<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Meletus, Patuhi 4 Rekomendasi PVMBG Ini</title><description>Kondisi Gunung Semeru terus dipantau. Kendati masih Level II (Waspada), beberapa protokol harus dipatuhi masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/16/519/2345636/gunung-semeru-meletus-patuhi-4-rekomendasi-pvmbg-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/16/519/2345636/gunung-semeru-meletus-patuhi-4-rekomendasi-pvmbg-ini"/><item><title>Gunung Semeru Meletus, Patuhi 4 Rekomendasi PVMBG Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/16/519/2345636/gunung-semeru-meletus-patuhi-4-rekomendasi-pvmbg-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/16/519/2345636/gunung-semeru-meletus-patuhi-4-rekomendasi-pvmbg-ini</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2021 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Portal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/16/519/2345636/gunung-semeru-meletus-patuhi-4-rekomendasi-pvmbg-ini-fghS9TnTJI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi terkini Gunung Semeru yang meletus/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/16/519/2345636/gunung-semeru-meletus-patuhi-4-rekomendasi-pvmbg-ini-fghS9TnTJI.jpg</image><title>Kondisi terkini Gunung Semeru yang meletus/Foto: MNC Portal</title></images><description>MALANG - Pos Pengamatan Gunungapi terus memantau kondisi Gunung Semeru. Kendati masih Level II (Waspada), beberapa protokol harus dipatuhi masyarakat.
Dari sumber data KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG, ada emat rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat. Keempat rekomrndasi tersebut adalah;
Pertama, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kemudian jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Asap Hitam Pekat, Berbahayakah?
Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.
Kedua, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
Ketiga, perlu diwaspadai  potensi luncuran di sepanjang lembah  jalur awan panas Besuk Kobokan.
Keempat, mewaspadai ancaman lahar di  alur sungai atau lembah yg berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.</description><content:encoded>MALANG - Pos Pengamatan Gunungapi terus memantau kondisi Gunung Semeru. Kendati masih Level II (Waspada), beberapa protokol harus dipatuhi masyarakat.
Dari sumber data KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG, ada emat rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat. Keempat rekomrndasi tersebut adalah;
Pertama, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kemudian jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Asap Hitam Pekat, Berbahayakah?
Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.
Kedua, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
Ketiga, perlu diwaspadai  potensi luncuran di sepanjang lembah  jalur awan panas Besuk Kobokan.
Keempat, mewaspadai ancaman lahar di  alur sungai atau lembah yg berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.</content:encoded></item></channel></rss>
