<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Kirim Tim ke Indonesia Selidiki Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182</title><description>Tim tersebut dikirimkan oleh Badan Keselamatan Transportasi AS (NTSB).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/13/18/2343660/as-kirim-tim-ke-indonesia-selidiki-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/13/18/2343660/as-kirim-tim-ke-indonesia-selidiki-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182"/><item><title>AS Kirim Tim ke Indonesia Selidiki Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/13/18/2343660/as-kirim-tim-ke-indonesia-selidiki-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/13/18/2343660/as-kirim-tim-ke-indonesia-selidiki-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/18/2343660/as-kirim-tim-ke-indonesia-selidiki-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182-1Lzy55XuwZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/18/2343660/as-kirim-tim-ke-indonesia-selidiki-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182-1Lzy55XuwZ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>WASHINGTON, DC - Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (12/1/2021) mengatakan akan mengirim tim penyelidik ke Indonesia dalam beberapa hari mendatang untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ke Laut Jawa bersama 62 orang penumpangnya.
BACA JUGA: Cerita Penyelam TNI AL Penemu Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
NTSB akan mengirimkan perwakilan terakreditasi AS dan tiga penyidik lainnya ke Jakarta.
Pesawat Boeing 737-500 milik maskapai penerbangan Srwijaya Air itu jatuh ke laut pada Sabtu (9/1/2021), empat menit setelah berangkat dari bandar udara utama Jakarta.
BACA JUGA: Ini Foto-Foto Penemuan Black Box Sriwijaya Air SJ-182
NTSB memiliki keahlian dalam operasi, kinerja manusia, struktur dan sistem pesawat, kata badan keselamatan transportasi AS itu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMy8xLzEyNzI5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NTSB juga menyebutkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan personel dari Administrasi Penerbangan Federal AS, General Electric Co dan Boeing Co.
</description><content:encoded>WASHINGTON, DC - Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (12/1/2021) mengatakan akan mengirim tim penyelidik ke Indonesia dalam beberapa hari mendatang untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ke Laut Jawa bersama 62 orang penumpangnya.
BACA JUGA: Cerita Penyelam TNI AL Penemu Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
NTSB akan mengirimkan perwakilan terakreditasi AS dan tiga penyidik lainnya ke Jakarta.
Pesawat Boeing 737-500 milik maskapai penerbangan Srwijaya Air itu jatuh ke laut pada Sabtu (9/1/2021), empat menit setelah berangkat dari bandar udara utama Jakarta.
BACA JUGA: Ini Foto-Foto Penemuan Black Box Sriwijaya Air SJ-182
NTSB memiliki keahlian dalam operasi, kinerja manusia, struktur dan sistem pesawat, kata badan keselamatan transportasi AS itu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMy8xLzEyNzI5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NTSB juga menyebutkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan personel dari Administrasi Penerbangan Federal AS, General Electric Co dan Boeing Co.
</content:encoded></item></channel></rss>
