<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BPPT Rekomendasikan Pencarian Pesawat Sriwijaya Air ke Arah Timur Tenggara   </title><description>Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekomendasikan, evakuasi dan pencarian pesawat Sriwijaya Air</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342758/bppt-rekomendasikan-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-ke-arah-timur-tenggara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342758/bppt-rekomendasikan-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-ke-arah-timur-tenggara"/><item><title> BPPT Rekomendasikan Pencarian Pesawat Sriwijaya Air ke Arah Timur Tenggara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342758/bppt-rekomendasikan-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-ke-arah-timur-tenggara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342758/bppt-rekomendasikan-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-ke-arah-timur-tenggara</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 21:54 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342758/bppt-rekomendasikan-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-ke-arah-timur-tenggara-BqD1JAebZQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR melakukan pencarian korban pesawat Sriwijaya Air (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342758/bppt-rekomendasikan-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-ke-arah-timur-tenggara-BqD1JAebZQ.jpg</image><title>Tim SAR melakukan pencarian korban pesawat Sriwijaya Air (foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekomendasikan, evakuasi dan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke arah Timur Tenggara.

&quot;Dari hasil simulasi komputer, puing-puing dan potongan jasad akan terbawa arah arus ke Timur Tenggara. Sehingga area evakuasi diarahkan ke daerah tersebut,&quot; kata Kepala Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP) BPPT, Widjo Kongko saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Senin (11/1/2021) malam.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;RS Polri Berhasil Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air Atas Nama Okky Bisma
Rekomendasi itu didasarkan pada hasil Simulasi Hidrodinamika, dan Sebaran Partikel Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dilakukan BTIPDP BPPT.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang diterima ANTARA dari BPPT, hasil pemodelan hidrodinamika yang telah terkalibrasi menunjukkan arus dominan ke arah Tenggara dengan kecepatan kurang dari 0,2 meter per detik.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Hingga Sore Ini, Blackbox Pesawat Sriwijaya Air Belum Ditemukan&amp;nbsp;
Dari hasil pemodelan &quot;particle tracking&quot;, arah pergerakan serpihan diperkirakan dominan ke arah timur dan tenggara. Dalam dua hari ke depan sampai dengan 12 Jan 2021, debris diperkirakan ke arah Timur-Tenggara, dan berpotensi menuju ke daerah pesisir utara Kabupaten Tangerang.

Untuk pemodelan pergerakan debris yang lebih akurat, Widjo menuturkan, dibutuhkan data lapangan berupa posisi dan waktu ditemukannya serpihan dan atau jasad pada saat pencarian atau evakuasi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMS8xLzEyNzIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

BPPT khususnya BTIPDP diberi tugas untuk melaksanakan Kaji Cepat Simulasi Hidrodinamika dan Sebaran Partikel Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di sekitar kawasan terjadinya kecelakaan. Kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi hidrodinamika, khususnya kondisi kecepatan dan arah arus di sekitar lokasi kejadian beberapa hari ke depan.

Di samping itu, kajian juga dapat memperkirakan area pergerakan partikel akibat proses hidrodinamika (arus pasang surut) dan akibat angin di kawasan tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekomendasikan, evakuasi dan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke arah Timur Tenggara.

&quot;Dari hasil simulasi komputer, puing-puing dan potongan jasad akan terbawa arah arus ke Timur Tenggara. Sehingga area evakuasi diarahkan ke daerah tersebut,&quot; kata Kepala Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP) BPPT, Widjo Kongko saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Senin (11/1/2021) malam.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;RS Polri Berhasil Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air Atas Nama Okky Bisma
Rekomendasi itu didasarkan pada hasil Simulasi Hidrodinamika, dan Sebaran Partikel Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dilakukan BTIPDP BPPT.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang diterima ANTARA dari BPPT, hasil pemodelan hidrodinamika yang telah terkalibrasi menunjukkan arus dominan ke arah Tenggara dengan kecepatan kurang dari 0,2 meter per detik.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Hingga Sore Ini, Blackbox Pesawat Sriwijaya Air Belum Ditemukan&amp;nbsp;
Dari hasil pemodelan &quot;particle tracking&quot;, arah pergerakan serpihan diperkirakan dominan ke arah timur dan tenggara. Dalam dua hari ke depan sampai dengan 12 Jan 2021, debris diperkirakan ke arah Timur-Tenggara, dan berpotensi menuju ke daerah pesisir utara Kabupaten Tangerang.

Untuk pemodelan pergerakan debris yang lebih akurat, Widjo menuturkan, dibutuhkan data lapangan berupa posisi dan waktu ditemukannya serpihan dan atau jasad pada saat pencarian atau evakuasi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMS8xLzEyNzIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

BPPT khususnya BTIPDP diberi tugas untuk melaksanakan Kaji Cepat Simulasi Hidrodinamika dan Sebaran Partikel Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di sekitar kawasan terjadinya kecelakaan. Kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi hidrodinamika, khususnya kondisi kecepatan dan arah arus di sekitar lokasi kejadian beberapa hari ke depan.

Di samping itu, kajian juga dapat memperkirakan area pergerakan partikel akibat proses hidrodinamika (arus pasang surut) dan akibat angin di kawasan tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
