<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Harapan Erdogan kepada Biden ketika Menjabat Presiden AS   </title><description>Presiden Tayyip Erdogan menyatakan, harapannya pada langkah-langkah positif yang akan diambil oleh pemerintah AS</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/17/18/2345716/harapan-erdogan-kepada-biden-ketika-menjabat-presiden-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/17/18/2345716/harapan-erdogan-kepada-biden-ketika-menjabat-presiden-as"/><item><title> Harapan Erdogan kepada Biden ketika Menjabat Presiden AS   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/17/18/2345716/harapan-erdogan-kepada-biden-ketika-menjabat-presiden-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/17/18/2345716/harapan-erdogan-kepada-biden-ketika-menjabat-presiden-as</guid><pubDate>Minggu 17 Januari 2021 04:19 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/17/18/2345716/harapan-erdogan-kepada-biden-ketika-menjabat-presiden-as-Iw7KNnzKOR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/17/18/2345716/harapan-erdogan-kepada-biden-ketika-menjabat-presiden-as-Iw7KNnzKOR.jpg</image><title>Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (foto: Reuters)</title></images><description>ISTANBUL - Presiden Tayyip Erdogan menyatakan, harapannya pada langkah-langkah positif yang akan diambil oleh pemerintah AS terkait peran Turki dalam program jet F-35 ketika Presiden terpilih Joe Biden mulai menjabat.

Erdogan menggambarkan langkah Washington untuk mengeluarkan Ankara dari program jet F-35 Amerika, karena Turki membeli alat-alat pertahanan Rusia, sebagai suatu &quot;kesalahan serius&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Erdogan Dinobatkan sebagai Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Desember tahun lalu, Washington memberlakukan sejumlah sanksi yang telah lama diantisipasi terhadap industri pertahanan Turki karena pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Moskow, sebuah tindakan yang disebut Turki sebagai suatu &quot;kesalahan besar.&quot;

Amerika Serikat juga telah mengeluarkan Turki, sesama anggota NATO, dari program pesawat tempur F-35 karena tindakan tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Erdogan Resmikan Pembukaan Masjid Cambridge di Inggris&amp;nbsp;
Washington menyatakan, sistem pertahanan rudal S-400 Rusia itu menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas. Turki menyangkal hal tersebut, dengan menjelaskan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam NATO.

Ankara menambahkan, bahwa pembelian S-400 Rusia itu merupakan suatu keharusan, karena mereka tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara dari sekutu NATO mana pun dengan persyaratan yang memuaskan.

&quot;Tidak ada negara yang dapat menentukan langkah-langkah yang akan diambil menuju industri pertahanan, itu sepenuhnya tergantung pada keputusan yang kita buat,&quot; kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul sekaligus menambahkan bahwa Ankara sedang dalam pembicaraan untuk mendapatkan pengiriman kedua S-400 dari Rusia dan akan mengadakan pembicaraan dengan Rusia terkait masalah itu akhir bulan Januari.

&amp;ldquo;Harapan saya, setelah mengadakan pembicaraan dengan Biden ketika ia menjabat, kita akan mengambil langkah yang lebih positif dan mengembalikan (program jet F-35 dengan Turki) ke jalur yang benar,&amp;rdquo; ujar Erdogan.</description><content:encoded>ISTANBUL - Presiden Tayyip Erdogan menyatakan, harapannya pada langkah-langkah positif yang akan diambil oleh pemerintah AS terkait peran Turki dalam program jet F-35 ketika Presiden terpilih Joe Biden mulai menjabat.

Erdogan menggambarkan langkah Washington untuk mengeluarkan Ankara dari program jet F-35 Amerika, karena Turki membeli alat-alat pertahanan Rusia, sebagai suatu &quot;kesalahan serius&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Erdogan Dinobatkan sebagai Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Desember tahun lalu, Washington memberlakukan sejumlah sanksi yang telah lama diantisipasi terhadap industri pertahanan Turki karena pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Moskow, sebuah tindakan yang disebut Turki sebagai suatu &quot;kesalahan besar.&quot;

Amerika Serikat juga telah mengeluarkan Turki, sesama anggota NATO, dari program pesawat tempur F-35 karena tindakan tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Erdogan Resmikan Pembukaan Masjid Cambridge di Inggris&amp;nbsp;
Washington menyatakan, sistem pertahanan rudal S-400 Rusia itu menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas. Turki menyangkal hal tersebut, dengan menjelaskan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam NATO.

Ankara menambahkan, bahwa pembelian S-400 Rusia itu merupakan suatu keharusan, karena mereka tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara dari sekutu NATO mana pun dengan persyaratan yang memuaskan.

&quot;Tidak ada negara yang dapat menentukan langkah-langkah yang akan diambil menuju industri pertahanan, itu sepenuhnya tergantung pada keputusan yang kita buat,&quot; kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul sekaligus menambahkan bahwa Ankara sedang dalam pembicaraan untuk mendapatkan pengiriman kedua S-400 dari Rusia dan akan mengadakan pembicaraan dengan Rusia terkait masalah itu akhir bulan Januari.

&amp;ldquo;Harapan saya, setelah mengadakan pembicaraan dengan Biden ketika ia menjabat, kita akan mengambil langkah yang lebih positif dan mengembalikan (program jet F-35 dengan Turki) ke jalur yang benar,&amp;rdquo; ujar Erdogan.</content:encoded></item></channel></rss>
