searching objek-objek yang ada di bawah karena nanti kita bisa melaksanakan zoom in sampai dengan maksimum. Sehingga kita bisa identifikasi objek yang ada di bawah secara lebih detil,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Helikopter EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, dikerahkan untuk menjalankan misi search and rescue (SAR), pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu. Titik awal eksplorasi dimulai dari bagian timur hingga ke bagian barat Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Eksplorasi dari udara dilakukan mengikuti pergerakan arus laut. Puing-puing SJ-182 kemungkinan telah tersebar dari lokasi awal jatuhnya pesawat mengikuti pergerakan arus laut.

&quot;Kami disini mendapatkan perintah dari pimpinan atas untuk melaksanakan dukungan operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182. Kami menggunakan EC 275 Caracal. Rencana kami hari ini adalah kami akan melaksanakan searching di ketinggian 500 feet di atas permukaan laut dengan kecepatan 80 knot,&quot; ucap Kapten Pnb Randi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Basarnas Temukan Dokumen Identitas Berlogo Kemenhub saat Pencarian Sriwijaya Air
Dia menjelaskan, dalam proses ini, TNI AU juga menyertakan enam anggota Pasukan Khas (Paskhas) yang siap sedoa diturunkan jika nantinya ada objek yang bisa diangkut menggunakan helikopter. Akam tetapi, pengamnilan benda-benda yang ditemukan akan dikomunikasikan terlebih dulu dengan posko yang ada di laut.

&quot;Apabila nanti kami temukan objek lain ataupun di luar koordinat yang telah ditentukan maka kami akan melaksanakan laporan terlebih dahulu kepada posko dan menunggu perintah atas. Bila diperintahkan untuk mengeksekusi kami akan segera mengambil ojek tersebut. Karena kami nanti juga akan membawa enam personel Paskhas AU sebagai tim SAR kegiatan,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;TNI AL Kerahkan 11 KRI Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu
Dia memaparkan, Helikopter EC-725 Caracal merupakan alutsista tercanggih yang dimiliki TNI AU, yang juga turut dilengkapi dengan kamera forward looking infrared (flir) berteknologi digital. Menurutnya, kamera ini dapat menangkap gambar yang ada di kedalaman air laut secara maksimal.

&quot;EC 725 yakni helikopter yang saat ini tercanggih, salah satu tambahannya dilengkapi dengan Flir, dimana dengan kamera depan yang bisa membantu dalam pelaksanaan searching objek-objek yang ada di bawah karena nanti kita bisa melaksanakan zoom in sampai dengan maksimum. Sehingga kita bisa identifikasi objek yang ada di bawah secara lebih detil,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
