<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Terbalik, 43 Migran Tewas di Lepas Pantai Libya</title><description>43 orang tewas dan 10 orang selamat setelah sebuah kapal yang membawa migran Afrika Barat terbalik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/21/18/2348393/kapal-terbalik-43-migran-tewas-di-lepas-pantai-libya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/21/18/2348393/kapal-terbalik-43-migran-tewas-di-lepas-pantai-libya"/><item><title>Kapal Terbalik, 43 Migran Tewas di Lepas Pantai Libya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/21/18/2348393/kapal-terbalik-43-migran-tewas-di-lepas-pantai-libya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/21/18/2348393/kapal-terbalik-43-migran-tewas-di-lepas-pantai-libya</guid><pubDate>Kamis 21 Januari 2021 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/21/18/2348393/kapal-terbalik-43-migran-tewas-di-lepas-pantai-libya-nBKxtd0dGs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/21/18/2348393/kapal-terbalik-43-migran-tewas-di-lepas-pantai-libya-nBKxtd0dGs.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Okezone</title></images><description>LIBYA &amp;ndash; 43 orang tewas dan 10 orang selamat setelah sebuah kapal yang membawa migran Afrika Barat terbalik di lepas pantai Libya pada Selasa (19/1).
Hal ini diungkapkan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) melalu sebuah pernyataan Rabu (20/1).
UNHCR mengatakan ini adalah kapal migran pertama yang karam pada tahun ini.
UNHCR menyatakan kapal itu diketahui meninggalkan Kota Zawya di Libya barat laut pada Selasa (19/1) pagi dan dilaporkan terbalik beberapa jam setelah berangkat karena kondisi laut yang buruk dan mesinnya mati.
(Baca juga: Mendarat Tanpa Izin di Pangkalan Militer, Pengusaha Kaya Raya Ini Didenda Rp77 Juta)
Orang-orang yang meninggal semuanya pria dari negara-negara Afrika Barat.
&amp;ldquo;Para penyintas, terutama dari Pantai Gading, Nigeria, Ghana, dan Gambia, melaporkan mereka yang tewas semuanya adalah pria dari negara-negara Afrika Barat,&amp;rdquo; terang UNHCR, dikutip CNN.
(Baca juga: Presiden Biden, Dari Lelaki Termiskin di Kongres hingga Menjadi Miliarder)
&amp;ldquo;Ratusan orang kehilangan nyawa mereka tahun lalu saat mencoba menyeberangi Mediterania Tengah, ini menjadi jumlah kematian tertinggi dalam satu perjalanan migrasi di seluruh dunia terjadi,&amp;rdquo; urai  pernyataan itu.
&amp;ldquo;IOM dan UNHCR khawatir karena keterbatasan kemampuan untuk memantau rute, jumlah sebenarnya orang yang tewas di Mediterania Tengah selama tahun 2020, bisa jauh lebih tinggi,&amp;rdquo; tambahnya.
</description><content:encoded>LIBYA &amp;ndash; 43 orang tewas dan 10 orang selamat setelah sebuah kapal yang membawa migran Afrika Barat terbalik di lepas pantai Libya pada Selasa (19/1).
Hal ini diungkapkan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) melalu sebuah pernyataan Rabu (20/1).
UNHCR mengatakan ini adalah kapal migran pertama yang karam pada tahun ini.
UNHCR menyatakan kapal itu diketahui meninggalkan Kota Zawya di Libya barat laut pada Selasa (19/1) pagi dan dilaporkan terbalik beberapa jam setelah berangkat karena kondisi laut yang buruk dan mesinnya mati.
(Baca juga: Mendarat Tanpa Izin di Pangkalan Militer, Pengusaha Kaya Raya Ini Didenda Rp77 Juta)
Orang-orang yang meninggal semuanya pria dari negara-negara Afrika Barat.
&amp;ldquo;Para penyintas, terutama dari Pantai Gading, Nigeria, Ghana, dan Gambia, melaporkan mereka yang tewas semuanya adalah pria dari negara-negara Afrika Barat,&amp;rdquo; terang UNHCR, dikutip CNN.
(Baca juga: Presiden Biden, Dari Lelaki Termiskin di Kongres hingga Menjadi Miliarder)
&amp;ldquo;Ratusan orang kehilangan nyawa mereka tahun lalu saat mencoba menyeberangi Mediterania Tengah, ini menjadi jumlah kematian tertinggi dalam satu perjalanan migrasi di seluruh dunia terjadi,&amp;rdquo; urai  pernyataan itu.
&amp;ldquo;IOM dan UNHCR khawatir karena keterbatasan kemampuan untuk memantau rute, jumlah sebenarnya orang yang tewas di Mediterania Tengah selama tahun 2020, bisa jauh lebih tinggi,&amp;rdquo; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
