<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>12 Petugas Keamanan Pelantikan Biden Dibebastugaskan, Ini Penyebabnya</title><description>Sebanyak 12 anggota pasukan Garda Nasional telah dibebastugaskan untuk mengawal pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/20/18/2347951/12-petugas-keamanan-pelantikan-biden-dibebastugaskan-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/20/18/2347951/12-petugas-keamanan-pelantikan-biden-dibebastugaskan-ini-penyebabnya"/><item><title>12 Petugas Keamanan Pelantikan Biden Dibebastugaskan, Ini Penyebabnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/20/18/2347951/12-petugas-keamanan-pelantikan-biden-dibebastugaskan-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/20/18/2347951/12-petugas-keamanan-pelantikan-biden-dibebastugaskan-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/18/2347951/12-petugas-keamanan-pelantikan-biden-dibebastugaskan-ini-penyebabnya-VZDrHUQLH3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capitol (Tangkapan Live SUN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/18/2347951/12-petugas-keamanan-pelantikan-biden-dibebastugaskan-ini-penyebabnya-VZDrHUQLH3.jpg</image><title>Capitol (Tangkapan Live SUN)</title></images><description>WASHINGTON - Sebanyak 12 anggota pasukan Garda Nasional telah dibebastugaskan untuk mengawal pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, Rabu (20/1/2021). Karena mereka tidak lolos pemeriksaan rekam jejak yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) bersama militer sejak akhir minggu lalu.

Menurut Departemen Pertahanan AS, salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah mencari hubungan antara anggota Garda Nasional dengan kelompok ekstremis atau sayap kanan ekstrem.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Belum Move On, Pendukung Trump di Jepang Demonstrasi Jelang Pelantikan Biden
Namun, pemeriksaan itu juga mendalami risiko keamanan lainnya, kata juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Salah satu anggota Garda Nasional dibebastugaskan karena ia terbukti memiliki pesan singkat yang mencurigakan. Sementara itu, anggota lainnya tidak lolos pemeriksaan karena ada laporan terhadap dirinya, kata Kepala Biro Garda Nasional AS, Jenderal Angkatan Darat Daniel Hokanson.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden, 200 Ribu Bendera AS Menghiasi National Mall
&quot;Kami bertindak cepat dan segera membebaskan mereka dari tugas menjaga Capitol serta acara-acara yang akan berlangsung di tempat tersebut,&quot; kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman. Pentagon merupakan julukan Departemen Pertahanan AS.Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS, Chris Miller pada Minggu  (17/1) mengatakan FBI membantu militer memeriksa rekam jejak lebih dari  25.000 anggota Garda Nasional yang dikerahkan menjaga Gedung Kongres,  Capitol. Pemeriksaan itu dilakukan demi memastikan keamanan acara  pelantikan presiden hari ini.

Pemeriksaan itu telah berlangsung sejak minggu lalu. FBI terjun  langsung demi mendalami kemungkinan adanya anggota Garda Nasional yang  terlibat dalam kerusuhan 6 Januari di Capitol. Massa pendukung Presiden  Donald Trump menerobos masuk ke Capitol, merusak berbagai fasilitas dan  sarana gedung, dan melakukan penjarahan. Akibat insiden itu, lima orang,  yang salah satunya anggota kepolisian, tewas.

Garda Nasional di negara bagian Virginia minggu lalu mengatakan Jacob  Fracker, anggota pasukan keamanan non aktif, dituntut terlibat aksi  kerusuhan di Capitol. Fracker merupakan seorang prajurit Infantri  berpangkat kopral di Garda Nasional Virginia.</description><content:encoded>WASHINGTON - Sebanyak 12 anggota pasukan Garda Nasional telah dibebastugaskan untuk mengawal pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, Rabu (20/1/2021). Karena mereka tidak lolos pemeriksaan rekam jejak yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) bersama militer sejak akhir minggu lalu.

Menurut Departemen Pertahanan AS, salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah mencari hubungan antara anggota Garda Nasional dengan kelompok ekstremis atau sayap kanan ekstrem.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Belum Move On, Pendukung Trump di Jepang Demonstrasi Jelang Pelantikan Biden
Namun, pemeriksaan itu juga mendalami risiko keamanan lainnya, kata juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Salah satu anggota Garda Nasional dibebastugaskan karena ia terbukti memiliki pesan singkat yang mencurigakan. Sementara itu, anggota lainnya tidak lolos pemeriksaan karena ada laporan terhadap dirinya, kata Kepala Biro Garda Nasional AS, Jenderal Angkatan Darat Daniel Hokanson.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden, 200 Ribu Bendera AS Menghiasi National Mall
&quot;Kami bertindak cepat dan segera membebaskan mereka dari tugas menjaga Capitol serta acara-acara yang akan berlangsung di tempat tersebut,&quot; kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman. Pentagon merupakan julukan Departemen Pertahanan AS.Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS, Chris Miller pada Minggu  (17/1) mengatakan FBI membantu militer memeriksa rekam jejak lebih dari  25.000 anggota Garda Nasional yang dikerahkan menjaga Gedung Kongres,  Capitol. Pemeriksaan itu dilakukan demi memastikan keamanan acara  pelantikan presiden hari ini.

Pemeriksaan itu telah berlangsung sejak minggu lalu. FBI terjun  langsung demi mendalami kemungkinan adanya anggota Garda Nasional yang  terlibat dalam kerusuhan 6 Januari di Capitol. Massa pendukung Presiden  Donald Trump menerobos masuk ke Capitol, merusak berbagai fasilitas dan  sarana gedung, dan melakukan penjarahan. Akibat insiden itu, lima orang,  yang salah satunya anggota kepolisian, tewas.

Garda Nasional di negara bagian Virginia minggu lalu mengatakan Jacob  Fracker, anggota pasukan keamanan non aktif, dituntut terlibat aksi  kerusuhan di Capitol. Fracker merupakan seorang prajurit Infantri  berpangkat kopral di Garda Nasional Virginia.</content:encoded></item></channel></rss>
