<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan DKPP Copot Ketua KPU Arief Budiman</title><description>Apa alasan DKPP mengeluarkan putusan ini?</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/13/337/2343845/ini-alasan-dkpp-copot-ketua-kpu-arief-budiman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/13/337/2343845/ini-alasan-dkpp-copot-ketua-kpu-arief-budiman"/><item><title>Ini Alasan DKPP Copot Ketua KPU Arief Budiman</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/13/337/2343845/ini-alasan-dkpp-copot-ketua-kpu-arief-budiman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/13/337/2343845/ini-alasan-dkpp-copot-ketua-kpu-arief-budiman</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/337/2343845/ini-alasan-dkpp-copot-ketua-kpu-arief-budiman-ZPtsULZSYf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arief Budiman. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/337/2343845/ini-alasan-dkpp-copot-ketua-kpu-arief-budiman-ZPtsULZSYf.jpg</image><title>Arief Budiman. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) memutuskan memberhentikan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).&amp;nbsp;Apa alasan DKPP mengeluarkan putusan ini?
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;yang digelar pada Rabu (13/1/2021) dan disiarkan secara daring. Ketua&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;Muhammad menyatakan menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian Arief sebagai Ketua KPU.
Dalam putusan itu&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;juga mengabulkan pengaduan dari pengadu sebagian. Kemudian memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan.
Arief diduga melanggar kode etik dan pedoman penyelenggara pemilu, saat mendampingi Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik yang kala itu diberhentikan&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;pada 18 Maret 2020. Evi mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Pendampingan itu dilakukan pada 17 April 2020, atau hampir sebulan setelah&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Evi.
Baca juga:&amp;nbsp;DKPP Copot Arief Budiman dari Jabatan Ketua KPU RI
Pengadu bernama Jupri juga mendalilkan Arief telah membuat keputusan yang diduga melampaui kewenangannya yakni menerbitkan surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020&amp;nbsp;tanggal 18 Agustus 2020.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) memutuskan memberhentikan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).&amp;nbsp;Apa alasan DKPP mengeluarkan putusan ini?
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;yang digelar pada Rabu (13/1/2021) dan disiarkan secara daring. Ketua&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;Muhammad menyatakan menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian Arief sebagai Ketua KPU.
Dalam putusan itu&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;juga mengabulkan pengaduan dari pengadu sebagian. Kemudian memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan.
Arief diduga melanggar kode etik dan pedoman penyelenggara pemilu, saat mendampingi Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik yang kala itu diberhentikan&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;pada 18 Maret 2020. Evi mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Pendampingan itu dilakukan pada 17 April 2020, atau hampir sebulan setelah&amp;nbsp;DKPP&amp;nbsp;menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Evi.
Baca juga:&amp;nbsp;DKPP Copot Arief Budiman dari Jabatan Ketua KPU RI
Pengadu bernama Jupri juga mendalilkan Arief telah membuat keputusan yang diduga melampaui kewenangannya yakni menerbitkan surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020&amp;nbsp;tanggal 18 Agustus 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
