<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Area Pencarian Kotak Hitam Sriwijaya SJ-182 Dipersempit</title><description>Dari hasil multibeam telah dipetakan tinggal satu segitiga di sini yang panjangnya kurang lebih 140 x 100 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342760/area-pencarian-kotak-hitam-sriwijaya-sj-182-dipersempit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342760/area-pencarian-kotak-hitam-sriwijaya-sj-182-dipersempit"/><item><title>Area Pencarian Kotak Hitam Sriwijaya SJ-182 Dipersempit</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342760/area-pencarian-kotak-hitam-sriwijaya-sj-182-dipersempit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/11/337/2342760/area-pencarian-kotak-hitam-sriwijaya-sj-182-dipersempit</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 21:58 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342760/area-pencarian-kotak-hitam-sriwijaya-sj-182-dipersempit-TznHHB0XQp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Planetspotters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/337/2342760/area-pencarian-kotak-hitam-sriwijaya-sj-182-dipersempit-TznHHB0XQp.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Planetspotters)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, area pencarian black box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ-182 dipersempit.

Ia menjelaskan, dari data hasil multibeam, pemetaan itu berbentuk segitiga dengan ukuran wilayah 140 x 100 meter. Regu penyelam akan dimaksimalkan melakukan pencarian di wilayah tersebut.

&quot;Dari hasil multibeam telah dipetakan tinggal satu segitiga di sini yang panjangnya kurang lebih 140 x 100 meter. Mudah-mudahan dengan semakin fokus, ini kita makanya penyelam fokus di sini,&quot; ujar Yudo dari KRI Rigel disiarkan dari akun Instagram TNI Angkatan Laut, Senin (11/1/2021).

Yudo menambahkan, karena masih banyak penyelam di laut, maka alat citra tiga dimensi, Remotely Operated Vehicle (ROV) masih belum bisa diturunkan.

Ia khawatir jika ROV tersebut diturunkan saat ini, kabel yang menahan alat tersebut justru membahayakan tim penyelam.

&quot;Untuk ROV karena masih banyak penyelam nggak mungkin diturunkan karena nanti kabelnya kena penyelam. Nanti sore begitu penyelam istirahat ROV kita turunkan untuk melihat bawah air dengan tiga dimensi,&quot; tambahnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Operasi SAR Sriwijaya Air Dihentikan jika Semua Penumpang Ditemukan

Meskipun titik sudah terdeteksi, namun proses pengangkatan ke permukaan laut sulit. Kendala yang ada yakni masih banyaknya puing-puing serpihan pesawat.

&quot;Kemungkinan black box ada di situ tapi kan tidak semudah itu. Pengalaman saya memimpin SAR Lion Air kan butuh waktu juga karena masih banyak puing- puing di situ. Apalagi ini baru dua hari dan puing yang ditemukan masih sedikit. Akan kita ambil terus karena di bawah masih banyak,&quot; tutup Yudo.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, area pencarian black box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ-182 dipersempit.

Ia menjelaskan, dari data hasil multibeam, pemetaan itu berbentuk segitiga dengan ukuran wilayah 140 x 100 meter. Regu penyelam akan dimaksimalkan melakukan pencarian di wilayah tersebut.

&quot;Dari hasil multibeam telah dipetakan tinggal satu segitiga di sini yang panjangnya kurang lebih 140 x 100 meter. Mudah-mudahan dengan semakin fokus, ini kita makanya penyelam fokus di sini,&quot; ujar Yudo dari KRI Rigel disiarkan dari akun Instagram TNI Angkatan Laut, Senin (11/1/2021).

Yudo menambahkan, karena masih banyak penyelam di laut, maka alat citra tiga dimensi, Remotely Operated Vehicle (ROV) masih belum bisa diturunkan.

Ia khawatir jika ROV tersebut diturunkan saat ini, kabel yang menahan alat tersebut justru membahayakan tim penyelam.

&quot;Untuk ROV karena masih banyak penyelam nggak mungkin diturunkan karena nanti kabelnya kena penyelam. Nanti sore begitu penyelam istirahat ROV kita turunkan untuk melihat bawah air dengan tiga dimensi,&quot; tambahnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Operasi SAR Sriwijaya Air Dihentikan jika Semua Penumpang Ditemukan

Meskipun titik sudah terdeteksi, namun proses pengangkatan ke permukaan laut sulit. Kendala yang ada yakni masih banyaknya puing-puing serpihan pesawat.

&quot;Kemungkinan black box ada di situ tapi kan tidak semudah itu. Pengalaman saya memimpin SAR Lion Air kan butuh waktu juga karena masih banyak puing- puing di situ. Apalagi ini baru dua hari dan puing yang ditemukan masih sedikit. Akan kita ambil terus karena di bawah masih banyak,&quot; tutup Yudo.</content:encoded></item></channel></rss>
