<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Kapolri, Komjen Listyo Sigit Diminta Benahi Internal Polri</title><description>Komjen Listyo Sigit telah mendapatkan persetujuan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/21/337/2348518/jadi-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-benahi-internal-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/21/337/2348518/jadi-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-benahi-internal-polri"/><item><title>Jadi Kapolri, Komjen Listyo Sigit Diminta Benahi Internal Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/21/337/2348518/jadi-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-benahi-internal-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/21/337/2348518/jadi-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-benahi-internal-polri</guid><pubDate>Kamis 21 Januari 2021 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/21/337/2348518/jadi-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-benahi-internal-polri-IL0vCspvQ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Idham Azis mengantarkan Komjen Listyo Sigit yang menjalani fit and proper test di Komisi III DPR. (Foto: Arif Julianto/Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/21/337/2348518/jadi-kapolri-komjen-listyo-sigit-diminta-benahi-internal-polri-IL0vCspvQ2.jpg</image><title>Jenderal Idham Azis mengantarkan Komjen Listyo Sigit yang menjalani fit and proper test di Komisi III DPR. (Foto: Arif Julianto/Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komjen Listyo Sigit telah mendapatkan persetujuan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis, melalui Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (21/1/2021) siang.
Sebelum resmi ditetapkan sebagai Kapolri oleh DPR, Sigit merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mulusnya pencalonan Sigit sebagai Kapolri langsung mendapatkan perhatian khusus dari pakar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Agus Riwanto.
Agus mengatakan, wajar-wajar saja jika Sigit terpilih sebagai Kapolri. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari sepak terjang prestasi dan kedekatan Komjen Pol. Sigit dengan Presiden Jokowi.
&amp;ldquo;Prestasi Komjen Sigit ini cukup mumpuni, banyak prestasi yang dibuat dan punya pengaruh terhadap kepercayaan publik pada Polri, baik saat menjabat sebagai Kapolda Banten maupun sebagai Kabareskrim, sejumlah pretasi berhasil menjadi perhatian publik,&amp;rdquo; ujar Agus, Kamis.
Agus mengatakan, kemampuan Sigit dalam menangani sejumlah perkara besar tidak perlu diragukan lagi, seperti keberhasilannya dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dan menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMC8xLzEyNzY1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Walau Sigit mendapatkan pujian dari banyak pihak karena prestasi dan integritasnya, Agus menyampaikan ada sejumlah tantangan berat yang menantinya sebagai Kapolri. Salah satu tantangan yang disinggung adalah komitmen pembenahan internal Polri.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Sebut Ada Janji Penting Listyo Sigit yang Luput dari Media, Apa Itu?&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pertama soal pemberantasan korupsi. Polri menjadi tangan kanan dalam pemberantasan korupsi. Di tubuh Polri sendiri tentu ini penting agar menjadi teladan sebagai institusi kepolisian dalam memberantas beberapa citra buruk di mata publik yang menyangkut soal Pungli dan pelayanan publik yang lamban,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain korupsi, Agus menambahkan Sigit juga perlu memperhatikan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di internal Polri. Pembenahan yang dimaksudnya menyangkut pemahaman personel Polri terhadap hukum dan penguasaan teknologi yang mumpuni.Di era disrupsi digital ini, para pelaku kejahatan telah mengubah modus kejahatan sedemikian canggihnya. Oleh sebab itu, personel Polri dituntut untuk dapat menangani masalah kejahatan digital dengan cepat dan baik.
&amp;ldquo;Kejahatan yang begitu modern semakin canggih dan juga terhadap kasus-kasus yang berkembang yang melibatkan TI yang begitu cepat tentu diharuskan para personel Polri di semua tingkatan sampai Polsek memiliki pengetahuan hukum yang kuat serta teknologi yang mapan dalam fungsi-fungsi tugas ketertiban masyarakat itu,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komjen Listyo Sigit telah mendapatkan persetujuan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis, melalui Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (21/1/2021) siang.
Sebelum resmi ditetapkan sebagai Kapolri oleh DPR, Sigit merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mulusnya pencalonan Sigit sebagai Kapolri langsung mendapatkan perhatian khusus dari pakar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Agus Riwanto.
Agus mengatakan, wajar-wajar saja jika Sigit terpilih sebagai Kapolri. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari sepak terjang prestasi dan kedekatan Komjen Pol. Sigit dengan Presiden Jokowi.
&amp;ldquo;Prestasi Komjen Sigit ini cukup mumpuni, banyak prestasi yang dibuat dan punya pengaruh terhadap kepercayaan publik pada Polri, baik saat menjabat sebagai Kapolda Banten maupun sebagai Kabareskrim, sejumlah pretasi berhasil menjadi perhatian publik,&amp;rdquo; ujar Agus, Kamis.
Agus mengatakan, kemampuan Sigit dalam menangani sejumlah perkara besar tidak perlu diragukan lagi, seperti keberhasilannya dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dan menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMC8xLzEyNzY1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Walau Sigit mendapatkan pujian dari banyak pihak karena prestasi dan integritasnya, Agus menyampaikan ada sejumlah tantangan berat yang menantinya sebagai Kapolri. Salah satu tantangan yang disinggung adalah komitmen pembenahan internal Polri.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD Sebut Ada Janji Penting Listyo Sigit yang Luput dari Media, Apa Itu?&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pertama soal pemberantasan korupsi. Polri menjadi tangan kanan dalam pemberantasan korupsi. Di tubuh Polri sendiri tentu ini penting agar menjadi teladan sebagai institusi kepolisian dalam memberantas beberapa citra buruk di mata publik yang menyangkut soal Pungli dan pelayanan publik yang lamban,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain korupsi, Agus menambahkan Sigit juga perlu memperhatikan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di internal Polri. Pembenahan yang dimaksudnya menyangkut pemahaman personel Polri terhadap hukum dan penguasaan teknologi yang mumpuni.Di era disrupsi digital ini, para pelaku kejahatan telah mengubah modus kejahatan sedemikian canggihnya. Oleh sebab itu, personel Polri dituntut untuk dapat menangani masalah kejahatan digital dengan cepat dan baik.
&amp;ldquo;Kejahatan yang begitu modern semakin canggih dan juga terhadap kasus-kasus yang berkembang yang melibatkan TI yang begitu cepat tentu diharuskan para personel Polri di semua tingkatan sampai Polsek memiliki pengetahuan hukum yang kuat serta teknologi yang mapan dalam fungsi-fungsi tugas ketertiban masyarakat itu,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
