<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Cak Imin Desak Mendikbud Nadiem Makarim Diganti</title><description>Dia melihat, saat ini krisis atau darurat pendidikan yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 belum bisa tertangani dengan baik</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/17/337/2345778/ini-alasan-cak-imin-desak-mendikbud-nadiem-makarim-diganti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/17/337/2345778/ini-alasan-cak-imin-desak-mendikbud-nadiem-makarim-diganti"/><item><title>Ini Alasan Cak Imin Desak Mendikbud Nadiem Makarim Diganti</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/17/337/2345778/ini-alasan-cak-imin-desak-mendikbud-nadiem-makarim-diganti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/17/337/2345778/ini-alasan-cak-imin-desak-mendikbud-nadiem-makarim-diganti</guid><pubDate>Minggu 17 Januari 2021 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/17/337/2345778/ini-alasan-cak-imin-desak-mendikbud-nadiem-makarim-diganti-EHsDYfqPV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/17/337/2345778/ini-alasan-cak-imin-desak-mendikbud-nadiem-makarim-diganti-EHsDYfqPV7.jpg</image><title>Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjelaskan alasan mengapa menteri Pendidikan saat ini, Nadiem Makarim segera diganti.

Dia melihat, saat ini krisis atau darurat pendidikan yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 belum bisa tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional.

&quot;Menteri Pendidikan yang kita harapkan dengan teknologi yang dia miliki, mengambil inisiasi untuk mengambil langkah-langkah alternatif bagi krisis darurat nasional pendidikan, tetapi sampai hari ini tidak ada tanda-tanda hal yang bisa diharapkan dari Menteri Pendidikan kita,&quot; kata Cak Imin saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB secara virtual.

Oleh karena itu, dia sudah meminta Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda untuk mengambil inisiasi atas krisis stagnasi pendidikan nasional.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNS8xLzEyNTA4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Saya mengusulkan Menteri Pendidikan segera diganti dengan Syaiful Huda dari Ketua Komisi X supaya ada penanganan yang cepat dari stagnasi pendidikan nasional kita,&quot; ujarnya.

Hingga saat ini kata dia, tidak ada terobosan nyata yang bisa dirasakan Mendikbud dalam menangani darurat pendidikan nasional.

&quot;Saya pendukung utama Pak Nadiem karena saya harapkan kecanggihan Pak Nadiem dalam menangani teknologi, menangani gojek, menangani sistem perdagangan baru melalui online. luar biasa, salut,&quot; katanya.

Dia berharap, kemampuan Nadiem Makarim tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kemampuan menata dan mengelola pendidikan nasional.

&quot;Tapi sudah satu tahun lebih, hampir dua tahun, belum ada tanda-tanda  baru yang bisa kita rasakan. Tolong sampaikan ke Pak Nadiem bahwa  Indonesia darurat pendidikan, butuh penanganan yang serius. Tidak bisa  sambil lalu. Menangani soal pendidikan tidak bisa sambil guyonan, gak  bisa sambil gojek. Gojek itu kalau bahasa Yogya itu bercanda. Gojekan  itu namanya bercanda, gak bisa sambil bercanda dalam menangani krisis  pendidikan kita,&quot; tuturnya.

Dikatakan dia, akibat dari krisis pendidikan nasional, ada dua hal  sekaligus yang mengalami kelumpuhan. Pertama, lumpuhnya ilmu pengetahuan  dan teknologi. Kedua, lumpuhnya masa depan sumber daya manusia dan masa  depan nasib generasi penerus bangsa. &quot;Banyak stagnasi terjadi.  Kurikulum kita banyak yang terlambat, butuh penanganan,&quot; katanya.

&quot;Nah dalam posisi ini, di tengah pandemi, ekonomi sulit, pembangunan  hancur. Saya sudah berteriak-teriak berkali-kali, kehancuran pendidikan  nasional nyata di depan mata kita, tetapi belum ada penanganan yang  serius dan bisa dirasakan hasilnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjelaskan alasan mengapa menteri Pendidikan saat ini, Nadiem Makarim segera diganti.

Dia melihat, saat ini krisis atau darurat pendidikan yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 belum bisa tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional.

&quot;Menteri Pendidikan yang kita harapkan dengan teknologi yang dia miliki, mengambil inisiasi untuk mengambil langkah-langkah alternatif bagi krisis darurat nasional pendidikan, tetapi sampai hari ini tidak ada tanda-tanda hal yang bisa diharapkan dari Menteri Pendidikan kita,&quot; kata Cak Imin saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB secara virtual.

Oleh karena itu, dia sudah meminta Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda untuk mengambil inisiasi atas krisis stagnasi pendidikan nasional.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNS8xLzEyNTA4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Saya mengusulkan Menteri Pendidikan segera diganti dengan Syaiful Huda dari Ketua Komisi X supaya ada penanganan yang cepat dari stagnasi pendidikan nasional kita,&quot; ujarnya.

Hingga saat ini kata dia, tidak ada terobosan nyata yang bisa dirasakan Mendikbud dalam menangani darurat pendidikan nasional.

&quot;Saya pendukung utama Pak Nadiem karena saya harapkan kecanggihan Pak Nadiem dalam menangani teknologi, menangani gojek, menangani sistem perdagangan baru melalui online. luar biasa, salut,&quot; katanya.

Dia berharap, kemampuan Nadiem Makarim tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kemampuan menata dan mengelola pendidikan nasional.

&quot;Tapi sudah satu tahun lebih, hampir dua tahun, belum ada tanda-tanda  baru yang bisa kita rasakan. Tolong sampaikan ke Pak Nadiem bahwa  Indonesia darurat pendidikan, butuh penanganan yang serius. Tidak bisa  sambil lalu. Menangani soal pendidikan tidak bisa sambil guyonan, gak  bisa sambil gojek. Gojek itu kalau bahasa Yogya itu bercanda. Gojekan  itu namanya bercanda, gak bisa sambil bercanda dalam menangani krisis  pendidikan kita,&quot; tuturnya.

Dikatakan dia, akibat dari krisis pendidikan nasional, ada dua hal  sekaligus yang mengalami kelumpuhan. Pertama, lumpuhnya ilmu pengetahuan  dan teknologi. Kedua, lumpuhnya masa depan sumber daya manusia dan masa  depan nasib generasi penerus bangsa. &quot;Banyak stagnasi terjadi.  Kurikulum kita banyak yang terlambat, butuh penanganan,&quot; katanya.

&quot;Nah dalam posisi ini, di tengah pandemi, ekonomi sulit, pembangunan  hancur. Saya sudah berteriak-teriak berkali-kali, kehancuran pendidikan  nasional nyata di depan mata kita, tetapi belum ada penanganan yang  serius dan bisa dirasakan hasilnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
