<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Desa Diguyur Hujan Abu Vulkanik Merapi, Bikin Sesak Napas dan Mata Pedih</title><description>Sejumlah desa di dua kecamatan seperti Kecamatan Musuk dan Kecamatan Tamansari di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/19/340/2346854/sejumlah-desa-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-bikin-sesak-napas-dan-mata-pedih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/19/340/2346854/sejumlah-desa-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-bikin-sesak-napas-dan-mata-pedih"/><item><title>Sejumlah Desa Diguyur Hujan Abu Vulkanik Merapi, Bikin Sesak Napas dan Mata Pedih</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/19/340/2346854/sejumlah-desa-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-bikin-sesak-napas-dan-mata-pedih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/19/340/2346854/sejumlah-desa-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-bikin-sesak-napas-dan-mata-pedih</guid><pubDate>Selasa 19 Januari 2021 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tata Rahmanta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/19/340/2346854/sejumlah-desa-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-bikin-sesak-napas-dan-mata-pedih-GsysEZQHjr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hujan abu vulkanik Merapi pada Selasa (19/1/2021) dini hari menempel di tumbuhan, genting rumah, dan jalanan.(Foto:Tata Rahmanta/iNesw)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/19/340/2346854/sejumlah-desa-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-bikin-sesak-napas-dan-mata-pedih-GsysEZQHjr.jpg</image><title>Hujan abu vulkanik Merapi pada Selasa (19/1/2021) dini hari menempel di tumbuhan, genting rumah, dan jalanan.(Foto:Tata Rahmanta/iNesw)</title></images><description>BOYOLALI - Sejumlah desa di dua kecamatan seperti Kecamatan Musuk dan Kecamatan Tamansari di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (19/1/2021) dini hari diguyur hujan abu vulkanik Gunung Merapi.
Abu vulkanik menempel di tumbu-tumbuhan, genting rumah warga, mobil dan jalan raya. Hujan abu vulkanik tersebut, membuat warga sesak napas dan mata pedih.
Menurut warga, hujan abu vulkanik diperkirakan terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari. Sebelum terjadi hujan abu, diawali dengan suara gemuruh yang diduga berasal dari Gunung Merapi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 30 Kali
&quot;Warga baru mengetahui pada pagi hari setelah terbangun dari tidur, dan keluar rumah melihat di halaman dan jalan penun dengan abu,&quot; terang Trimo, salah seorang warga, Selasa (19/1/2021) pagi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Peningkatan Aktivitas Merapi Tak Halangi Wisata Lava Tour
Sementara data dari BPPTKG Yogyakarta mencatat, tejadi awan panas guguran pada pukul 02.37 WIB  dengan jarak luncur 1.800 meter mengarah ke Kali Krasak dan Boyong dengan tinggi kolam 500 meter.
Sementara guguran lava pijar terjadi 30 kali, dengan jarak luncur 300 hingga 900 meter. Sat ini, status Merapi masih berada di level tuga atau siaga denga radius aman 5 km dari puncak.
</description><content:encoded>BOYOLALI - Sejumlah desa di dua kecamatan seperti Kecamatan Musuk dan Kecamatan Tamansari di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (19/1/2021) dini hari diguyur hujan abu vulkanik Gunung Merapi.
Abu vulkanik menempel di tumbu-tumbuhan, genting rumah warga, mobil dan jalan raya. Hujan abu vulkanik tersebut, membuat warga sesak napas dan mata pedih.
Menurut warga, hujan abu vulkanik diperkirakan terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari. Sebelum terjadi hujan abu, diawali dengan suara gemuruh yang diduga berasal dari Gunung Merapi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 30 Kali
&quot;Warga baru mengetahui pada pagi hari setelah terbangun dari tidur, dan keluar rumah melihat di halaman dan jalan penun dengan abu,&quot; terang Trimo, salah seorang warga, Selasa (19/1/2021) pagi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Peningkatan Aktivitas Merapi Tak Halangi Wisata Lava Tour
Sementara data dari BPPTKG Yogyakarta mencatat, tejadi awan panas guguran pada pukul 02.37 WIB  dengan jarak luncur 1.800 meter mengarah ke Kali Krasak dan Boyong dengan tinggi kolam 500 meter.
Sementara guguran lava pijar terjadi 30 kali, dengan jarak luncur 300 hingga 900 meter. Sat ini, status Merapi masih berada di level tuga atau siaga denga radius aman 5 km dari puncak.
</content:encoded></item></channel></rss>
